
Pak Dirga berniat mengunjungi mantan istrinya. dia diantar oleh Juna yang kebetulan akan berangkat kerja. kini penampilannya tidak seperti sebelumnya. karena Juna sudah membelikannya beberapa pakaian yang layak pakai.
Mobil itu sudah memasuki halaman rumah Bu Farah. Pak Dirga merasa kurang percaya diri untuk menginjakan kaki dirumah itu.
"Pah, ayo turun!" ajak Juna
"Papah sedikit takut" ucapnya
"Tapi ini tidak bisa ditunda lagi Pah, Papah harus secepatnya meminta maaf kepada Mamah. jika Mamah mau memaafkan atau tidak itu urusan belakangan. yang penting kita sebagai lelaki harus percaya diri." Juna memberikan semangat kepada Papahnya.
Kini mereka berdua berjalan berdampingan mendekati rumah mewah itu.
Toktok
Juna mengetuk pintu rumah itu. beberapa saat kemudian, Ayu membukakan pintunya.
"Silahkan masuk, Kak Juna!" Ayu menyuruh Juna untuk masuk ke dalam.
"Mamah ada di dalam?" tanya Juna
"Ada, lagi duduk di ruang keluarga bersama Mas Rey. kebetulan kami baru selesai sarapan. Ayo ikut bergabung dengan kita!" ajaknya lagi
"Baiklah, terimakasih" Juna melangkah masuk diikuti Pak Dirga di belakangnya.
"Assalamu'alaikum" ucap Juna
__ADS_1
"Waalaikum'salam" jawab Rey, Bu Farah, dan Ayu secara bersama.
"Juna, kamu---" Bu Farah mendongkakan kepalanya dan terkejut saat melihat seseorang yang bersama dengan Juna.
"Ngapain kamu bawa penghianat itu kesini?" tanya Bu Farah dengan nada sinisnya.
"Maaf Mah, tapi Papah datang kesini karena mau meminta maaf." ucap Juna
"Farah, maafkan aku yang banyak berdosa ini. aku sadar jika aku sudah banyak menorehkan luka di hatimu. ijinkan aku menebus semua dosa yang telah lalu. dengan kita berdamai dan membuka lagi lembaran baru. aku tidak mengajakmu untuk rujuk, aku hanya memohon agar kamu memaafkanku." ujar Pak Dirga mengatakan isi hatinya.
Bu Farah sudah memalingkan wajahnya. dia tidak mau menatap mantan suaminya itu.
Juna sebenarnya sedang terburu-buru untuk pergi ke kantor. karena hari ini dia ada pertemuan penting dengan klien. Juna berjalan menghampiri Rey lalu dia membisikan sesuatu.
"Rey, Kakak berangkat duluan ke kantor. kamu disini dulu temani Papah. sekalian nanti mengantarkannya pulang." bisik Juna kepada Rey. Juna tidak mungkin membiarkan Papahnya sendirian disana disaat situasi seperti ini.
Pak Dirga berlutut di bawah kaki mantan istrinya. dia menyesal dan meminta maaf. ya, memang sudah terlambat jika meminta maaf pada saat ini. namun walaupun sudah terlambat dia akan tetap memohon. setidaknya disisa umurnya, Pak Dirga ingin hidup dengan tenang. dia tidak mau jika tetap merasa bersalah terhadap anak dan mantan istrinya.
Bu Farah masih memalingkan wajahnya. dia menangis dalam diam. dia mengingat masalalu yang begitu menyakitkan. tapi sekarang dia sadar, jika suaminya berpaling juga karena muak dengan sikapnya.
Bu Farah memang terlalu egois dan selalu ingin menang sendiri. mungkin itu juga yang menyebabkan mantan suaminya mencari kenyamanan pada wanita lain."pikirnya
Bu Farah menjawab perkataan mantan suaminya dengan nada jutek.
"Iya, saya maafkan" ucap Bu Farah pada akhirnya. sudah bukan waktunya untuk tetap mendendam. Bu Farah perlahan-lahan menjadi pribadi yang lebih baik. itu semua karena dia selalu melihat kedua menantunya yang penyabar dan pemaaf.
__ADS_1
°°°
Juna yang sudah berada di kantor mendengar bisik-bisik para karyawannya. tapi dia tidak mau kepo jadi tetap diam dan tidak bertanya. Juna yang sudah duduk di kursi kebesarannya, mendengar ketukan pintu dari arah luar.
"Masuk" ucapnya
Lalu pintu ruangan itu terbuka. disana terlihat Rio dan Putri yang masuk berdua.
"Ada apa?" tanya Juna
"Kami hanya mau memberikan ini." Putri menyodorkan surat undangan pernikahan kepada Juna.
"Kalian---" Juna terkejut tapi dia juga ikut bahagia.
"Iya Pak, kami akan menikah." ucap Rio
"Tapi kenapa secepat ini? bukankah kalian belum lama dekat?" tanya Juna penasaran.
Sebenarnya ini caraku untuk melupakan Kak Rey. setidaknya masih ada lelaki baik yang mencintaiku." batin Putri
"Memang ini terlalu cepat, tapi niat baik itu harus di segerakan." ucap Rio
"Syukurlah, saya ikut bahagia juga. semoga niat baik kalian terlaksana tanpa halangan apapun." ucap Juna
Keduanya berpamitan undur diri karena harus kembali bekerja.
__ADS_1
Mungkin tadi para karyawan berbisik-bisik membicarakan pernikahan mereka." batin Juna mengingat bisik-bisik karyawan yang tak terdengar jelas.
Juna menelpon Rey menanyakan keadaan dirumah. ternyata keadaan sudah mulai membaik dan Bu Farah juga sudah memaafkan Pak Dirga. Rey juga mengatakan jika dirinya sedang dalam perjalanan menuju ke kantor.