
Sudah tiga kali Ayu melakukan kemoterapi. dia sangat antusias untuk kesembuhannya. walaupun itu ada efek sampingnya salah satunya adalah mual. namun Ayu tetap tak patah semangat.
hari ini Ayu akan melakukan kemoterapi untuk yang ke empat kalinya. dia akan pergi ditemani oleh Rara. karena Rey dan Juna sedang berada di luar kota untuk mendatangi pesta dari Perusahaan yang bekerja sama dengan Perusahaannya.
tadinya memang Juna ingin mengajak Rara. namun Rara menolak dengan alasan tidak bisa meninggalkan Ayu sendirian.
Keduanya sudah sampai di Rumah Sakit. Rara dan Ayu hendak masuk ke Ruangan Dokter yang membantu Ayu melakukan Kemoterapi.
"Yu, Mbak mau ke toilet sebentar. kamu masuk saja yah duluan." ucap Rara
"Baik Mbak, kalau begitu hati-hati yah." ucap Ayu lalu dia membuka pintu ruangan di depannya.
"Selamat datang Nona Ayu, silahkan duduk." pinta Dokter
Kini Ayu sudah duduk berhadapan dengan Dokter itu.
"Dok saya mau bertanya" kata Ayu sambil menatap Dokter itu.
"Bertanya apa? apakah mengenai keluhan anda?" tanya Dokter
"Iya Dok, apakah telat datang bulan itu termasuk efek dari kemoterapi?" tanya Ayu
"Hm tidak, itu bukan salah satunya. apakah Nona Ayu mengalami telat datang bulan?" tanya Dokter itu
"Iya Dok" jawab Ayu
"Apa sudah sering seperti itu? atau ini baru pertama kalinya?"tanyanya
"Ini baru pertama kalinya Dok." ucap Ayu
"Hm, sepertinya Nona Ayu harus di periksa ke Dokter kandungan. saya tidak bisa melakukan Kemoterapi sebelum melihat hasil pemeriksaan Nona Ayu." ujar Dokter
"Dokter kandungan Dok?" Ayu kaget saat mendengar kata Dokter Kandungan.
"Iya, bisa saja Nona Ayu telat datang bulan karena hamil atau karena masalah lainnya yang saya juga tidak tahu. mending langsung saja Nona periksakan ke ahlinya." ucapnya lagi
"Baiklah Dok" jawab ayu
"Mau saya antar?" ucapnya menawarkan diri.
__ADS_1
"Tidak usah Dok, oh iya Dok, kalau Kakak saya nanti kesini menanyakan saya. bilang saja saya sudah masuk ruang kemoterapi. dan Kakak saya suruh menunggu saja diluar. saya tidak ingin Kakak saya ikut khawatir." pinta Ayu kepada Dokter
"Tapi Nona"
"Plis, tolong kali ini saja Dokter bantu saya." Ayu memohon kepada Dokter.
"Baiklah, tapi untuk kali ini saja. besok-besok saya tidak mau berbohong." ucapnya
Setelah berpamitan, Ayu segera pergi menuju ke ruangan Dokter kandungan.
Ayu mengambil nomor antrian. lalu dia ikut duduk di dekat Ibu-ibu hamil yang sedang mengantri juga.
Tibalah saatnya Ayu yang masuk. dia sedikit gelisah ketika akan menemui Dokter kandungan.
"Maaf dengan Nona Ayu yah." Dokter itu membaca daftar pasien yang baru masuk.
"Iya Dok saya Ayu."
"Apa Nona mau memeriksa kandungan?" tanyanya
"Sebenarnya saya datang ke Rumah sakit ini untuk kemoterapi. namun tadi saya mengatakan keluhan saya. yaitu telat datang bulan. dan kata Dokternya saya harus di periksa dulu oleh ahlinya." ucap Ayu
"Ini tespek?" Ayu memandangi benda kecil yang berada di tangannya.
