
Alvin mengerjapkan kedua matanya. dia melihat ruangan yang asing.
"Perasaan ini bukan di kamarku," gumam Alvin lalu dia menyingkap selimut yang menutupi dirinya.
Apa semalam aku melakukannya? apa orang itu Sela?" Alvin kembali mengingat kejadian semalam. dia ingat jika semalam dia ke toilet dan saat keluar, dia bertemu dengan Sela.
Alvin beranjak dari atas tempat tidur. saat dia melipat selimut, dia melihat ada sedikit noda merah yang sudah mengering di atas seprei.
Ini noda apa? apa aku terluka? tapi aku tidak merasakan sakit. apa ini darahnya Sela? tapi darah apa? tidak mungkin kan ini darah k*prawanan." batin Alvin karena memang Sela itu sebelumnya juga sudah tidak virgin. bahkan saat pertama kali mereka melakukannya.
Aku harus mengecek CCTV hotel ini." batin Alvin
Alvin mengambil ponsel miliknya yang tergeletak di atas meja.
Astaga sudah pukul 10 pagi, pantas saja seperti sudah sangat siang." gumam Alvin sambil menatap pantulan cahaya dari balik horden yang menutupi kaca jendela kamar itu.
Alvin memilih untuk membersihkan dirinya. setelah selesai, dia menghubungi layanan kamar untuk memesan makanan.
Setelah selesai makan, Alvin memilih untuk keluar dari kamar itu. dia mau mencari petugas keamanan hotel. setelah dia bicara dengan resepsionis, Alvin di suruh menunggu dulu. karena tidak semudah itu dia bisa melihat CCTV yang merupakan privasi.
"Maaf Pak, apa Bapak yang meminta untuk melihat CCTV hotel ini?" tanya seorang manager hotel yang datang menghampiri Alvin.
"Iya Pak, apa saya boleh melihatnya? saya mau melihat siapa yang membawa saya ke kamar hotel. karena semalam saya setengah sadar." ucap Alvin
"Silahkan Pak, biar saya antar!"
"Terima kasih," kata Alvin
"Sama-sama Pak," jawab manager itu.
Saat ini Alvin sudah berada di ruang CCTV. dia meminta petugas untuk mengecek CCTV semalam di lorong yang menuju ke kamar tempat Alvin menginap.
"Silahkan Pak," ucap seorang petugas sambil memperlihatkan tayangan CCTV semalam.
Alvin melihat dia masuk ke dalam kamar itu bersama dengan Sela. namun beberapa saat ada yang masuk lagi. Alvin melihat jelas wajah Zivana. karena di tayangan CCTV itu Zivana menengok kanan kirinya. tak lama setelah Zivana masuk, Sela malah keluar dari kamar itu. namun Alvin mencoba mempercepat menit berikutnya. di tayangan CCTV itu Zivana tidak keluar lagi dari kamar.
Alvin mengusap wajahnya kasar. kali ini dia bisa menyimpulkan jika wanita yang dia tiduri semalam itu Zivana.
__ADS_1
Pantas saja rasanya beda," batin Alvin
Alvin segera berterima kasih kepada petugas CCTV karena dia sudah di perbolehkan untuk melihat CCTV di hotel itu. Alvin segera pergi dari hotel. tujuannya saat ini hanya pulang. dia ingin segera bertemu dengan Zivana.
Cukup lama Alvin mengemudi, akhirnya kini mobil yang dia kendarai sudah sampai di depan rumahnya.
Alvin segera masuk ke dalam rumah. dia menghampiri Bi Salma yang saat ini sedang berada di dapur.
"Bibi," ucap Alvin
Bi Salma menengok ke belakang. dia melihat majikannya yang sudah pulang.
"Iya Tuan?"
"Zivana ada tidak?" Alvin bertanya namun dengan suara sedikit pelan agar tidak terdengar dari kamar Zivana. karena kamar yang di tempati Zivana dekat dengan dapur.
"Bibi tidak tahu Tuan, Bibi tidak melihatnya," jawab Bi Salma
"Masa sih?"
