
Sudah beberapa hari ini Desi menjadi Baby Sister Rayan. Zivana senang dengan kinerja Desi yang cukup baik.
Saat ini Zivana sedang duduk bersantai sambil menonton acara televisi. Dia mendengar ponsel miliknya berbunyi.
Tring tring
Zivana menatap ponsel miliknya yang tergeletak di atas meja. Lalu dia mengambilnya dan melihat siapa yang menelfonnya.
Tumben Mamah telfon jam segini," gumam Zivana lalu dia menggeser tombol hijau di layar ponselnya.
📞"Hallo, Mah"
📞"Hallo sayang, Assalamu'alaikum."
📞"Waalaikum'salam, ada apa Mah? tumben Mamah telfon jam segini."
📞"Ini loh, Eza sering diam-diam pergi keluar rumah saat malam. Tadi Mamah baru melihat dari tayangan CCTV. Kebetulan saja Mamah lagi mengecek CCTV rumah."
📞"Ngapain pergi diam-diam?"
📞"Mamah juga tidak tahu, Nak."
📞"Mending diikuti saja Mah, coba suruh farizki untuk mengikuti Eza."
📞"Baik Nak, ya sudah kalau gitu Mamah matiin dulu yah telfonnya. Ini Mamah mau ketemuan sama teman-teman arisan Mamah. Nanti telfon lagi yah kalau sore."
📞"Oke Mah,"
📞"Assalamu'alaikum," ucap Bu Rara
📞"Waalaikum'salam," jawab Zivana
__ADS_1
Kini panggilan telfon itu langsung terputus. Zivana kembali menaruh ponsel miliknya ke atas meja.
Eza bikin ulah apa lagi sih?" Zivana terlihat menerka-nerka.
"Nona," ucap Desi yang kini ada di hadapan Zivana.
"Ada apa Kak?"
"Itu pampers milik Baby Rayan sudah habis?" ucap Desi
"Kalau gitu saya mau beli dulu di supermarket depan, Kak Desi jagain Rayan dulu yah."
"Baik Nona," Desi kembali pergi dari hadapan Zivana.
Zivana ke kamar atas untuk mengambil tas miliknya dan kunci mobil. