
Juna yang sedang mengerjakan pekerjaannya dikagetkan dengan suara ketukan pintu dari arah luar ruangannya.
setelah dia mempersilahkan masuk, orang tersebut yang ternyata adalah Rio masuk menghadapnya.
"Ada apa?" tanya Juna
"Begini Tuan, saya sudah tahu tempat tinggal Nona mutiara." ucap Rio melaporkan penyelidikannya.
"Hm, kalau itu saya sudah tahu. apa ada yang lainnya?" tanya Juna
"Rara sudah punya anak dan dia sudah berpisah dengan suaminya."
"Dari mana kamu tahu dia sudah berpisah?"
"Saya tahu dari Tuan Rey. kemarin saat saya membuntuti Bu Susan hingga ke tempat tinggal Rara, Rey juga ada disana. lihat diam-diam dari kejauhan."
"Kalau Rey saya tahu jika dia mencintai Rara. tapi kalau Bu Susan, jadi selama ini Rara tinggal bersamanya?" tanya Juna kepada Rio
"Saya kurang tahu Tuan, hanya saja kemarin saya mengikuti Bu Susan dan sampai di tempat tinggal Rara. kalau urusan tinggal bersama atau tidaknya saya tidak tahu." ucap Rio kepada atasannya.
"Ya sudah, kamu boleh keluar." Juna menyuruh Rio untuk keluar dari ruangannya.
Juna kembali mengerjakan pekerjaannya.
dia yang ingin cepat-cepat ketemu Rara, sampai-sampai melupakan makan siang demi pekerjaannya cepat selesai.
Juna mematikan laptop miliknya. lalu dia merentangkan tangannya. rasanya sudah capai sekali apalagi dia belum makan siang.
siang melihat jam dinding yang ada diruangan itu. ternyata sudah pukul 3sore. Juna memilih untuk pulang cepat sekalian mencari makan di luar.
Juna mengendarai mobilnya menuju mall terdekat. dia memikih untuk makan di salah satu restoran yang berada di Mall itu. setelah selesai, dia berkeliling untuk membeli pakaian bayi dan pakaian muslimah. dia akan membelikan beberapa pakaian untuk Rara dan Babay Zie. dia tidak boleh kalah start dari Rey.
Juna memasuki salah satu toko pakaian muslimah. dia membeli beberapa gamis dan khimar untuk Rara. lalu dia berjalan ke toko lainnya untuk membeli tas dan high heels untuk Rara. tidak lupa dia membelikan Rara perhiasan mewah dan alat Make Up yang paling mahal.
Setelah merasa cukup, Juna langsung mencari pakaian untuk bayi perempuan. Juna membeli beberapa dress kecil yang lucu-lucu. beberapa piyama dan lainnya. Juna juga membeli kereta bayi. karena saat dia ketempat tinggal Rara beberapa waktu yang lalu, dia tidak melihat ada kereta bayi.
tidak lupa, Juna juga membelikan mainan dan beberapa boneka.
Setelah selesai berbelanja, Juna membayar orang untuk membantu membawa barang belanjaannya.
__ADS_1
Juna sudah berada di parkiran Mall. setelah menaruh semua barang belanjaannya, Juna segera bergegas pergi. dia sangat bersemangat karena sebentar lagi akan bertemu dengan Rara dan Baby Zie.
Juna sudah sampai di depan toko kue Pak Sam. dia segera memarkirkan mobilnya disana.
Juna segera mengambil barang yang tadi dia beli. karena jumlahnya banyak, Juna memilih untuk membawa beberapa dulu. nanti dia kembali lagi untuk mengambil yang lainnya.
Juna sudah berdiri di deoan Mess tempat tinggal Rara. dia segera mengetuk pintu. beberapa saat pintu itu terbuka.
Rara sendiri yang membuka pintunya.
"Mas Juna" Rara kaget saat melihat Juna datang kesana.
"Aku kesini mah mengunjungimu." ucap Juna lalu dia masuk begitu saja ke dalam walaupun Rara belum mempersilahkan.
