Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 47


__ADS_3

Zivana menaruh curiga kepada orang tuanya dan adik-adiknya. karena setiap dia ingin meminjam ponsel untuk menghubungi Alvin, mereka langsung melarangnya. Zivana juga tidak tahu ponselnya ada dimana karena dia lupa menyimpannya.


Zivana keluar dari dalam kamarnya. dia melirik sekitar kamarnya yang ternyata terlihat sepi. Zivana pergi ke kamar Eza. karena biasanya jam segini Eza sedang tidur.


Cklek


Zivana membuka pelan pintu kamar itu agar Eza tidak terusik dengan kedatangannya. Zivana menatap sekeliling kamar. dia melihat ponsel milik Eza tergeletak di atas meja. dia mengambil ponsel itu lalu kembali keluar kamar. Zivana kembali ke kamarnya. dia mencari nomor Alvin lalu menghubunginya.


Tut tut ( Panggilan terhubung )


📞"Hallo," ucap seorang wanita dari balik telfon.


Zivana terkejut saat mendengar suara wanita dari balik telfon.


Sebenarnya siapa wanita ini? apa Mas Alvin pergi bersama seorang wanita. apa dia berselingkuh dan orang tuaku menutupinya dariku." Zivana menutup rapat mulutnya sambil menduga-duga.


📞"Hallo Eza, ada apa Za? tumben sekali kamu telfon."


Zivana kembali mendengar wanita itu menyebut nama Eza. itu berarti Eza mengenal siapa wanita yang mengangkat paanggilan telfon Alvin.


📞"Siapa kamu? kenapa kamu memegang ponsel suamiku?" tanya Zivana namun Sela mematikan panggilan telfonnya.


Berani sekali dia mematikan panggilan dari Nyonya Alvin. lebih baik sekarang aku membangunkan Eza. aku butuh penjelasan atas semua ini." batin Zivana lalu kembali keluar dari kamarnya.


Zivana kembali ke kamar Eza untuk mengembalikan ponsel dan juga membangunkan Eza yang sedang tidur.


"Za, bangun Za!" Zivana menggoyang-goyangkan badan Eza. lama kelamaan Eza terbangun.


Eza menatap Kakaknya ada di sampingnya.


"Ada apa sih Kak? orang masih ngatuk gini di bangunin."


"Coba jelaskan semuanya sama Kakak!" Zivana menatap Eza dengan tatapan serius.


"Jelasin apa?"


"Sebenarnya dimana keberadaan Mas alvin? terus kenapa tadi Kakak telfon yang angat itu seorang wanita. dan juga wanita itu mengenalmu."


Astaga, emang dasar yah Sela ini pakai angkat telfon segala. kalau sudah seperti ini ribet jadinya." batin Eza

__ADS_1


"Kita bicarakan ini di ruang keluarga saja sama Mamah."


"Memangnya kenapa? apa Mas Alvin selingkuh?"


"Sekarang kita keluar saja," ucap Eza


Zivana dan Eza keluar dari kamar itu. Zivana langsung menuju ke ruang keluarga sedangkan Eza memanggil Ibunya.


Bu Rara melihat anaknya sedang duduk sendirian di ruang keluarga.


"Zie, kok kamu disini? anakmu kamu tinggal sendirian?"


"Iya Mah, sedang tidur," jawab Zivana


"Tadi Eza sudah bicara sama Mamah. maafkan kita karena sudah menyembunyikan semua ini darimu. itu semua juga agar kamu tidak sedih Nak."


"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Zivana


"Kamu tenangkan fikiran kamu dulu Nak, kamu harus siap mendengar kenyataaan ini. ingat, kamu jangan sedih. kasihan anak kamu kalau kamu sedih pasti akan berimbas juga ke anakmu."


"Iya Mah, Zie akan mencoba kuat dengan apa pun itu yang akan Zie dengar."


"Sebenarnya suamimu ada di rumah sakit Nak, dia masih koma setelah menjalani operasi. Eza yang selalu menemani Alvin disana. namun hari ini adikmu memilih istirahat karena cape nungguin Alvin terus."


Zivana mencoba untuk menguatkan dirinya agar tidak terlihat sedih di depan Ibunya. tapi apalah daya, dia tak bisa lagi menahan air matanya yang menetes begitu saja.


"Hiks..hiks..hiks.. kenapa Mamah baru mengatakan ini Mah? pasti Mas Alvin saat ini butuh Zie disampingnya," Zivana mengusap sudut matanya yang basah.


"Maaf Nak, bukan maksud Mamah mau menyembunyikan ini darimu. tapi saat itu kamu baru operasi dan Mamah Mamah tidak ingin kondisi kamu down saat kamu tahu bahwa suamimu sedang kritis."


"Iya Mah, Zie tidak menyalahkan Mamah kok. tapi untuk saat ini Zie mau ketemu Mas Alvin. apalagi tadi Zie mendengar suara wanita yang mengangkat panggilan telfon Zie. Zie takut jika ada wanita lain yang saat ini ada di samping Mas Alvin."


"Itu Sela, dia adik iparnya Alvin," ucap Bu Rara


"Nah kan, pelakor itu lagi. Zie mau ke rumah sakit sekarang Mah."


"Biar Eza temenin kamu yah," kata Bu Rara


"Katanya Eza kecapean Mah."

__ADS_1


"Tidak apa-apa, nanti Mamah paksa. lagian ayahmu dan adikmu sedang di kantor. dan Mamah akan menjaga anakmu selama kamu pergi."


"Baiklah," ucap Zivana


Kini keduanya beranjak dari duduknya. Zivana akan ke kamar untuk berganti pakaian. sedangkan Bu Rara ke kamar Eza untuk memintanya pergi menemani Zivana. kebetulan tadi setelah memanggil Ibunya, Eza kembali ke kamarnya.


°°


Zivana dan Eza sedang di dalam perjalanan menuju ke rumah sakit. sebenarnya Eza masih mengantuk. tapi nanti dia akan melanjutkan untuk tidur lagi di rumah sakit.


Saat ini mobil yang di kendarai Eza sudah sampai di parkiran rumah sakit. keduanya segera turun dari mobil. mereka berjalan menuju ke ruangan tempat Alvin di rawat.


Zivana baru tahu ternyata ruangan tempat Alvin menginap itu berada di sebelah ruangan saat dia menginap.


Cklek


Kini Eza membuka pintu itu. Zivana bisa melihat jelas ada seorang wanita di dalam ruangan itu. wanita itu menoleh ke belakang dan melihat kedatangan Eza dan Zivana.


Kok sudah rata itu perut, sepertinya dia sudah lahiran." batin Sela saat melihat Zivana.


"Ngapain kamu disini?" Zivana bertanya kepada Sela dengan ketus.


"Aku ini adiknya Kak Alvin, jadi wajar jika ada disini."


"Cepat kamu pergi! aku Istrinya dan akulah satu-satunya orang yang pantas menemani Mas Alvin disini. bukan pelakor berkedok adik tiri sepertimu."


"Hahahahaha.. tapi suamimu juga menyukaiku saat berada di atas ranjang."


"Stop! jangan bahas masa lalu. Eza, usir dia!"


"Baik Kak," Eza mendekat ke arah Sela dan menyeretnya keluar dari ruangan itu. saat ini di ruangan itu hanya ada Alvin dan Zivana.


Zivana mendekati Alvin lalu duduk di kursi yang ada di dekat ranjang pasien. dia memegang tangan kanan Alvin lalu mengecup singkat punggung tangannya.


"Mas, maafkan aku yang baru datang. anak kita sudah lahir loh Mas. dan besok akan ada syukuran pemberian nama untuk anak kita. tadinya Zie mau meminta Mas memberikan nama untuk anak kita. tapi kenapa Mas Alvin tidak bangun-bangun?" sejenak Zivana menjeda perkataannya.


"Zie harap Mas Alvin cepat bangun karena kita sangat membutuhkan Mas Alvin mendampingi kita. apalagi jagoan kecil kita pasti akan senang jika bisa bertemu ayahnya. kamu harus bangun Mas, jangan menyerah." Zivana mengecup singkat kening suaminya setelah dia selesai berbicara. Zivana berharap jika suaminya mendengar semua perkataannya.


Cukup lama Zivana berada di rumah sakit. dia dan Eza memilih untuk pulang. namun sebelum pulang, Zivana menghubungi Bi Salma menggunakan ponsel milik suaminya yang tergeletak di atas meja. Zivana menyuruh Bi Salma untuk menjaga Alvin selama 24 jam di rumah sakit. dan dia mengatakan jika akan memberinya bonus. Zivana tidak ingin jika Sela terus berkeliaran di sekitar suaminya.

__ADS_1


°°°


__ADS_2