Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 4


__ADS_3

Menjelang siang, Zivana baru selesai mengerjakan semua pekerjaan rumah. karena memang rumah itu sangat luas jadi butuh waktu lama untuk membersihkannya.


Zivana yang merasa lapar langsung mengambil beberapa makanan ringan yang ada di lemari atas dapur. dia membawanya ke kamar. Zivana yang sudah ada di kamar langsung mengunci pintu kamarnya. dia makan cemilan itu sambil mendengarkan lagu dari ponsel sambil memakai headset.


baginya masa bodo jika Alvin teriak-teriak dari luar memanggilnya atau menyuruhnya kembali mengerjakna pekerjaan rumah. dia juga butuh istirahat.


Zivana tertidur hingga menjelang sore. dia terbangun saat dia mendengar panggilan masuk di ponsel miliknya.


Mas Alvin? ngapain dia menelfon?" batin Zivana lalu mengangkat panggilan telfon itu.


📞"Lagi ngapain hah? kamar pakai di kunci segala?" tanya Alvin dari balik telfon dengan suara sedikit keras.


Zivana sudah menjauhkan telfon itu dari telinganya. karena suara Alvin membuat telinganya sakit.


📞"Emm aku" Zivana terlihat berfikir akan mengatakan alasan apa.


📞" Am em am em, jawab yang benar!"


📞" Uhuk uhuk uhuk aku sepertinya sakit." ucap Zivana dari balik telfon.


📞" Stt menyusahkan saja." ucap Alvin lalu segera mematikan panggilan telfonnya begitu saja.


Aku harus kuat dan bisa berakting cantik. aku tidak boleh di remehkan oleh Mas Alvin. lihat saja Mas Alvin siapa yang akan hancur, aku atau kamu." batin Zivana sedikit menyunggingkan senyumnya.


Zivana memang mencintai Alvin. tapi saat tahu jika Alvin hanya mempermainkan cinta tulusnya, dia merasa sudah di bodohi. Zivana bukan wanita yang bisa di tindas begitu saja. dia wanita berpendidikan dan juga pintar. tentu dia punya banyak akal untuk melindungi dirinya dari Alvin.


Zivana meraih peralatan make up miliknya. dia memoles wajahnya agar terlihat pucat seperti orang sakit. Zivana juga mengambil hair drayer miliknya lalu dia nyalakan. setelah hair drayer itu terasa panas, dia cabut saklar dari stop kontak. Zivana menaruh hair drayer itu di keningnya. sekarang keningnya terasa hangat seperti orang sakit.


Zivana mendengar pintu kamarnya di ketuk. dia segera menyimpan hair drayer yang saat ini dia pegang. Zivana segera membuka pintu kamarnya. dia melihat Bi Salma yang ada di hadapannya.


"Neng Zivana sakit?" tanya Bi Salma


"Sedikit Bi" jawab Zivana


"Mungkin Neng kecapean karena tadi mengerjakan pekerjaan rumah." ucap Bi Salma


"Iya Bi, badanku juga sakit semua."


"Biar Bibi pijitin yah Non." ucap Bi Salma


"Ekhm" ternyata Alvin sudah berada di belakang Bi Salma dan mendengar obrolan mereka.

__ADS_1


"Maaf Tuan Alvin, saya permisi dulu." ucap Bi Salma lalu segera pergi dari hadapan majikannya.


"Ada apa?" tanya Zivana kepada suaminya.


Alvin menatap wajah Zivana yang terlihat pucat. dia memegang keningnya yang ternyata terasa hangat.


"Cuma sakit dikit saja, nanti juga sembuh." ucap Alvin lalu segera pergi dari hadapan Zivana.


Wah parah sekali Mas Alvin. coba kalau aku sakit beneran, dasar tidak punya hati." batin Zivana lalu kembali menutup pintu kamarnya.


