Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 10


__ADS_3

Pagi ini Zivana sedang berkutat di dapur. dia akan memasak untuk suaminya. Bi Salma sudah menawarkan diri untuk membantu majikan perempuannya itu. namun Zivana menolak dengan alasan Alvin memintanya masak sendiri tanpa bantuan orang lain. Zivana hanya masak nasi goreng. karena menurutnya itu masakan paling mudah selain mie goreng.


Zivana memasukan nasi goreng buatannya ke dalam piring. lalu dia hidangkan di meja makan. kebetulan Alvin sedang melangkah menuju ke ruang makan. dia melihat Istrinya sedang menghidangkan makanan di meja.


"Sudah matang?"


"Sudah Mas eh Tuan, silahkan di nikmati!" ucap Zivana lalu kembali ke dapur untuk membereskan dapur yang di buat acak-acakan olehnya.


Alvin melihat tampilan nasi goreng yang ada di depannya. dia langsung menyuapkan ke dalam mulut. dia merasakan rasa sangat asin. Alvin langsung meludahkannya ke lantai.


"Zie..Zivana..." Alvin berteriak memanggil Istrinya.


Zivana langsung menghentikan aktivitasnya dan dia menghampiri suaminya.


"Iya ada apa?" tanya Zivana yang sudah berada di depan Alvin.


"Coba kamu makan nasi goreng ini!" pinta Alvin


"Tapi itu punya Tuan" ucap Zivana


"Kamu harus cobain!" pinta Alvin yang tetap menyuruh Istrinya untuk mencicipi makanan yang menurutnya sangat tidak enak.


Zivana mengambil sendok yang lain. lalu dia mulai mengambil sedikit nasi goreng di dalam piring dan langsung dia lahap. Zivana meringis karena merasakan masakan yang jauh sekali dari kata enak.


Zivana menyambar asal gelas yang ada di atas meja. lalu dia langsung meneguk habis air yang ada di dalam gelas itu.


"Itu gelas saya," ucap Alvin dan Zivana meneguk ludahnya kasar.

__ADS_1


Astaga cari mati aku, sudah kagak bisa masak di tambah minum minuman miliknya." batin Zivana yang kini masih berdiri di sana.


"Bi, Bibi..." Alvin berteriak memanggil pembantu rumahnya.


Tak lama Bi Salma datang ke hadapan majikannya.


"Iya Tuan?"


"Cepat bersihkan lantai ini!" Alvin menunjuk lantai dekat tempat duduknya.


Bi Salma menatap ke bawah lalu dia langsung menyetujuinya.


"Baik Tuan" jawab Bi Salma


Alvin menatap Istrinya yang masih berdiri di hadapannya.


Alvin beranjak dari tempat duduknya. dia memilih untuk pergi meninggalkan ruang makan. Zivana mengekor suaminya yang melangkah terlebih dahulu.


Sekarang Alvin duduk di sofa yang ada di ruang keluarga. Zivana sudah berdiri tak jauh dari suaminya.


"Untuk pagi ini kamu aman karena saya ada meeting penting di kantor. tapi nanti sore setelah saya pulang kerja, saya akan berikan hukuman yang lain." ucap Alvin lalu dia beranjak dari duduknya. Alvin melangkah pergi meninggalkan Istrinya yang masih berdiri di sana.


Zivana juga langsung pergi dari sana karena akan bersiap untuk berangkat kerja. Zivana melihat Bi Salma yang sedang mengepel di ruang makan.


"Bi, maaf yah gara-gara aku, Bibi jadi repot." ucap Zivana yang sedang berdiri tak jauh dari Bi Salma.


"Tidak apa-apa Neng, sudah tugas saya untuk beres-beres rumah."

__ADS_1


"Terima kasih Bi" Zivana tersenyum menatap Bi Salma. baginya, Bi Salma itu sangat baik kepadanya.


"Sama-sama Neng" jawab Bi Salma lalu kembali melanjutkan untuk mengepel.


°°°


Kini Alvin sudah berada di kantornya. dia menyuruh karyawannya untuk segera ke ruang meeting. satu jam kemudian Alvin mengakhiri meetingnya. beberapa karyawan yang ikut meeting sudah keluar semua meninggalkan ruangan itu. hanya Alvin dan Sela yang ada di ruangan itu. kebetulan Asisten Tio juga sedang di tugaskan untuk menangani proyek di luar kantor.


Sela mendekati Alvin yang sedang fokus meneliti berkas-berkas.


"Sayang" Sela memeluk Alvin dari belakang. dia sedikit berbungkuk karena saat ini Alvin sedang duduk.


"Sel, lepas!" ucap Alvin namun Sela belum melepaskan pelukannya.


"Ayolah sayang, kenapa kamu jadi sedingin ini? aku sangat merindukan milikmu. ayo kita melakukannya sayang." Sela mencoba untuk merayu Alvin agar mau berhubungan dengannya.


"Sel, jaga sikapmu!" Alvin melepaskan pelukan adik tirinya.


"Apa kamu berubah karena aku ini adik tirimu? ayolah sayang, lupakan hubungan sedarah itu. lagian kita sama-sama menikmati." ucap Sela


"Sel, sudah cukup!" Alvin beranjak dari duduknya. "Bukan hanya karena adik tiri, tapi karena kamu anaknya Tante Luna. dia yang membuat Ibuku berpisah dengan ayahku. jangan-jangan sekarang kamu mendekatiku karena ingin harta ayahku. jangan harap kamu bisa merebutnya." Alvin segera pergi dengan membawa berkas penting dan laptop miliknya.


Sela masih menatap kepergian Alvin.


Siapa juga yang mau harta, aku hanya mau kamu. di tawarin yang enak-enak kok tidak mau." gumam Sela lalu dia juga memilih untuk keluar dari ruangan itu.


°°°

__ADS_1


__ADS_2