
Setelah pulang kerja, Asisten Tio pergi ke toko perlengkapan bayi. Dia akan membeli semua perlengkapan bayi yang dia perlukan. Karena Desi belum memiliki persiapan
apa pun untuk kelahirannya nanti.
Asisten Tio sudah selesai berbelanja. Dia menaruh barang belanjaannya di bagasi dan di jok belakang. Dia langsung mengemudikan mobilnya menjauh dari tempat itu.
Kini mobil yang di kendarainya sudah sampai di depan rumah. Dia turun dari mobil dan masuk ke rumah, untuk meminta asisten rumah tangganya membantu membawa semua barang yang ada di mobil.
Desi yang sedang duduk di sofa, melihat Asisten Tio masuk dengan membawa banyak barang.
"Kak Tio habis ngeborong yah?" tanya Desi.
"Iya nih, habis beli perlengkapan bayi. Semuanya ada nih termasuk mainan."
"Desi jadi merasa tidak enak karena sudah membuat Kak Tio kerepotan."
"Jangan bicara seperti itu, lagian kamu ini calon istri sekaligus ibu dari anakku. Sudah sewajarnya aku mencukupi semua kebutuhanmu." ucapnya
"Terima kasih, Kak." Desi merasa senang karena ternyata calon suaminya begitu baik.
Setelah memastikan barang belanjaannya sudah masuk semua, kini Asisten Tio ikut duduk bersama Desi.
"Kak Tio mau makan tidak? Biar aku ambilin," ucap Desi menawarkan.
"Boleh," ucapnya.
Desi beranjak dari duduknya lalu pergi ke dapur untuk mengambil makanan.
Kini dia sudah kembali dan duduk di sebelah Asisten Tio.
"Ini makanan untuk Kakak," Desi menaruh piring itu di atas meja.
"Minta sesuatu boleh tidak?" tanya Asisten Tio.
"Minta apa?"
"Di suapin," ucapnya.
__ADS_1
Desi terlihat malu-malu, namun akhirnya dia mau menyuapi calon suaminya. Sungguh bukan seperti Desi yang dulu, yang terlihat agresif. Dia terlihat seperti wanita yang baru pertama kali jatuh cinta.
°°°
Alvin dan Zivana sedang bersantai, kebetulan mereka baru selesai makan malam.
Tok tok
Keduanya mendengar ketukan pintu dari luar rumah. Zivana meminta suaminya untuk membukakan pintu.
"Mas, tolong bukain pintu dong," pinta Zivana.
"Baik, sayang." Alvin pergi untuk membukakan pintu.
Cklek
Alvin melihat Eza berdiri di depan pintu. Dia datang sendirian.
"Silahkan masuk, Za!" pinta Alvin.
"Terima kasih, Kak." ucap Eza.
Eza ikut duduk bergabung dengan Zivana dan Alvin. Lalu dia membuka tas miliknya dan mengeluarkan sejumlah uang.
"Kak, ini uang cicilan hutangku," Eza meletakan uang itu di atas meja.
"Za, bulan-bulan ini cicilan hutangnya kamu bayar setengahnya dulu saja tidak apa-apa kok. Lagian istrimu juga sedang hamil besar. Kamu pakai dulu untuk persiapan lahiran." ucap Zivana lalu dia mengambil uang itu dan menghitung jumlahnya.
"Eza masih ada uang sisa kok, Kak. Lagian bengkel Eza lagi rame. Eza juga sedang merintis usaha kecil-kecilan."
"Wah, usaha apa tuh?" tanya Alvin.
"Jualan online, kebetulan Lina yang jualan beberapa menu makanan. Dan Bu Asih yang membuatnya. Lumayan loh hasilnya."
"Masa sih, paling juga jual per satu bungkus." ucap Zivana.
"Oh tidak, kami tidak menerima pesanan per satu bungkus. Tapi kami menawarkan paket. Ada yang 50 kotak makan atau 100 kotak."
__ADS_1
"Banyak yang beli itu?"
"Lumayan, Kak. Setiap harinya selalu terjual habis."
"Alhamdulilah kalau begitu," Zivana merasa senang karena adiknya sudah sukses.
"Za, kamu sudah makan malam belum?" Alvin bertanya kepada Eza.
"Belum Kak, tadi habis dari bengkel langsung kesini sih."
"Kalau begitu makan dulu yuk!" ajak Alvin.
"Memang Kakak belum makan?"
"Kalau Kakak mah sudah," ucap Alvin.
Eza menatap Zivana yang sedang duduk di depannya.
"Sudahlah jangan malu-malu, Kakak tahu kok kalau kamu lapar," ucap Zivana.
"Hehe, sesekali jadi anak kalem Kak.
Ya sudah Eza mau minta makan dulu sama Bibi," Eza beranjak dari duduknya. Lalu dia melangkah menuju ke ruang makan.
Setelah selesai makan malam, Eza langsung pulang. Karena kebetulan Lina sudah menelponnya dan menyuruhnya membelikan sesuatu di luar. Begitu juga dengan Alvin dan Zivana yang langsung istirahat di kamar mereka.
Alvin melihat istrinya yang sedang melepaskan piyamanya.
"Sayang, kamu kok lepas baju?"
"Iya Mas, Zie mau lepas dalaman, rasanya sesak nih."
"Yah kirain mau ajak Mas enak-enak."
"Kemarin kan sudah, Mas. Jangan setiap hari deh, kasihan dede bayinya."
"Iya, sayang."
__ADS_1
Setelah memakai kembali pakaiannya, Zivana mengajak suaminya untuk bebersih sebelum tidur.
°°°°