Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part_43


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini Juna mencoba mencari keberadaan Rara. namun tetap saja tidak membuahkan hasil. begitupun Bu Farah ikut mengerahkan orang suruhannya untuk mencari keberadaan Rara di kampung halamannya. namun tidak ada tanda-tanda keberadaannya disana.


Akhirnya juna memilih untuk menyelidiki sendiri mengenai keberadaan Rara. bahkan dia pergi ke luar kota untuk mencari Rara.


Luna yang sering di tinggal suaminya pergi keluar kota tampak kesepian. apalagi jika dia hanya berdua di rumah bersama Bu Farah. pasti yang di bicarakan hanya mengenai keturunan. itu membuat Luna pusing sendiri dan dia jadi berani sering keluar malam.


Bu Farah melihat menantunya yang akan beranjak pergi.


"Mau kemana kamu?" tanya Bu Farah saat melihat Luna yang sudah berpakaian rapih.


"Luna mau pergi sebentar mah, Luna ingin pergi jalan-jalan dengan Santi dan Inara." Luna berbohong jika dia akan pergi dengan kedua karyawannya.


"Apa ada bukti jika kamu memang akan pergi dengan mereka." Bu Farah nampak tak percaya dengan alasan yang di ucapkan menantunya.


"Baiklah, biar Luna menghubungi Santi." lalu Luna menghubungi Santi.


Santi berbicara jika dia benar-benar akan pergi dengan Luna.


Bu Farah tampak percaya dengan perkataan Santi sehingga dia mengizinkan menantunya untuk pergi keluar.


Sekarang disinilah Luna berada di sebuah Restoran yang berada di salah satu hotel terkenal di Ibu kota. Luna sedang menanti seseorang yang dia tunggu-tunggu dari tadi.


"Sayang" seseorang memeluk Luna dari belakang.


"Eh kamu sudah datang, kebetulan aku baru saja memesan makanan kesukaanmu."


"Terimaksih sayang" ucapnya lalu ikut duduk di depan Luna.


Beberapa saat makanan yang Luna pesan sudah datang. mereka menikmati makanan yang di pesannya.

__ADS_1


Setelah selesai makan, mereka langsung menuju ke kamar hotel yang sudah di pesannya.


"Sayang, aku ingin" bisik lelaki itu dengan suara sensualnya.


"Aku juga ingin sayang." Luna memang menginginkannya juga.


Akhirnya terjadilah sesuatu yang tidak seharusnya terjadi antara mereka berdua.


memang Luna merasa kesepian karena terus saja ditinggal oleh suaminya keluar kota.


dia juga sebenarnya penasaran dengan apa yang dilakukan oleh suaminya di luar kota. tapi suaminya itu selalu beralasan jika dia pergi untuk mengurus pekerjaan.


°°°°


Juna yang sedang di luar kota sama sekali tidak menemukan info apapun mengenai istrinya. akhirnya dia memilih untuk kembali saja ke Ibukota. karena memang sudah lima bulan lebih pencariannya tapi semuanya sia-sia. ada perasaan lega juga ketika dia mengetahui orang suruhan ibunya juga tidak menemukan keberadaan Rara.


Juna memarkirkan mobil yang dia kendarai di depan rumahnya. dia segera masuk ke rumah karena sudah sangat rindu dengan istrinya. memang sudah beberapa bulan ini dia bersikap agak cuek dengan istrinya. itu semua bukan tanpa alasan tapi karena memang dia mau fokus mencari keberadaan Rara.


"Iya ini mah, cape banget habis pergi jauh." Juna menghampiri ibunya lalu ikut duduk bersama di sofa ruang keluarga.


"Eh Luna kemana Mah? Juna menanyakan keberadaan istrinya kepada ibunya.


"Istrimu sedang pergi bersama teman-temannya." Memang tadi Luna baru saja pergi meminta izin kepada Bu Farah untuk pergi bersama Santi dan Inara.


"Teman? teman yang mana memangnya?" Juna bertanya karena dia tahu jika sebelumnya Luna tidak pernah bepergian apalagi dengan temannya. karena memang teman Luna semuanya berada di Luar Negeri. karena sebelumnya Luna memang menetap dengan orang tuanya di Luar Negeri.


"Itu loh Santi sama Inara, mereka itu karyawan Luna." ucap Bu Farah


"Oh iya Mah, ya sudah Mah Juna mau ke kamar dulu sekalian mau menghubungi Luna." Juna pamit untuk pergi ke kamarnya.

__ADS_1


Di dalam kamar Juna mencoba untuk menghubungi nomor ponsel istrinya.


Tring tring (ponsel milik Luna yang berada di atas meja berbunyi.)


"Sayang berhenti dulu, itu ponselku berbunyi." ucap Luna kepada kekasih gelapnya di sela-sela kegiatannya.


"Nanggung nih" ucap lelaki itu tapi Luna tetap melepaskan dirinya.


Luna mengambil ponsel miliknya yang tergeletak di atas meja. tertera nama suaminya di layar ponsel itu. Luna memberi kode kepada kekasihnya saat dia mau menjawab panggilan ponselnya.


📞"Iya hallo, Mas Juna tumben telpon Luna." Luna bertanya kepada suaminya.


📞"Hallo sayang, iya nih mas kangen sama kamu. kebetulan Mas juga sudah pulang loh." ucap Juna dari seberang sana.


📞"Jadi Mas Juna sudah pulang?" Luna tampak terejut mendengar kepulangan suaminya.


📞"Iya sayang, tapi kenapa kamu tampak terkejut?" tanya Juna kepada sitrinya.


📞"Tidak kok sayang, justru aku senang denger kamu sudah pulang." Luna mengucapkan perkataannya sambil menatap ke arah kekasihnya yang sudah menutupi dirinya dengan selimut.


Setelah panggilan itu berakhir Luna segera menghampiri kekasihnya.


"Jadi suami kamu sudah pulang?" tanyanya kepada Luna.


"Iya sayang, sepertinya kita akan jarang bertemu." Luna langsung memeluk kekasihnya.


"Tapi kalauada kesempatan kamu hubungi aku yah. aku tidak bisa jika lama-lama berjauhan denganmu." ucap lelaki itu


"Iya sayang, kalau gitu aku bersiap-siap dulu yah." Luna segera berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

__ADS_1


Setelah selesai, Luna di bantu oleh kekasihnya untuk mengeringkan rambutnya yang masih basah.


Luna segera memesan taxi online karena dia akan pulang.


__ADS_2