
Setelah selesai makan bersama, Zivana dan Alvin memilih untuk bersantai di dalam kamar. kebetulan juga sudah menjelang malam.
Tok tok
Zivana mendengar pintu itu di ketuk dari arah luar. dia memilih untuk membuka pintu kamar itu.
"Mamah, ada apa Mah?" tanya Zivana yang melihat Ibunya dan ayahnya sedang berdiri di depan pintu.
"Kita pamit mau pulang dulu Nak." ucap Bu Rara kepada anaknya.
"Iya Zie, kita mau pulang dulu." sahut Pak Juna ikut bicara.
"Kenapa tidak menginap?"
"Tidak nyenyak kalau tidurnya bukan di rumah sendiri." ucap Bu Rara
"Ya sudah, tapi hati-hati yah Mah, Pah." ucap Zivana sambil menatap kedua orang tuanya.
"Sekalian Mamah mau sampaikan ijin dari adikmu. mereka pulang duluan katanya tidak mau mengganggu pengantin baru."
"Iya Mah, tidak apa-apa kok." jawab Zivana
Alvin mendengar suara mertuanya dari balik pintu. dia juga menemui mertuanya dan langsung menyapa mereka.
Setelah berpamitan, Bu Rara dan Pak Juna segera pergi. begitupun Zivana dan Alvin yang kembali masuk ke dalam.
Tak lama terdengar suara adzan maghrib berkumandang. Zivana dan Alvin hanya duduk berdiam diri saja. di antara mereka tidak ada yang menjalankan kewajiban mereka sebagai umat muslim. karena itu jarang mereka lakuin. khususnya Zivana, dia beda sekali dengan Ibunya yang sholehah.
"Mas, malam ini kita--" ucap Zivana sambil menatap suaminya. kebetulan saat ini mereka sedang saling pandang.
"Jangan fikirkan apapun! aku tahu kamu pasti cape. untuk malam ini kita tidur saja." ucap Alvin kepada wanita yang beberapa waktu yang lalu sudah sah menjadi Istrinya.
"Baik Mas" jawab Zivana
Zivana memilih untuk naik ke atas tempat tidur. dia tiduran sambil memiringkan tubuhnya menghadap suaminya. namun Alvin langsung membelakanginya.
Ada apa dengan Mas Alvin? hanya tidur berhadapan saja dia terlihat tidak mau." batin Zivana sambil menatap punggung suaminya.
Mungkin hanya karena efek lelah. lebih baik aku tidur saja. siapkan tenaga untuk besok. karena besok pasti Mas Alvin akan menyentuhku." batin Zivana lalu dia mulai memejamkan kedua matanya.
Alvin menoleh sebentar ke belakang. dia melihat Zivana yang sudah terlelap. Alvin membalikan posisinya. namum dia mendengar ponsel miliknya berbunyi. Alvin mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja. ternyata itu pesan masuk dari sekretarisnya.
__ADS_1
Selamat atas pernikahannya Pak Alvin. kebetulan saya ada di kamar 105 dan membawa berkas penting.
Sekiranya seperti itu isi pesan yang di kirimkan oleh sekretarisnya.
Setelah membaca pesan itu Alvin memilih untuk menemui sekretarisnya.
Tok tok
Alvin mengetuk pintu kamar itu. Sela langsung membuka pintu kamarnya.
"Silahkan masuk Pak Alvin!" ucap Sela dari depan pintu.
Alvin segera masuk ke dalam. namun dia seidikit heran melihat kamar yang sudah di dekorasi seperti kamar pengantin.
"Mana berkasnya?" tanya Alvin langsung pada intinya.
"Tidak ada Pak, sebenarnya saya sengaja memesan kamar ini sebagai hadiah pernikahan untuk bapak. lebih tepatnya untuk malam pertama Bapak sebagai pengantin." ucap Sela dengan sedikit lancang.
Alvin kembali menatap ruang kamar itu.
Sela memberanikan diri untuk mendekatkan diri kepada Alvin. dia mengalungkan tangannya dan mulai menempelkan bibir mereka. Alvin membimbing Sela untuk berjalan ke arah ranjang dengan saling b*rciuman. dia merebahkan Sela di atas ranjang yang penuh dengan hiasan bunga mawar merah yang di bentuk love.
"Ternyata kamu sengaja tidak memakai d*laman untuk menutupi dadamu." ucap Alvin dari jarak dekat.
