
Zivana melihat Pak Dokter masuk ke dalam ruangan itu.
"Pak, apa hasil pemeriksaan suami saya sudah keluar?"
"Sudah Nona, ini hasilnya," Pak Dokter mendekati Zivana lalu memberikan amplop putih yang di bawanya.
Zivana membuka amplop putih yang sedang di pegang. dia membaca tulisan di amplop itu.
dia bernafas lega karena hasil pemeriksaan menyatakan jika tidak ada hal serius di perut suaminya pasca operasi.
"Syukurlah," gumam Zivana lalu beralih menatap Dokter. "Lalu, kapan suami saya boleh pulang?"
"Hari ini juga sudah boleh pulang," jawab Pak Dokter
"Terima kasih Dok," ucap Zivana
"Sama-sama, kalau begitu saya permisi dulu," Pak Dokter keluar dari ruangan itu.
Zivana menatap suaminya yang sedang duduk di atas ranjang pasien. ternyata suaminya itu sedang menatapnya.
"Mas, kenapa lihatin aku seperti itu?"
"Kalau Mas boleh pulang, berarti kita sudah boleh mesra-mesraan dong."
"Plis yah Mas, aku juga habis operasi loh sepertimu. nunggu beberapa bulan lagi. lagian anak kita masih kecil."
"Yah tidak dapat jatah," gumam Alvin
"Sabar Mas," Zivana mengusap jari jemari suaminya yang sedang di genggamnya.
Zivana beranjak dari duduknya. dia membereskan barang bawaan Alvin untuk di bawa pulang.
°°°
Siang harinya Alvin dan Zivana pulang dari rumah sakit. kebetulan Eza yang menjemput mereka. Zivana mengajak Alvin tinggal di rumahnya untuk sementara waktu.
Eza melirik kaca mobil, Zivana dan Alvin sejak tadi bermesraan di sepanjang perjalanan.
"Ekhm, tunggu sampai rumah dulu Kak. tidak sabaran sekali sih."
"Apaan sih Za," Zivana menatap Eza yang sedang mengemudi.
__ADS_1
"Kalau mau mesra-mesraan tunggu kita sampai di rumah Kak. jangan disini, tidak enak di lihat."
"Bilang saja kamu ingin Za," ucap Alvin
"Dia sudah punya kekasih loh Mas," ucap Zivana kepada suaminya.
"Benarkah? siapa wanita itu?"
"Aku juga tidak tahu, nama di kontaknya sih My love," ucap Zivana
"Wah kenalin dong Za, masa pacaran diem-dieman saja sih," ucap Alvin
"Nanti kalau sudah waktunya pasti Eza kenalin kok," ucap Eza lalu dia kembali fokus mengemudi.
Kini mobil yang di kendarai Eza sudah sampai di depan kediaman Dirgantara. mereka bertiga segera keluar kamar setelah mobil itu berhenti.
"Za, kamu bawa tas Mas Alvin yah," pinta Zivana
"Terus Kakak bawa apa?"
"Aku tidak bawa apa-apa, sudahlah, lebih baik menurut saja," Zivana melangkah menuju ke rumah dengan menggandeng tangan suaminya.
Bu Rara yang ada di rumah menyambut hangat kedatangan menantunya. Zivana mengantar Alvin menuju ke kamar atas.
Zivana menutup pintu kamar saat dia dan suaminya sudah berada di dalam.
"Mas, kamu istirahat saja yah!" Zivana menuntun suaminya dan kini mereka duduk bersebelahan di pinggir ranjang.
"Iya sayang, bareng kamu bukan?"
"Aku mau ke bawah dulu jagain Baby Rayan."
"Anak kita tidur di kamar bawah yah, terus kita disini?"
"Aku di bawah sama anak kita."
"Kenapa tidak menyuruh Mamah saja sih untuk jagain anak kita?"
"Apa Baby Rayan dibawa ke kamar ini saja yah, tidur bareng kita."
"Mas saja deh yang tidur di bawah bareng kalian. tapi kamar kamu ini juga harus sesekali kita tempati, masa sih kita tidur bertiga terus. sesekali kita tidur berdua loh."
__ADS_1
"Iya Mas, nanti Zie bicara sama Mamah biar mau gantian jagain Baby Rayan saat malam."
"Terima kasih sayang," Alvin memeluk Istrinya.
"Sama-sama Mas," jawab Zivana
Setelah selesai mengobrol, Zivana keluar dari kamar itu untuk pergi ke dapur. dia akan memasak makan siang untuk suaminya. sedangkan Alvin duduk di atas ranjang sambil menyenderkan kepalanya.
Bu Rara menghampiri Zivana yang sedang sibuk di dapur.
"Zie, kamu sedang masak apa? itu Mamah sudah masak loh kalau untuk makan siang."
"Zie masak untuk Mas Alvin, nih mau masak nasi liwet sama sayur bening."
"Mau Mamah bantu?"
"Tidak perlu Mah, aku bisa sendiri kok." ucap Zivana tanpa menghentikan aktivitasnya.
"Baiklah, kalau gitu Mamah jagain cucu Mamah saja," Bu Rara kembali pergi dari hadapan anaknya.
Saat ini Zivana sudah selesai memasak. dia membawa masakannya menuju ke kamarnya yang ada di lantai atas.
Cklek
Zivana membuka pintu kamar. dia melihat suaminya yang sedang menonton televisi sambil menyenderkan badannya di pinggir ranjang.
"Mas, makan dulu yuk!" Zivana menaruh nampan yang dia bawa di meja kecil dekat ranjang.
Alvin menatap makanan yang dibawa oleh Istrinya.
"Kok menunya seperti itu doang sih, tidak enak sekali."
"Lalu, kamu mau makan apa Mas? yang sabar Mas, ini juga demi pemulihanmu. aku juga makan sayur bening loh tiap hari."
"Iya deh, tapi harus di suapin kamu biar berselera."
"Baiklah," Zivana mengambil piring yang sudah ada nasinya. lalu dia memasukan sayur bening yang ada di dalam mangkuk.
Zivana mulai menyuapi suaminya dengan telaten. Alvin yang tidak berselera makan, berkat di suapi oleh suaminya, dia menjadi sedikit berselera.
°°°°
__ADS_1