Rara mengikuti Juna yang sudah masuk
ke dalam. dia melihat Juna menaruh beberapa paper bag dan kantong kresek besar di lantai.
"Mas itu apa? kok banyak sekali?" tanya Rara
"Ini untuk kamu dan Baby Zie." ucap Juna lalu dia segera keluar dari Mess.
Juna mengambil kereta bayi dan barang lain yang tadi belum dia bawa.
"Kenapa banyak sekali?" tanya Rara
"Tidak kok, ini malah kurang." ucap Juna yang masih sibuk menaruh barang yang dia bawa.
"Ini bajunya kenapa banyak sekali? tempatnya tidak cukup lagi untuk menaruh baju." ucap Rara
"Yang benar saja?" Juna yang penasaran langsung nyelonong masuk ke dalam kamar Rara. dan benar saja, disana hanya ada lemari plastik ukuran kecil yang tampak penuh karena baju milik Baby Zie juga ditaruh disana.
"Emm, ya sudah kamu taruh dulu saja disini. besok aku akan membelikan lemari yang lebih besar."
"Ini semua maksudnya apa? kenapa Mas Juna membelikan banyak sekali barang-barang?" tanya Rara
"Ini semua bentuk minta maaf Mas yang tidak seberapa. karena selama ini Mas sudah jahat sekali kepadaku. Mas membiarkanmu bekerja banting tulang sedangkan kehidupan Mas sendiri berkecukupan." Juna sedikit malu untuk meminta maaf kepada Rara. karena menurutnya, perbuatannya itu tidak bisa dimaafkan lagi.
"Rara sudah maafin Mas kok, jadi Mas tenang saja." Rara masih bisa tersenyum setelah dia mengucapkan perkataannya.
__ADS_1
"Terimakasih" Juna yang begitu senang, hendak memeluk Rara. namun Rara menghindar.
"Kita bukan muhrim Mas." kata Rara
"Maaf" hanya kata itu saja yang Juna ucapkan.
Juna baru ingat jika dia akan menanyakan sesuatu yang penting kepada Rara.
"Ra, apa Baby Zie itu anak saya?" tanya Juna
"Memangnya kenapa? itu tidak penting." Rara tidak mau jika nantinya Juna mengambil Baby Zie darinya.
"Jawab yang jujur Ra."
"Apa Mas Juna akan mengambil Baby Zie dariku?" tanya Rara
"Tidak, mana mungkin Mas tega memisahkan seorang anak dari ibunya."
"Saya hanya ingin tahu kebenarannya. jika memang iya, saya sudah begitu jahat karena menelantarkan kalian berdua tanpa memberi nafkah sedikitpun." Juna tampak menunduk.
"Iya dia anak kita Mas, alhamdulilah berkat do'a Rara, akhirnya langsung hamil."
"Tapi bukannya kita hanya melakukan satu kali?" tanya Juna
"Iya Mas" kata Rara
"Kenapa kamu tidak bicara kepadaku?" tanya Juna
"Ngapain? lagian percuma jika Rara bicara. karena Mas sudah hidup bahagia bersama Kak Luna. ah sudah lupakan, sekarang Rara juga sudah bahagia karena hadirnya Baby Zie." ucap Rara
Juna langsung mendekati anaknya yang sedang tertidur diatas kasur di depan televisi.
"Sayang, maafin Papah yah." Juna menciumi kedua pipi Baby Zie hingga dia terusik dan bangun dari tidurnya.
Oek oek
"Tuh Mas Baby Zie bangun, jangan di gangguin dong." pinta Rara
"Cup cup cup sayangnya Papah bangun yah, sini Papah gendong." Juna menggendong anaknya.
__ADS_1
Seketika tangis Baby Zie langsung terdiam. dia menatap wajah Ayahnya dan sesekali tersenyum. Rara yang melihat itu tampak bahagia. akhirnya Baby Zie bisa merasakan kasih sayang dari ayahnya.
°°°°