Alvin segera pergi dari hadapan Bi Salma. dia akan mengeceknya sendiri ke kamar belakang. Alvin membuka pintu kamar yang ternyata tidak di kunci.
Cklek
Alvin masuk ke dalam kamar. dia melihat kamar terlihat rapih. tidak ada kosmetik milik Zivana yang biasa tergeletak di atas meja. Alvin mendekati lemari baju yang ada di kamar itu. dia membuka lemari namun dia tidak melihat satupun pakaian milik Zivana.
Apa Zivana kabur? apa ini karena aku telah melakukan itu ke padanya? jangan-jangan dia kabur ke rumah orang tuanya. aku harus pergi ke sana untuk memastikannya." batin Alvin lalu dia keluar dari kamar itu.
Alvin memilih ke kamarnya untuk berganti pakaian dengan pakaian santai. dia memilih istirahat sebentar karena masih lelah. setelah merasa cukup beristirahat, dia segera pergi ke rumah Pak Juna.
Alvin masuk ke dalam mobilnya. dia segera mengemudikan mobilnya menuju ke rumah Pak Juna. kebetulan rumah Pak Juna tak terlalu jauh dari tempat tinggal Alvin. hanya 30 menit saja dia sampai di rumah itu.
Tin
Alvin membunyikan klakson mobilnya saat mobilnya sudah berada di depan rumah Pak Juna. Alvin segera keluar dari dalam mobil.
Alvin berjalan mendekati pintu masuk. lalu dia mengetuk pintu itu.
__ADS_1
Tok tok
Kebetulan Bu Rara sedang membereskan meja ruang keluarga. karena tadi semua keluarganya habis berkumpul santai sebelum Zivana dan Eza pergi.
Cklek
Bu Rara melihat menantunya sedang berdiri di depan rumah.
"Maaf Mah, apa Zivana disini?" Alvin bertanya dengan ramah kepada Bu Rara.
"Untuk apa mencari Zivana?" Bu Rara menatap sinis menantunya. dia sudah terlanjur kecewa saat tahu jika anak perempuannya hanya di nikahi untuk di permainkan.
"Saya mau menjemputnya pulang," ucap Alvin
"Tidak boleh! Zivana mau saya nikahkan dengan pengusaha kaya," ucap Bu Rara lalu segera menutup pintu rumahnya.
Sebenarnya Bu Rara bukan tipe wanita yang pendendam. dia wanita yang lemah lembut dan sopan. dia bersikap seperti itu biar Alvin sadar jika wanita sebaik Zivana tidak pantas di perlakukan tidak adil olehnya.
Maaf Nak Alvin, tapi saya kecewa karena Nak Alvin sudah mempermainkan anak saya." gumam Bu Rara lalu dia kembali mengelap meja. karena tadi belum sempat di lap.
"Siapa yang datang Mah?" terlihat Pak Juna datang menghampiri Istrinya.
"Nak Alvin, tapi sudah Mamah usir," jawab Bu Rara
"Iya Mah, jangan bukain pintu untuk anak itu. enak saja dia berani mempermainkan anak kita." ucap Pak Juna
"Iya Pah," jawab Bu Rara
Pak Juna kembali masuk ke ruang kerjanya yang ada di rumah itu. tadi dia sudah menghubungi orang suruhannya untuk mengorek informasi tentang Alvin dan keluarganya. kali ini dia tinggal menunggu informasi yang di dapat oleh orang suruhannya.
Aku di usir? ini tidak salah? ah sudahlah ngapain juga aku mikirin hal tidak penting. lebih baik sekarang fikirkan rencana agar Zivana tidak menikah lagi." gumam Alvin lalu dia segera masuk ke dalam mobilnya.
Jika Zivana menikah lagi rencana dia untuk menyakiti Zivana akan gagal total.
Lebih baik saat ini aku harus buat dia kembali jatuh cinta kepadaku. lalu aku meninggalkannya." batin Alvin sambil tersenyum menyeringai.
°°°
__ADS_1