Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part_55


__ADS_3

Juna sudah bersiap-siap untuk pergi


ke kantor. dia memiliki niat untuk menyelidiki kegiatan apa saja yang dilakukan istrinya setiap harinya. dia akan menyuruh Rio untuk membantunya secara langsung.


Juna yang sudah berada di ruangannya segera memanggil Rio untuk datang keruangannya.


beberapa saat Rio sudah berada disana. Raka menyuruhnya untuk duduk di hadapannya.


"Ada apa Tuan memanggil saya?" tanya Rio


"Saya menugaskan kamu untuk mengintai istri saya kemanapun dia pergi termasuk saat dia pergi ke tokonya." ucap Juna


"Memangnya kenapa Tuan menyuruh saya untuk mengintai Nona Luna?" Rio bertanya tujuan dari ucapan atasannya.


"Saya mencurigai bahwa dia bermain mata dibelakang saya."


"Baiklah Tuan, saya akan lakukan tugas dari Tuan. jadi mulai kapan saya harus mengintai istri Anda?" tanya Rio


"Mulai besok pagi saat istri saya berangkat kerja."


"Baiklah Tuan, kalau tidak ada yang akan dibicarakan lagi saya permisi." Rio pergi meninggalkan ruangan atasnnya.


Juna memulai melakukan pekerjaannya. disela-sela dia bekerja, dia memikirkan Rara. dia jadi teringat saat dia memfitnahnya berselingkuh hanya karena dia sering melihat Rara bersama lelaki lain. tapi nyatanya kini istrinya sendiri yang dia curigai berselingkuh.


Juna penasaran seperti apa suami Rara sekarang. dia berniat akan menyelidiki siapa orang yang sudah menikahinya. dan dia berniat untuk membantu Rara yang masih dicari keberadaannya oleh Bu Farah.


selama beberapa bulan pencarian, Bu Farah belum menemukan titik terang keberadaan Rara. dia kembali menyuruh orang suruhannya mencari Rara di luar kota.


Juna takut jika ibunya mengetahui bahwa dia pernah menikah siri dengan Rara.


Tring tring


Disela-sela lamunannya, Juna mendengar suara ponselnya yang berdering. ternyata itu panggilan dari Luna.


📞"Hallo" ucap Juna

__ADS_1


📞"Hallo sayang, kamu kok tidak bangunin aku sih. terus berangkat duluan padahal belum pamitan." ucap Luna dari balik telpon.


📞"Maaf sayang, tadi ada pekerjaan mendesak. sudah dulu yah, ini lagi sibuk sekali." Lalu Juna mematikan panggilan telponnya. dia tidak menghiraukan istrinya yang masih mengoceh.


Setelah mematikan panggilan telpon, Juna kembali menaruh ponselnya dimeja kerjanya.


dia duduk bersandar pada kursi sambil memijat pelipisnya. Juna sudah tidak sabar ingin mengetahui semua kebenaran mengenai Luna. dia takut jika yang dia curigai semuanya benar.


°°°


Rara merasa tidak enak karena dia hanya menumpang saja. Bu Susan dan Pak Sam tidak mengizinkannya bekerja. itu karena Rara yang harus mengurus Baby Zie. sedangkan Putri sudah bekerja lagi di toko kue Pak Sam.


Rara yang sedang menggendong Baby Zie berjalan memasuki toko kue.


"Putri" Rara memanggil Putri yang baru saja melayani pelanggan.


"Loh Rara, Kok kamu kesini?"tanya Putri yang sudah berjalan menghampiri Rara yang baru masuk.


"Aku bete Put, tidak ada yang dikerjakan. ngantuk sekali rasanya." ucap Rara


"Hm iya sih"


"Kamu disini Ra?" tanya Pak Sam yang baru keluar dari dapur.


"Iya Pak, Rara bete tidak ngapa-ngapain." ucap Rara yang memang merasa bete.


"Begini saja Ra, bagaimana jika kamu membuat kue goreng yang biasa kamu jual diwarung-warung. nanti kuenya titipkan disini. karena saya disini tidak menjual kue goreng." Pak Sam memberikan idenya


"Bagus juga itu Ra" sahut Putri yang setuju dengan saran Pak Sam.


"Nanti Rara bikinnya disini atau dimana?


soalnya Rara tidak mau ninggalin Baby Zie.


Rara ingin bekerja sambil memantaunya." ucap Rara

__ADS_1


"Kamu bisa pakai dapur yang ada di Mess untuk membuat kue. kalau disana kamu bisa juga pindahin kasur dilantai untuk nidurin Baby Zie." ucap Pak Sam


"Baiklah kalau begitu mulai besok Rara mau buat kue." Rara merasa senang sekali karena akhirnya ada pekerjaan yang bisa dia kerjakan.


"Kalau begitu Rara permisi mau kembali ke Mess." lalu Rara berlalu pergi.


Saat Rara hendak keluar dari pintu masuk toko, dia tidak sengaja berpapasan dengan Rey yang akan masuk.


"Rara" Rey merasa tak percaya melihat wanita yang sedang menggendong anak kecil itu adalah Rara.


"Mas Rey" Rara kaget saat dia dipertemukan kembali denangan Rey.


"Ini anak kamu Ra?" tanya Rey


"Iya Mas ini anak Rara, Mas Rey ngapain disini? memangnya tidak bekerja?" tanya Rara


"Habis bertemu klien tadi sekalian mampir kesini. tadi saya lihat dari ujung sana sepertinya kue disini enak." ucap Rey


"Memang enak Mas, coba saja Mas Rey pilih yang Mas Rey suka."


"Kalau begitu Rara permisi dulu, kasihan Baby Zie sudah mau tidur." ucap Rara lalu dia segera pergi dari sana.


Rey masih menatap kepergian Rara. dia semakin penasaran seperti apa suami Rara itu. Putri dari tadi melihat interaksi antara Rara dan Rey. dia juga melihat Rey yang terus menatap kepergian Rara. Putri curiga jika ada sesuatu diantara mereka.


Putri berjalan menghampiri Rey.


"Permisi Kak, apa Kakak sedang mencari kue?" tanya Putri yang sudah berdiri dihadapan Rey


"Ah iya saya sedang mencari kue Brownis." ucap Rey


"Silahkan pilih yang kakak suka." Putri menyuruh Rey memilih kue yang dia inginkan.


Rey membeli 20 kue brownis toping keju. dia berniat membagikannya kepada beberapa karyawannya dikantor.


Rey kembali ke kantor setelah membayar kue yang dibelinya.

__ADS_1


__ADS_2