Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part_51


__ADS_3

Rara dan Putri memilih untuk mencari mushola terdekat untuk mereka tempati malam ini. mereka lebih memilih untuk beristirahat di mushola dulu baru besok akan melanjutkan perjalanannya.


"Ra,aku kasihan dengan Baby Zie. nanti dia pasti kedinginan." ucap Putri sambil menatap Baby Zie


"Iya Put, aku juga berfikir begitu. biarlah nanti Baby Zie tetap tidur dipangkuanku agar lebih hangat."


"Ya sudah deh, aku juga setuju." ucap Putri


Mereka duduk di dalam mushola sambil menunggu adzan maghrib.


Menjelang maghrib, beberapa warga setempat yang akan shalat berjama'ah sudah berdatangan di mushola. mereka melihat Rara,Putri,dan Baby Zie yang berada di dalam dengan koper besar di dekat mereka.


"Ini pada mau kemana? Kenapa bawa koper besar?" tanya Pak Ustad saat memasuki mushola.


"Niatnya kita akan ke kota tapi karena sudah petang dan juga saya membawa anak kecil jadi kita urungkan dulu Pak. biar besok saja perginya." ucap Rara yang sedang menggendong Baby Zie.


"Kalian yang tinggal dirumahnya Nenek Sul yah?" tanya Pak Ustad


"Iya Pak, kita yang tinggal disana." ucap Rara


"Apa kalian berniat bermalam disini?" tanyanya lagi


"Iya Pak, karena tidak ada tempat yang bisa kita tinggali untuk malam ini." sahut Putri ikut angkat bicara.


"Baiklah jika seperti itu kalian bisa tinggal dulu di rumah saya untuk malam ini. kasihan kalau tidur disini, kalian juga bawa anak bayi." Pak Ustad menawarkan Rara dan Putri untuk bermalam dirumahnya."


"Baiklah Pak, terimaksih" Rara dan Putri berucap syukur karena masih ada orang baik yang membantu mereka.


Seluruh jama'ah sudah shalat semua termasuk Putri. sedangkan Rara masih menimang Baby Zie. karena tidak mungkin dia menaruh Baby Zie dilantai. Putri mengambil alih Baby Zie yang ada digendongan Rara lalu


Rara segera melaksanakan kewajibannya.


Setelah selesai shalat, Rara dan Putri diajak oleh Pak Ustad untuk pergi ke rumahnya.


Pak Ustad membantu membawa koper Rara karena dia tampak kesusahan.


"Mari silahkan" Pak Ustad menyuruh Rara dan Putri masuk kedalam rumahnya.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum" ucap mereka


"Waalaikum'salam" jawab Umi dari dalam.


"Loh Abi, mereka ini siapa?" tanya Umi kepada suaminya.


"Ini Rara sama Putri Mi, mereka Abi ajak bermalam disini untuk malam ini. karena kasihan mereka membawa anak kecil." ucap Pak Ustad


"Memangnya kalian mau kemana Neng?" tanya Umi


"Kita akan ke kota Bu" jawab Putri


"Panggil Umi jangan Ibu." ucap Umi


"Eh iya Umi maaf"


Umi mengajak mereka ke salah satu kamar yang kosong. itu kamar anaknya yang sedang dipondok pesantren. jadi kosong tidak ada yang menempati. Rara,Putri, dan Baby Zie disuruh tidur disana untuk malam ini.


Setelah menunjukan kamar untuk mereka. Umi kembali mengajaknya makan malam bersama. Rara dan Putri menerima ajakan Umi walaupun mereka merasa tak enak hati.


Keesokan harinya mereka sudah bersiap-siap untuk pergi. setelah berpamitan dengan Pak Ustad dan Umi, Rara dan Putri berjalan ke jalan besar untuk menunggu mobil Pickup yang lewat. karena memang jalan disana rusak jadi hanya dilewati mobil Pickup saja. angkot juga tidak berani lewat sana.


Beberapa saat kemudian, mereka melihat mobil sayur yang akan mengangkut sayur


ke kota. mereka ikut menaiki mobil sayur itu menuju ke terminal. karena kebetulan mobil itu juga melewati terminal.


setelah sampai di terminal, mereka menunggu Bus yang akan ke Ibukota.


Setelah menempuh 8jam perjalanan, mereka sudah sampai di Ibukota. mereka menaiki angkot menuju ke alamat toko kue Pak Sam suaminya Bu Susan.


Sesampainya di alamat, Rara dan Putri segera turun dari angkot. mereka berjalan ke dalam toko dengan masih membawa koper mereka.


"Assalamu'alaikum" ucap Rara dan Putri bersama-sama.


Pak Sam yang mendengar sapaan salam mereka segera keluar.


"Loh Rara sama Putri datang kapan?" tanya Pak Sam suami Bu Susan.

__ADS_1


"Baru saja Pak, kita dari terminal langsung kesini." ucap Rara


"Ayo ikut Bapak, kalian harus istirahat. pasti sudah kelelahan baru sampai kesini." ucap Pak Sam


Rara dan Putri mengikuti Pak Sam. mereka disuruh tinggal di Mess yang pernah mereka tinggali sebelumnya.


Rara segera menidurkan Baby Zie, setelah Baby Zie tertidur baru dia beranjak keluar kamar. Rara meminta Putri untuk menjaga Baby Zie sebentar karena dia akan membersihkan diri dulu.


Pak Sam sedang menunggu istrinya pulang. dia menunggu di depan pintu masuk gerbang.


Bu Susan yang baru keluar melihat suaminya langsung melambaikan kedua tangannya.


"Mas sudah datang? tumben tidak telat lagi?" tanya Bu Susan


"Iya Mah, papah ada berita penting untukmu. Rara dan Putri sudah kembali ke kota." ucap Pak Sam


"Rara..."Bu Susan yang terkejut berucap dengan nada suara agak keras.


kemudia dia segera menutup mulutnya karena takut jika ada yang mendengar ucapannya.


Bu Susan mendekatkan diri ke arah suaminya dan berucap pelan.


"Maksud Mas, Rara sama Putri kembali kesini?" tanya Bu Susan kepada suaminya.


"Iya Mah, Rara dan Putri sudah kembali kesini."


"Loh kok bisa?" tanya Bu Susan


"Nanti kita bahas kalau sudah sampai Mess. ayo sekarang kita cepat pulang. Rara dan Putri juga belum bercerita kepada Papah." ucap Pak Sam


"Baiklah ayo" Bu Susan segera menaiki motor yang di kendarai oleh suaminya."


Mereka segera pergi menuju Mess karyawannya.


Rey yang niatnya akan pulang tak sengaja mendengar Bu Susan menyebutkan nama Rara. bahkan setelah itu dia menutup mulutnya dan menengok kanan kiri karena mungkin takut terdengar orang.


Karena penasaran dengan Rara yang dimaksud oleh Bu Susan, akhirnya Rey mengikuti mereka dari belakang dengan menggunakan mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2