"Bukan hanya yang atas, yang bawah juga tidak pakai." ucap Sela dan Alvin langsung menyingkap Rok ketat yang di pakai oleh Sela.
Satu persatu pakaian yang melekat di tubuh mereka sudah terlepas. keduanya larut dalam kegiatan mereka. hingga Sela memegang aset Alvin dan hedak memasukannya. Alvin menahan tangan Sela. dia segera memakai pengaman karena tadi belum sempat untuk memakainya.
Alvin hanya menikmati perlakuan Sela yang saat ini ada di atasnya.
"Jangan di gigit" ucap Alvin saat merasakan li*dah Sela sedang menyusuri leher mulusnya.
Keduanya melakukannya sampai kelelahan.
kini mereka sudah terlelap di bawah selimut yang sama.
Hubungan antara Alvin dan Sela ini berawal dari malam itu. disaat keduanya sedang lembur. dan kebetulan Sela tak sengaja menumpahkan kopi di celana yang Alvin kenakan. hingga dia memberanikan diri untuk melepaskan celana itu. bahkan dia mencoba menggoda Alvin dengan menjatuhkan pulpen yang tergeletak di atas meja. dia mengambil pulpen yang jatuh itu dengan sedikit berjongkok. tentu Alvin yang ada di belakangnya tak menyia-nyiakan pemandangan itu. apalagi rok yang di pakainya sangat pendek dan ketat.
Namun Alvin menganggap hubungan itu hanya sebatas untuk mencari kepuasan. bukan dari hati ke hati. dan juga dia selalu memberikan sejumlah uang setelah melakukan itu dengan Sela.
°°
__ADS_1
Zivana terbangun dari tidurnya. dia menatap ke sebelahnya namun suaminya tidak berada disana. dia menatap ke semua sudut ruangan itu namun Alvin juga tidak ada disana.
Dimana Mas Alvin? apa dia di kamar mandi." gumam Zivana lalu dia beranjak dari atas tempat tidur.
Zivana berjalan mendekati kamar mandi. namun kamar mandi itu tak terkunci. dan ternyata Alvin tidak ada disana.
Kemana dia?" gumam Zivana lalu dia memilih untuk masuk ke kamar mandi. dia akan mandi lebih awal.
Setelah selesai mandi, Zivana memilih untuk menghubungi nomor Alvin. namun ternyata ponselnya tergeletak di atas meja. dan ponsel itu kehabisan baterai.
Zivana yang baru selesai memakai pakaian mendengar pintu kamarnya terbuka. dia menoleh dan melihat Alvin masuk ke dalam dengan penampilan acak-acakan.
"Mas Alvin, semalam Mas tidur dimana?" tanya Zivana kepada suaminya.
"Bukan urusanmu!" jawab Alvin dan tentu Zivana merasakan sikap Alvin yang sangat berbeda dari sebelumnya.
Zivana menatap Alvin yang saat ini sedang melangkah menuju ke kamar mandi.
Zivana menunggu suaminya selesai mandi. dia memilih untuk membereskan tempat tidur yang sedikit berantakan.
Cklek
Tak lama pintu kamar mandi terbuka. Zivana melihat suaminya keluar hanya dengan menggunakan handuk saja. bahkan Alvin berganti pakaian di hadapan Zivana tanpa rasa malu. sedangkan Zivana sudah mengalihkan arah pandangnya.
"Mas Alvin, apa kita akan menginap lagi disini?" tanya Zivana saat melihat suaminya sudah berpakaian lengkap.
"Kita pulang sekarang, dan kita langsung ke rumahku." ucap Alvin
"Apa tidak sebaiknya kita menginap dulu di rumah Mamah?"
"Aku ini suamimu, jadi kamu harus menurut. dan juga mulai besok jangan bekerja lagi. aku ingin kamu hanya mengurus rumah saja." ucap Alvin kepada Istrinya.
"Tapi aku masih wakil Direktur di perusahaan Papah. setidaknya sampai aku menyerahkan jabatanku kepada salah satu adikku barulah aku tak kerja lagi. karena tak segampang itu untuk lepas tangan dari kerjaan." ujar Zivana menjelaskan.
"Baiklah, aku tunggu saat itu." ucap Alvin
Zivana dan Alvin mulai membereskan barang-barang mereka. termasuk kado dari teman dan rekan bisnis. karena pagi ini setelah sarapan, mereka akan segera pulang.
°°
Jangan lupa tinggalkan Like komen😊😊
__ADS_1