"Iya, coba saja dulu." pinta Dokter
Ayu sudah berada di dalam kamar mandi. dia melihat dua garis merah di tespek yang dia pegang.
Perasannya sekarang campur aduk. Ayu senang sekaligus sedih. dia takut jika penyakitnya bisa mempengaruhi janinnya.
"Bagaimana Nona?" tanya Dokter
"Ini Dok" ucapnya sambil memberikan tespek yang ada dalam tangannya.
"Hasilnya positif, coba Nona Ayu berbaring dulu. saya akan periksa lebih lanjut." pinta Dokter
Ayu sudah berbaring di ranjang pasien. lalu Dokter memeriksanya.
Kini Ayu sudah selesai di periksa. dia sudah duduk berdampingan dengan Dokter itu.
__ADS_1
"Bagaimana Dok hasilnya?" tanya Ayu
"Dari hasil pemeriksaan, memang benar jika Nona Ayu sedang mengandung. kondisi janinnya cukup baik. namun--" Dokter itu menghentikan perkataannya.
"Namun apa Dok?" tanyanya
"jika Nona terus melakukan kemoterapi, itu akan menghambat pertumbuhan janin bahkan bisa jadi lahir secara prematur. namun dampak untuk Nona Ayu, tentunya Nona akan terus merasakan sakit jika Nona tidak lagi melakukan kemoterapi itu." ujar Dokter
"Mungkin jalan satu-satunya mengambil janin itu jika Nona akan tetap melakukan Kemoterapi." ucapnya lagi
"Tapi saya tidak mungkin menggugurkan anak ini, Dok." ucap Ayu
Ada rasa bahagia di hati Ayu. namun dia juga merasa sakit. bukan hanya fisiknya namun hatinya juga.
"Baiklah, saya kasih waktu Nona Ayu untuk mengambil keputusan. setelah fix dengan keputusan Nona, datanglah lagi kesini untuk menginformasikan kepada saya. dan juga sebelum Nona mengambil keputusan, lebih baik Nona jangan melakukan Kemoterapi terlebih dahulu." Jelas Dokter
"Baik Dok" jawab Ayu
Setelah selesai pemeriksaan, Ayu segera keluar dari ruangan itu. dia masih bingung dengan keputusan yang akan dia ambil. suaminya sangat menginginkan keturunan namun itu merupakan pilihan yang sulit untuknya. Ayu akan memikirkan keputusan yang terbaik untuk semua orang. dia tidak mungkin mengecewakan suami dan keluarganya.
Rara dari tadi masih menunggu Ayu. dia sudah meminta kepada Dokter untuk ikut masuk kedalam ruangan. namun Dokter itu tidak mengijinkan Rara masuk. akhirnya Ra tetap menunggunya di luar.
Ayu melihat Rara sedang duduk sambil memainkan ponselnya. Ayu berjalan mengendap-endap menuju ruangan kemoterapi melalui pintu lain.
"Bagaimana kata Dokter kandungan?" tanya Dokter yang menangani Ayu.
"Saya hamil Dok, sepertinya saya harus menunda kemoterapi ini. saya akan memikirkan dulu jalan terbaik yang akan saya ambil." ucap Ayu
"Saya harap Nona lanjutkan saja pengobatanmu. karena jika Nona lebih memilih mempertahankan janin itu, akan semakin bahaya untuk Nona. penyakit Nona akan semakin parah." ujar Dokter menyarankan.
"Iya Dok, nanti saya pikirkan lagi. kalau begitu saya permisi Dok." Ayu berpamitan untuk pergi.
"Mari saya antar" Dokter itu menemani Ayu sampai di pintu keluar.
Rara melihat Ayu sudah keluar dari ruangan.
"Sudah?" tanya Rara
"Sudah kak, ayo kita pulang" ajak Ayu yang langsung menggandeng tangan Rara.
__ADS_1
Rara memang tidak tahu seberapa lama pasien melakukan kemoterapi. karena dia sebelumnya tidak pernah mengantar Ayu ke rumah sakit.