Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part_57


__ADS_3

Juna sudah membeli mobil baru yang akan dipakai Rio untuk mengintai Luna.


Juna sudah memutuskan akan tetap mengawasi istrinya itu. jika saja dugaannya itu salah setidaknya dia sudah berbuat benar karena sudah menyuruh Asistennya untuk mengawasi istrinya dari jauh. itu juga demi bayi yang ada di dalam kandungan istrinya.


Satu minggu sudah Rio mengintai Luna. tapi tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan. bahkan Luna tidak pernah keluar toko selain berangkat kerja dan pulang. Luna juga tidak menyadari jika masih ada yang mengawasinya. itu karena Rio bermain cantik berbeda dari sebelumnya.


Luna merasa lega karena satu minggu ini suaminya tidak mengawasinya. itu berarti suaminya sudah mempercayainya. siang itu Luna pergi meninggalkan toko. dia berencana bertemu kekasihnya. karena memang sudah berminggu-minggu mereka tidak bertemu. mereka yang biasanya bertemu di Apartemen kali ini memilih bertemu di hotel. itu karena Devan sedang ada pertemuan dengan klien di luar kantor dan kebetulan jauh dari Apartemennya. jadi dia memilih untuk menyewa satu kamar untuk menuntaskan rasa rindunya dengan Luna.


Devan sudah sampai terlebih dahulu. dia menunggu kekasihnya di restoran hotel sambil memesan makan siang untuk mereka.


setibanya disana, Luna segera menemui Devan yang sudah menunggunya. mereka makan siang bersama dan sesekali bercanda tawa.


dari kejauhan, Rio memotret kemesraan mereka berdua.


Setelah makan siang, Luna dan Devan memilih untuk mengobrol santai. hingga mereka sudah tidak merasa kekenyangan, barulah Devan mengajak Luna ke kamar hotel yang sudah dia pesan.


"Ayo sayang, aku sudah tidak tahan." ucap Devan dengan suara menggodanya.


"Sabar bentar dong sayang." ucap Luna saat Devan menariknya agar berjalan agak cepat.


Rio yang melihat itu langsung memotret mereka hingga keduanya masuk ke dalam.


Rio berjalan menuju resepsionis dan meminta kartu akses cadangan kamar yang sedang ditempati Devan dan Luna. tentu saja resepsionis itu tidak memberikannya. karena itu merupakan privasi dari salah satu pelanggannya. tapi saat Rio memberikan uang dalam jumlah banyak, akhirnya resepsionis itu memberikan kartu akses cadangan kamar yang ditempati Luna dan Devan.


°°°°


Rio terus berdiri di dekat pintu masuk kamar. dia belum yakin jika ini waktu yang tepat untuk masuk kedalam.


15 menit kemudian Rio membuka pintu kamar itu dengan pelan. dia meletakan kamera ukuran kecil yang sudah disiapkannya.


dia sedikit menoleh melihat dua insan yang sedang memadu kasih.

__ADS_1


"Cepetan sayang" ucap Luna yang sudah tidak tahan.


"Tahan sebentar sayang." ucap Devan yang masih sibuk dengan kegiatannya.


Mereka berdua tidak menyadari jika ada orang yang masuk ke dalam kamar. mungkin karena terlalu asyik dan juga karena sudah lama mereka tidak melakukannya. jadi mereka hanya fokus dengan kegiatannya.


Rio menatap jijik kepada mereka. jujur saja baru pertama kalinya dia melihat orang sedang berhubungan. Rio sendiri belum menikah, jadi belum pernah merasakan.


sebelum keluar kamar, Rio memotret mereka.


Sambil menunggu mereka selesai, Rio lebih memilih untuk bersantai di restoran hotel.


dia juga sudah menyuruh resepsionis tadi menelponnya saat Devan sudah check out.


"Sayang lagi yah" Devan merengek kepada kekasihnya.


"Tidak mau, kamu lama sekali sampainya. kasihan ini Baby kita di dalam." tolak Luna


"Plis yah sayang, kali ini aku akan cepat." ucap Devan


Lalu mereka melakukannya lagi untuk yang kedua kalinya.


Setelah selesai dengan kegiatannya, keduanya segera membersihkan diri. Devan membantu mengeringkn rambut Luna yang masih basah. mereka segera pulang dan Devan memapah Luna berjalan.


Rio segera menuju kamar hotel setelah dia diberitahu bahwa Devan sudah check out.


dia mengambil kamera kecil yang dia tempelkan di dinding. lalu dia berlalu pergi untuk menemui Juna.


Rio yang baru sampai di kantor segera berjalan menuju ruangan atasannya. dia sudah tidak sabar memberitahukan bukti perselingkuhan istri Bosnya.


Toktok ( Rio mengetuk pintu ruangan atasannya )

__ADS_1


Setelah Juna menyuruhnya masuk, barulah Rio masuk kedalam.


"Bagaimana, apa ada informasi yang kamu dapat?" tanya Juna


"Ada Tuan, di kamera ini ada bukti bahwa istri anda beneran selingkuh." ucap Rio


"Apa? jadi istri saya beneran selingkuh?" tanya Juna tak percaya


"Benar Tuan, saya juga memotretnya menggunakan ponsel saya." lalu Rio memberikan ponselnya.


Juna menggeser-geser layar ponsel milik Rio. dia melihat kemesraan istrinya dengan lelaki yang dia kenal.


"Bukankah ini Devan Arganta." Juna kaget ketika mengetahui jika rekan bisnisnya itu selingkuhan dari istrinya.


"Iya Tuan, dia Devan Arganta." ucap Rio karena Rio juga tahu siapa Devan.


Juna kembali menggeser layar ponsel milik Rio. dan sekarang yang dia lihat foto istrinya yang sedang melakukan hubungan badan.


Juna melotot tak percaya.


"Jadi mereka sudah melakukan lebih dari batasannya?" Juna memperlihatkan foto yang dia lihat kepada Rio.


"Iya Tuan, saya juga melihatnya sendiri." ucap Rio


"Jika Tuan mau tahu yang lebih, Tuan bisa lihat isi kamera ini." Rio memberikan kamera kecil yang dia pegang kepada Juna.


Juna mengambil memori yang ada di kamera itu. lalu dia masukan ke laptop miliknya.


Juna menyaksikan sendiri adegan tidak senonoh yang dilakukan oleh istrinya dan kekasih gelapnya.


"Jadi tanda yang aku lihat tempo hari memang tanda sisa percintaan mereka? keterlaluan!

__ADS_1


Awas kamu Luna, beraninya kamu menghianatiku." ucap Juna yang sudah berapi-api.


°°°°


__ADS_2