Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part_22


__ADS_3

Pagi harinya Rara sudah bangun terlebih dahulu. memang semalam tidak terjadi apa-apa antara sepasang suami istri itu. tapi Rara sudah sangat senang karena mereka bisa tidur satu ranjang.


Tring tring (Rara mendengar ponsel milik suaminya berdering. )


Rara melihat ke sumber suara. dia melihat ponsel milik suaminya yang sepertinya cukup mahal. di lihat di layar ponsel tertera nama "Mymom".


Rara melirik ke arah suaminya lalu dia membangunkannya.


"Mas bangun" ucap Rara sambil menepuk-nepuk wajah suaminya.


"Eugh" Juna masih setengah sadar.


"Mas" panggil rLRara dan seketika Juna membuka kedua bola matanya.


"Ada apa sih, masih pagi juga?" tanya Juna


"Tadi ponselnya berbunyi Mas sepertinya ada yang menelpon."


Lalu Juna mengambil ponsel miliknya dan benar saja ada satu panggilan tidak terjawab dari Ibunya.


Juna berfikir sejenak, dia takut jika istrinya sempat melihat nama yang tertera di layar ponselnya. karena yang Rara tahu bahwa orang tua juna meninggal karena kecelakaan.


Ah mana berani dia melihat ponselku." Juna masih was-was memikirkan apakah istrinya sempat melihat nama yang tertera di layar ponselnya tadi.


Juna mengambil ponselnya dan melangkah ke arah kamar mandi untuk melakukan panggilan ulang.


Rara yang melihat Juna memasuki kamar mandi tampak berfikir.


Mengapa Mas Juna harus menelpon di kamar mandi? sebenarnya siapa Mymom itu? apa yang Mas Juna di sembunyikan dariku" Rara masih bergelut dengan pikirannya.


Rara mencoba menepiskan pemikiran yang tidak-tidak mengenai suaminya.

__ADS_1


Di dalam kamar mandi Juna sedang berbicara dengan Ibunya di balik telpon.


📞"Hallo, kamu kemana saja Di? kenapa tidak pulang ke rumah?" tanya Bu Farah lalu Juna menjauhkan telpon dari telinganya ketika mendengar suara Ibunya yang berbicara dengan nada tinggi.


📞"Kalau bicara pelan-pelan Mah, sakit nih Didi dengarnya." ucap Juna


📞"Hehe maaf, kamu jawab dulu pertanyaan Mamah. sebenarnya kamu kemana? tadi Luna berkunjung kesini nanyain kamu."


📞"Didi sedang di bandung mah ada urusan sama klien."


📞"Beneran klien kan bukan sedang bersama wanita?"


📞"Beneran Mah" bohong Juna


📞"Baiklah jika sudah selesai kamu cepat pulang. kalian harus fighting baju pengantin di butik teman Mamah."


📞"Baiklah Mah" lalu bu Farah mematikan panggilan telponnya.


°°°°°°°


"Pak kita mampir dulu atau lanjut saja?" tanya Rio saat melewati sebuah restoran mewah.


"Sepertinya lanjut saja" ucap Juna sambil melirik ke arah istrinya yang sedang tertidur.


Mobil yang di kemudikan Rio sudah sampai di depan gerbang kontrakan Juna.


Juna membangunkan istrinya yang masih tertidur.


"Ra bangun Ra" Juna mengusap pelan pipi istrinya.


"Eh sudah sampai yah" ucap Rara sambil mengucek matanya.

__ADS_1


Sebelum turun Rara terlebih dahulu membenarkan jilbabnya yang tampak berantakan.


Keduanya berjalan berdampingan melewati gerbang itu. Rio menatap kepergian bosnya. dia melihat Rara dan bosnya memasuki kontrakan yang sama. sekarang dia sudah yakin jika bosnya dan Rara itu bukan hanya sekedar pasangan kekasih. Rio kembali melajukan mobilnya menjauh dari kontrakan sederhana itu.


°°°°°°°


Rara melihat suaminya langsung memasuki kamarnya. begitupun dia juga langsung memasuki kamar yang bersebelahan dengan suaminya.


Karena kelelahan Rara ketiduran, dia bangun jam 1 siang. dia sedikit merasa gundah tapi entahlah dia juga tidak tau perasaan apa yang dia rasakan sekarang. Rara langsung mandi karena tadi pagi saat baru datang dia yang berniat rebahan malah ketiduran. setelah mandi Rara melaksanakan shalat dzuhur. lalu dia bergegas keluar kamar dan melangkah ke arah kamar suaminya.


Tok tok ( Rara mengetuk pintu kamar suaminya.)


"Mas Juna" ucap Rara lalu kembali mengetuk pintu kamar itu tapi tetap tidak ada jawaban.


Krek "Rara mencoba membuka pintu kamar itu ternyata tidak di kunci.


Rara memasuki kamar itu dan di dalam tampak rapi. tidak ada cucian kotor seperti biasanya. lalu Rara memberanikan diri membuka lemari yang berada di kamar itu. namun dia melihat pakaian yang biasa Juna pakai tertumpuk rapi di dalam sana.


mungkin saja Juna sedang keluar." pikirnya


Rara melangkah ke dapur dan memasak makanan untuk dirinya karena sejak tadi sudah merasa lapar. setelah makan tidak lupa dia sisakan makanan untuk suaminya.


Tilulit tilulit


Terdengar dering dari ponsel jadul miliknya.


Terlihat ada panggilan masuk dari nomor baru. Rara langsung mengangkat panggilan dari nomor tidak di kenali itu.


ternyata panggilan kerja, dia di terima kerja di Dirgantara Group berkat bantuan Rey.


Terimakasih ya rabb, terimakasih Mas Rey." Rara sangat bersyukur atas rezeki yang dia dapat itu.

__ADS_1


__ADS_2