Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 52


__ADS_3

Tak terasa sudah satu bulan Alvin tinggal di rumah mertuanya. Selama satu bulan itu, Zivana selalu memberikan perhatian yang lebih kepada suaminya.


"Sayang, mulai besok Mas ke kantor lagi yah. Sudah lama loh Mas meninggalkan pekerjaan." ucap Alvin yang kini sedang tiduran di pangkuan Istrinya.


"Kamu yakin Mas?" Zivana membelai wajah suaminya penuh cinta.


"Yakin sayang, lagian Mas sudah tidak apa-apa kok."


"Baiklah, Zie ijinin Mas pergi ke kantor lagi. Tapi setengah hari saja yah."


"Ko setengah hari sih?" tanya Alvin sembari menatap wajah cantik Istrinya.


"Zie tidak mau Mas Alvin kenapa-kenapa."


"Baiklah sayang,"


Tok tok


Terdengar pintu kamar Zivana ada yang mengetuk.


"Mas, aku mau buka pintu dulu."


Alvin menyingkirkan kepalanya dari pangkuan Istrinya. Lalu dia beralih duduk di pinggir ranjang.


Zivana membuka pintu kamarnya. Ternyata yang datang Ibunya.


"Ada apa Mah?"


"Mamah mau pergi arisan Zie, kamu jagain Rayan dulu yah," pinta Bu Rara


"Siap, Mah. Mamah hati-hati yah."


"Iya Nak, kalau gitu Mamah pergi dulu, Assalamu'alaikum," ucap Bu Rara berpamitan.


"Waalaikum'salam," Zivana menatap kepergian Ibunya.


Zivana menoleh ke belakang. Dia menatap suaminya yang sedang duduk di pinggir ranjang.


"Mas, aku mau lihat Rayan dulu yah. Kamu ikut tidak?"


"Ikut sayang," Alvin menghampiri Istrinya yang saat ini ada di depan pintu masuk.


Keduanya keluar dari dalam kamar.

__ADS_1


°°°


Hari ini Alvin sudah mulai berangkat ke kantor. Walaupun hanya setengah hari, dia tidak mempersalahkan itu. Baginya, kerja setengah hari membuat dia lebih banyak waktu Istirahat dan waktu berkumpul dengan keluarganya.


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Padahal Alvin merasa jika dirinya baru memulai pekerjaan. Tapi saat dia melihat jam yang melingkar di tangannya, ternyata sudah pukul sebelah siang.


Satu jam lagi deh pulangnya,'gumam Alvin lalu dia kembali fokus menatap layar laptopnya.


Tring tring


Ponsel milik Alvin berbunyi. Dia menatap layar ponselnya yang tergeletak di atas meja. tLTernyata Istrinya yang menghubunginya.


📞"Hallo sayang, ada apa sayang? pasti kangen yah sama Mas."


📞"Mas so tahu, Kapan Mas pulang?"


📞"Nanti sayang, satu jam lagi Mas pulang."


📞Kok lama sih, tidak bisa sekarang saja pulangnya?"


📞"Pasti ada maunya nih kalau sudah nanya pulang."


📞"Iya, Mas, Zie beliin yang enak-enak yah," ucap Zivana dari balik telfon.


📞"Apa saja deh terserah Mas Alvin. Yang penting enak."


📞"Baiklah," ucap Alvin


Kini keduanya sudah selesai bertelfonan. Alvin kembali melanjutkan pekerjaannya. Niatnya pulang satu jam lagi, namun karena takut Istrinya menunggu terlalu lama, jadi dia mengurangi waktunya tiga puluh menit.


Tiga puluh menit kemudian, Alvin memereskan meja kerjanya. Dia mengambil jas miliknya yang di taruh di sofa.


Tok tok


Alvin mendengar ketukan pintu dari luar ruangan.


"Masuk," ucap Alvin sambil memakai jas miliknya.


Terlihat Asisten Tio memasuki ruangan. "Pak, ini ada berkas yang harus di tanda tangani," ucap Asisten Tio sambil melangkah mendekati Alvin.


Asisten Tio memberikan berkas itu kepada Alvin. Alvin duduk sebentar di sofa sambil meneliti berkas itu. Lalu dia langsung menandatanganinya.


"Ini," Alvin memberikan berkas itu kepada Asiten Tio.

__ADS_1


"Terima kasih Pak, kalau begitu saya permisi," ucap Asisten Tio lalu hendak membalikan badannya.


"Tunggu!"


Asisten Tio tak jadi melangkahkan kakinya. Dia kembali menatap ke belakang.


"Ada apa Pak?"


"Saya akan pulang cepat, untuk beberapa saat saya akan kerja setengah hari."


"Baik Pak," ucap Asisten Tio


"Kalau ada pekerjaan tapi tidak terlalu mengharuskan saya untuk hadir, kamu saja yang menghandle."


"Baik Pak," ucap Asisten Tio lalu kembali berpamitan untuk keluar dari ruangan itu.


Setelah kepergian Asiten Tio, kini Alvin juga bersiap untuk pulang.


Alvin melangkah memasuki lift menuju ke lantai satu.


Tring


Pintu lift terbuka, lalu Alvin keluar dari dalam lift. Dia menuju ke parkiran mobil.


Alvin mengendarai mobilnya menuju ke kediaman Dirgantara. Namun, dia akan mampir terlebih dahulu untuk membeli makanan di luar.


Alvin menghentikan mobilnya di depan cafe. Dia masuk ke dalam cafe lalu memesan makanan untuk Istrinya. Alvin duduk di salah satu kursi sambil menunggu pesanannya.


Alvin mendengar suara yang menurutnya tak asing dari arah sampingnya. Saat dia menoleh, ternyata ada Eza yang sedang mengobrol dengan seorang wanita. Namun wanita itu duduk membelakangi Alvin. Sehingga dia tidak bisa melihat siapa wanita itu.


Alvin bangkit dari duduknya. Dia hendak menghampiri mereka. Namun seorang pelayan datang sehingga Alvin menghentikan langkahnya.


"Pak, itu pesanannya sudah di kasir," ucap seorang pelayan.


"Eh iya, terima kasih," ucap Alvin


"Sama-sama," jawab pelayan itu lalu pergi dari hadapan Alvin.


Alvin segera ke kasir untuk membayar.


Setelah membayar dan membawa pesanannya, Alvin hendak menghampiri Eza. Namun Eza dan teman wanitanya sudah tidak ada disana.


°°°°

__ADS_1


__ADS_2