Zivana merasa senang karena dia bisa berpura-pura sakit. jadi Alvin tidak menyuruhnya melakukan pekerjaan rumah lagi untuk hari ini. namun untuk besok dia harus mencari ide lain. tidak mungkin jika setiap hari dia berpura-pura sakit. bisa-bisa Alvin malah mencurigainya.


°°°


Pagi ini Alvin melihat ketiga pembantu di rumahnya sedang beraktifitas seperti biasanya. yaitu membersihkan rumah itu bersama-sama.


"Bi, dimana Zivana?" Alvin bertanya kepada Bi Salma yang sedang mengelap meja.


"Di kamarnya Tuan, sepertinya masih sakit." jawab Bi Salma


Alvin langsung melangkah menuju ke kamar Zivana. dia membuka pintu itu tanpa permisi. ternyata pintunya tidak terkunci.


Cklek


Zivana yang melihat kedatangan Alvin merasa terkejut. dia menutupi bagian bawahnya yang belum memakai apapun dengan tangannya.


"Pergi!" teriak Zivana kepada suaminya.


Alvin segera menutup pintu itu. dia melangkah manjauh dari depan kamar Zivana.


Beraninya dia berteriak kepadaku." batin Alvin yang sedang berjalan menuju ke kamarnya.


Sial, bisa-bisanya dia melihatku dalam keadaanku seperti ini. malu sekali kalau nanti bertatapan dengannya." batin Zivana


Setelah berganti pakaian, Zivana memilih untuk keluar dari kamar itu.


"Wah Neng Zivana sudah cantik sekali. mau kemana Neng?" tanya Bi Salma kepada Zivana.


"Mau ke kantor Bi, ya sudah aku pergi dulu yah." ucap Zivana berpamitan kepada Bi Salma.


"Nanti kalau Tuan marah bagaimana Neng?" Bi Salma takut jika Alvin akan marah saat tahu Zivana akan pergi ke kantor.

__ADS_1


"Bibi tenang saja, biar aku yang tangani." jawab Zivana


"Tapi Neng--" Bi Salma tak jadi berbicara karena sepertinya Zivana bukan tipe orang yang menurut.


"Bibi tidak usah khawatir, aku mau pamitan dulu sama Mas Alvin eh Tuan Alvin maksudku." ucap Zivana


"Hati-hati yah Neng."


"Siap Bi" Zivana segera melangkah menuju ke kamar Alvin.


Tok tok


Zivana mengetuk pintu kamar suaminya. Alvin yang akan berganti pakaian kerja segera membukakan pintu kamarnya terlebih dahulu.


Cklek


"Mau kemana kamu?" tanya Alvin sambil menatap penampilan Zivana yang terlihat rapih.


"Mau ke kantor" jawab Zivana


"Segera urus resign kamu. lebih cepat lebih baik. dan satu lagi, jangan mengatakan sikapku ini kepada orang tuamu." ucap Alvin kepada Istrinya.


"Memangnya aku ini anak kecil yang suka mengadu." kata Zivana lalu segera pergi dari hadapan suaminya.


"Berani malangkah satu langkah lagi, nanti malam tidur di lantai." ucap Alvin dan Zivana langsung menghentikan langkahnya.


Alvin mendekati Istrinya yang masih berdiam diri.


"Ada apa?" tanya Zivana sambil menoleh menatap suaminya.


Alvin menyibak rambut panjang Istrinya. lalu dia mendekatkan wajahnya ke leher Zivana. Alvin menyesap sekilas leher putih itu sehingga meninggalkan bekas kemerahan.


"Kamu gila?" Zivana memelototi suaminya.


"Biar nanti semua orang tahu jika kita sudah melakukan itu." ucap Alvin


"Dasar cari kesempatan" gumam Zivana lalu segera pergi dari hadapan suaminya.


Setelah kepergian Zivana, Alvin pergi ke kamar mandi untuk berkumur-kumur dan menggosok bibirnya yang tadi menempel di kulit Zivana.


°°°

__ADS_1


😂😂


__ADS_2