Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 100


__ADS_3

Alvin merasa cemburu karena Zivana semakin dekat dengan Asisten Tio. Sedangkan dirinya hanya di perintah-perintah saja oleh istrinya.


Saat ini Alvin sedang menyaksikan kebersamaan Asisten Tio dan istrinya. Mereka sedang duduk bersebelahan. Karena Zivana meminta jika Asisten Tio kerjanya di pindahkan ke ruangan Alvin.


Aku harus mencari akal agar Tio tidak menggoda Zie. Mereka itu dekat loh setiap hari,' batin Alvin.


Alvin memilih keluar dari ruangannya. Dia akan menemui Desi yang berada di ruang bermain Baby Rayan.


Tok tok


Alvin mengetuk pintu ruangan itu. Tak lama, Desi lagsung membuka pintu.


"Tuan Alvin ingin bertemu Rayan?" tanya Desi.


"Tidak, saya ingin bertemu kamu. Saya punya penawaran menarik untuk kamu." kata Alvin


"Apa itu?"


"Kita bicara di dalam saja, kalau di sini takutnya ada yang mendengar," ucap Alvin.


Kini keduanya sudah masuk dan duduk di sofa.


"Apa kamu suka sama Tio?" tanya Alvin.


"Tidak, ogah juga sama Asisten so ngatur itu."


"Kalau saya minta kamu dekatin Tio mau tidak? Kamu goda deh, terserah mau ngajak dia tidur atau apa," ucap Alvin.


"Saya tidak mau, dimana harga diri saya sebagai perempuan?"


"Kalau saya kasih imbalan uang 200 juta, apa kamu mau?"


Kedua mata Desi berbinar sambil membayangkan nominal uang yang akan di berikan oleh Alvin.


Aku terima atau tidak yah, tapi lumayan tuh uangnya.' Desi tampak berpikir.


"Kalau di tambah 100 juta, apakah bisa?" Desi menaikan penawaran yang di berikan oleh Alvin.


"Baiklah, tidak masalah. Nanti saya akan buatkan surat perjanjian agar ada bukti hitam di atas putih. Jadi kalau kamu mencoba curang, saya bisa menuntut."


"Saya tidak masalah kok," ucap Desi.


Kini keduanya saling berjabat tangan.

__ADS_1


Alvin beranjak dari duduknya. Sebelum dia keluar, terlebih dahulu dia menghampiri anaknya yang sedang tidur.


Cup


Alvin mengecup kening anaknya sebelum dia pergi.


°°°°


Desi mulai merencanakan hal yang harus dia lakukan untuk menarik perhatian Asisten Tio. Dia kesampingkan dulu rasa tak sukanya terhadap Asisten Tio. Yang penting dia dapat uang 300 juta itu.


Untuk memperlancar semuanya, Alvin sering meyuruh Asisten Tio untuk datang ke rumahnya.


Kebetulan hari ini hari libur. Alvin sudah memberikan Desi pakaian yang sedikit sexy untuk di kenakan. Karena hari ini Asisten Tio akan datang ke rumah. Alvin juga menyuruh Bi Salma mengurus Baby Rayan. Karena Desi harus fokus dengan tugasnya.


Tok tok


Terdengar ketukan pintu dari luar rumah. Kebetulan Zivana yang membukakan pintu.


"Eh Kak Tio, ayo masuk Kak!" ajak Zivana.


"Iya," Asisten Tio mengikuti Zivana masuk ke rumah.


Alvin menghampiri Asisten Tio yang sedang duduk bersama Zivana.


"Baik, Pak."


Asisten Tio langsung pergi ke ruang kerja Alvin.


Kebetulan Desi mengintai Asisten Tio. Setelah melihatnya masuk, Desi juga masuk ke dalam. Dia mengunci pintu ruangan itu dan meyembunyikan kuncinya.


Asisten Tio sedang melihat-lihat buku yang tertata rapih di rak buku. Dia belum tahu


ke datangan Desi ke ruangan itu.


"Ekhm," Desi berdehem, kebetulan saat ini di sudah ada di samping Asisten Tio.


"Kamu? Ngapain kamu di sini?" Asisten Tio merasa tak nyaman jika berada di dekat Desi. Apalagi belakangan ini Desi sering mencari perhatian.


"Aku hanya mau melihatmu, semakin hari semakin tampan saja," ucap Desi sambil mengedipakan sebelah matanya.


Asisten Tio pergi dari hadapan Desi. Dia duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Desi mengikuti Asisten Tio dan saat ini dia ada di dekatnya.


Asisten Tio membelalakan kedua matanya saat Desi sudah berada di pangkuannya. Apalagi posisinya berhadapan dengannya.

__ADS_1


"Apa-apaan kamu? Cepat turun!"


Desi tidak menghiraukan perkataan Asisten Tio. Dia malah menggoyangkan pantatnya di atas pangkuan Asisten Tio.


"Kamu mau menggoda saya?


Dasar pela*cur."


Desi tetap diam, dia malah membuka kancing kemeja Asisten Tio. Dia mulai meraba dadanya.


Sttt, kenapa dia seperti ja*lang.


Desi merasakan jika ada yang mengganjal di bagian bawahnya. Dia malah semakin gencar untuk menggoda Asisten Tio.


Kebetulan Alvin sedang melihat tayangan CCTV di ruang kerjanya, melalui ponsel miliknya. Dia sedikit terkejut melihat tingkah Desi yang seperti ja*lang. Tapi dia senang karena Desi sudah menjalankan tugasnya dengan baik.


"Mas, kok Kak Tio tidak keluar juga sih dari ruangan kamu? Kamu juga kok malah disini, bukannya mau mengerjakan pekerjaan yah," Zivana mendekati suaminya lalu duduk di sebelahnya.


Alvin buru-buru menyimpan ponselnya.


"Biarkan saja, sayang. Tadi Mas sudah memberinya tugas yang lain."


"Apa itu?"


"Kamu tidak perlu tahu, lebih baik sekarang kita ke kamar saja yuk. Kasihan pasti dede bayinya mau istirahat."


Zivana dan Alvin pergi ke kamarnya untuk beristirahat.


Asisten Tio merasa tak kuat menahan godaan dari Desi. Akhirnya dia terbuai dengan sentuhan yang di berikan oleh Desi.


Bahkan kini celana yang di pakai oleh Asisten Tio sudah berada di kaki.


Asisten Tio menatap Desi yang sedang menaikan dresnya. Dia menatap hal terlarang yang seharusnya tidak di lihatnya. Desi langsung menyatukan milik mereka.


Ah sudahlah, lagian aku kan KB.' batin Desi lalu dia mulai bergerak di atas pangkuan Asisten Tio.


Desi memang sangat lihai dan berpengalaman. Karena kebetulan dia seorang janda.


Asisten Tio merasakan sensasi yang berbeda. Ini pertama kalinya dia melakukan hubungan dengan seorang wanita. Karena sebelumnya, dia hanya pernah berpacaran, dan itu juga tidak ada kontak fisik kecuali pegangan tangan.


Setelah ini aku jamin kalau Asisten so ngatur ini akan ketagihan dan dia akan menyukaiku. Lalu aku akan meninggalkannya. Lagian di goda dengan hal-hal kecil dia tidak tergoga, terpaksa aku melakukan ini,' batin Desi


°°°°

__ADS_1


__ADS_2