
Hanya lima hari Alvin dan Zivana di New York. sekarang mereka sudah pulang ke tanah air.
Bi Salma memasak makanan untuk Zivana. karena setelah pulang dari New York, nafsu makan Zivana bertambah. beberapa hari dia tidak memakan makanan indonesia.
"Bi, apa masakannya sudah matang?" Zivana menghampiri Bi Salma yang sedang berkutat di dapur.
"Sudah Neng, sebentar yah!"
"Iya Bi, aku duduk dulu yah," Zivana melangkah menuju ke ruang makan dan duduk disana. Zivana menatap Bi Salma yang sedang memasukan masakannya ke dalam mangkuk.
Sejenak Zivana memainkan ponselnya sambil menunggu Bi Salma membawakan masakannya untuk dia.
"Ini Neng, seblak khas makanan kampung Bibi sudah siap di lahap," Bi Salma menaruh seblak buatannya yang terlihat menggugah selera.
Zivana baru pertama kalinya melihat makanan itu.
"Ini enak tidak Bi? kok isinya campur-campur?"
"Enak Neng, coba dulu dicicipi!"
Zivana memegang sendok lalu mengambil kuah seblak. Zivana merasakan rasa yang bergitu nikmat.
"Hm, baru kuahnya juga sudah enak Bi, kalau gitu mau Zie habiskan," Zivana tersenyum senang menatap Bi Salma. lalu Zivana mulai melahap seblak itu.
Bi Salma merasa senang karena Zivana menyukai masakannya. Bi Salma berlalu pergi karena akan beres-beres dapur.
Alvin menghampiri Istrinya yang sedang makan sendirian.
"Ekhm, tidak ajak-ajak nih," Alvin berdiri di samping Istrinya dan melihat makanan apa yang sedang di makan oleh Istrinya.
"Yah telat, tinggal kuahnya nih."
"Itu makanan apa sih? kok aneh gitu?"
"Ini makanan khas kampung Bibi, namanya seblak," jawab Zivana
"Mas juga mau," Alvin meneguk ludahnya saat melihat Istrinya yang begitu lahap memakan makanannya.
"Minta sama Bibi," ucap Zivana
Alvin menghampiri Bi Salma yang masih ada di dapur.
__ADS_1
"Bi, apa makanan yang seperti punya Zivana masih?" Alvin bertanya kepada Bi Salma.
"Habis Tuan, tadi Bibi cuma bikin dikit. maaf yah Tuan."
"Tidak apa-apa Bi, besok bikinin lagi yah."
"Tidak sekarang saja Tuan?"
"Besok saja tidak apa-apa kok."
"Baik Tuan," jawab Bi Salma
Alvin segera pergi dari dapur. dia kembali menghampiri Istrinya. ternyata Zivana sudah selesai makan dan hendak beranjak dari duduknya.
"Sudah sayang?"
"Sudah Mas, tapi aku ingin es buah," ucap Zivana lalu berdiri dan melangkah pergi ke dapur.
Alvin menganga sambil melihat kepergian Istrinya. Alvin tak habis fikir jika sekarang Istrinya doyan makan.
Zivana menaruh mangkok yang dia bawa di tempat cuci piring. lalu dia menatap Bi Salma yang sedang memotong sayuran.
"Bi, tolong buatin es buah dong," ucap Zivana
Zivana segera pergi dari sana. dia menghampiri suaminya yang kini masih berdiri di dekat meja makan.
"Mas, ayo ikut!" Zivana menggandeng tangan suaminya begitu saja.
Alvin tersenyum senang karena mengira jika Istrinya mau mengajaknya bermesraan.
Zivana mengajak suaminya duduk di sofa yang ada di ruang keluarga. Zivana duduk berselonjor lalu dia menampakan senyum termanisnya di hadapan suaminya.
"Mas, tolong pijitin kaki Zie dong," Zivana memperlihatkan deretan gigi putihnya.
Kirain mau ngajak bermesraan, ternyata nyuruh pijat," batin Alvin
Alvin mengangkat kedua kaki Istrinya lalu menaruhnya di pangkuannya. Alvin mulai memijat kaki Istrinya. Zivana mengambil remot tv yang tergeletak di dekatnya. lalu dia menyalakan televisi. Zivana fokus menonton televisi sambil menikmati pijatan suaminya.
Beberapa menit kemudian Bi Salma datang dengan membawa es buah pesanan Zivana.
"Neng Zie, Tuan Alvin, nih Bibi bawa es buahnya," Bi Salma menaruh dua mangkuk kecil es buah ke atas meja.
__ADS_1
"Makasih Bi,"
"Sama-sama Neng," setelah mengatakan itu Bi Salma kembali pergi ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya.
Zivana menurunkan kedua kakinya. dia menatap es buah yang sejak tadi ingin di lahapnya. Zivana mengambil sendok dan mulai menikmati es buah yang terlihat sangat nikmat itu.
°°°
Malam harinya Zivana kedatangan tamu yang sangat dia sayangi. mereka kedua orang tuanya dan Alvaro yang baru pulang dari luar negeri juga ikut untuk mengunjungi Zivana.
"Mah, Pah, Alvaro, Zie Kangen nih, terutama sama Varo." Zivana merasa senang karena kedatangan mereka.
"Mamah juga kangen sama kamu Nak," ucap Bu Rara
"Kok panggil Varo sih?" Alvaro heran karena biasanya Zivana memanggilnya dengan sebutan Al bukan memanggil Varo.
"Hehe kan Al sudah ada nih suamiku namanya Alvin," ucap Zivana sambil menatap ke arah suaminya.
"Hallo Kak Alvin," ucap Alvaro ramah
"Hallo juga Varo," Alvin tersenyum kecil kepada Alvaro.
"Aunty Putri sama uncle Rey kok tidak ikut kesini?" Zivana bertanya kepada Alvaro.
"Tidak Kak, mereka masih di luar negeri. aku pulang sendirian dan menginap di rumah Kak Zie."
"Bagaimana kalau besok kamu menginap disini, aku pasti akan sangat senang." pinta Zivana
Alvaro menatap Pak Juna dan Bu Rara secara bergantian. keduanya menganggukan kepalanya.
"Baiklah, besok aku menginap," ucap Alvaro
"Yey," Zivana yang merasa senang langsung memeluk Alvaro dan mencium pipinya.
Sepertinya lelaki ini begitu dekat dengan Zivana," batin Alvin sambil menatap kedekatan Zivana dan Alvaro.
"Zie, Alvaro itu sudah besar loh. jangan di cium-cium gitu, tuh lihat suamimu menatapmu sejak tadi," ucap Bu Rara
"Tidak apa-apa kan sayang," Zivana menatap suaminya yang kini duduk di sebelahnya.
"Tidak apa-apa kok," kata Alvin, padahal dia merasa cemburu.
__ADS_1
Cukup lama kedua orang tua Zivana bertamu. Zivana juga memberikan oleh-oleh yang belum sempat dia kasih untuk orang tuanya. sekalian menitipkan oleh-oleh untuk adiknya.
°°°