
Rey dan Putri pergi bulan madu sesuai dengan rencana mereka. bersama dengan keluarga mereka yang juga ikut. tapi tetap saja Rey dan Putri hanya pergi berdua saat di tempat liburan. Bu Farah sengaja menyuruh Rey dan Putri berpisah bersama keluarganya. itu semua agar bulan madu mereka berjalan dengan lancar tanpa ada yang mengganggu mereka.
Semuanya baru sampai di hotel yang akan mereka tempati. karena merasa lelah setelah menempuh perjalanan panjang, mereka memilih untuk beristirahat di kamar masing-masing.
Juna meperlakukan Rara dengan penuh kelembutan.
"Ah Mas Rara malu" Rara kaget karena tiba-tiba Juna menggendongnya saat akan masuk ke kamar lainnya.
Beberapa orang yang melihat tingkah keduanya mengira bahwa mereka adalah pengantin baru.
"Jangan malu dong sayang." ucap Juna lalu membuka pintu kamarnya.
Juna menggendong Rara sampai ke dalam dan menidurkannya ke atas ranjang mewah.
"Sekarang kita mau ngapain sayang?" tanya Juna sambil menatap lekat wajah Istrinya.
"Rara mau tidur saja Mas, rasanya capek sekali."
"Ya sudah ayo kita tidur." Juna memposisikan diri memeluk Istrinya.
"Mas gerah tahu, jangan dekat-dekat."
"Memangnya dedek bayi tidak mau di peluk?"
"Tidak"
"Ya sudah" Juna menjauhkan diri dari Rara.
Mereka tidur sampai malam hari karena merasa kelelahan.
Juna terbangun saat mendengar ponselnya berdering.
Hm siapa sih mengganggu saja." gumam Juna lalu meraih ponselnya yang tergeletak.
"Iya hallo" ucap Juna yang masih belum terkumpul semua kesadrannya.
"Juna, Rara, kalian lagi ngapain sih? ini kita dari tadi menghubungi kalian susah sekali."
"Ada apa sih Ma?"
"Kita mau makan malam di restoran. kalian ayo cepat turun nanti kita tunggu."
"Mamah sama yang lainnya duluan saja. nanti Juna memesan saja diantar kesini. kasihan Rara masih tidur kelelahan."
"Ya sudah kalau begitu." ucap Bu Farah
Setelah selesai mengobrol, Bu Farah mematikan panggilan telfonnya.
__ADS_1
Bu Farah menyuruh yang lainnya untuk langsung bergegas ke restoran.
"Mah, kenapa Kak Juna tidak ikut?" tanya Rey saat mereka sudsh duduk di salah satu kursi.
"Katanya Rara masih tidur kecapean."
"Yang pengantin baru siapa yang kecapean siapa." sindir Rey
"Hiiss Rara kan sedang hamil, maklum saja lah kalau gampang capek." ujar Bu Farah
Mereka segera memesan menu untuk makan malam. setelah pesanan mereka di antar, mereka hanya diam menikmati makan malam mereka.
"Nenek, Zie mau ke kamar Mamah." rengek Baby Zie
"Nanti yah sayang, setelah kita makan Nenek antarkan."
"Yey" Baby Zie tampak girang.
Setelah selesai Makan, Putri mengambil alih Baby Al yang ada di gendongan Inara. dan sekarang tinggal Inara yang makan. karena memang sengaja tidak makan bersama karena Inara harus menjaga Baby Al.
"Pelan-pelan saja Inar, tidak akan kami tinggal kok." ucap Rey melihat Inara sangat terburu-buru.
"Iya Pak, tapi saya laper." ucap Inara dan langsung melanjutkan lagi melahap makanannya.
"Kasihan sekali Inar kelaparan." ucap Bu Farah
Sesuai janjinya, setelah mereka makan malam Bu Farah mengantar Baby Zie menuju ke kamar Rara. sedangkan yang lainnya langsung kembali ke kamar masing-masing.
Ting tong
Bu Farah menekan bel yang ada di depan kamar Rara.
**** siapa sih yang mengganggu, lagi enak-enak juga." batin Juna
Memang saat ini Juna sedang bermain-main dengan Istrinya. apalagi pakaian atas Rara sudah terbuka semua. itu semua Rara yang meminta karena merindukan sentuhan. tadinya Juna menolak karena Rara tidak boleh dulu melakukan hubungan. tapi ternyata Rara hanya ingin di sentuh. dia tidak meminta Juna untuk melakukannya ke tahap itu.
"Sayang, kamu pakai lagi baju kamu." pinta Juna kepada Rara.
"Iya Mas" Rara mulai memakai kembali pakaiannya.
Setelah melihat Istrinya sudah berpakaian, Juna segera membukakan pintu kamarnya.
"Ada apa Mah?" tanya Juna kepada Bu Farah.
"Baby zie mau ikut sama kalian. dan ini ada makanan kesukaan Rara. kalian tidak usah pesan lagi di luar." ucap Bu Farah lalu memberikan bungkusan yang ada di yang ada di tangannya kepada Juna.
"Makasih Mah"
__ADS_1
"Sama-sama, ya sudah Mamah permisi dulu." lalu Bu Farah segera pergi menuju ke kamarnya.
"Mamah" Baby Zie memanggil Rara yang sedang duduk di pinggir ranjang.
"Sini sayang, kamu sudah makan Nak?" tanya Rara
"Sudah Mah, enak" Baby Zie mengacungkan kedua jempolnya.
"Anak siapa sih pintar sekali."
"Anak Mamah" jawab Baby Zie
"Hey, kalau bukan karena Papah tidak mungkin ada anak sepintar Zie."
"Iya deh, Papahnya paling top pokoknya."
"Zie mau nonton TV" rengek Baby Zie
"Rara menyalakan TV lalu Baby Zir beralih duduk di sofa dan melihat tayangan film kartun.
Juna duduk di sebelah Istrinya.
"Sayang, nanti kalau tidur kamu tidak usah pakai dalaman atas yah." bisik Juna di telinga Istrinya.
"Iya Mas, nanti setelah Baby Zie pulas kita pindah ke sofa saja." pinta Rara
"Siap sayang" lalu Juna mengecup singkay bibir Istrinya.
"Sekarang kita mandi yuk." Juna mengajak Istrinya mandi bareng.
"Mas duluan saja deh."
"Yakin tidak mau mandi bareng."
"Tidak Mas, Rara mandinya nanti saja setelah Mas Juna selesai."
"Baiklah" Juna melangkah pergi memasuki kamar mandi.
Kini Rara dan Juna sudah bersiap untuk tidur. lebih tepatnya menidurkan Baby Zie.
tak butuh waktu lama Baby Zie sudah tertidur pulas.
"Sayang ayo" bisik Juna di telinga Istrinya.
Juna dan Rara turun dari ranjang dan berjalan menuju sofa. Rara terlebih dahulu merebahkan diri di atas sofa. Juna langsung memulai aksi nakalnya.
"Mas inget kata Dokter."
__ADS_1
"Iya sayang, Mas tidak akan melakukan ke tahap itu." ucap Juna lalu langsung memulai permainan.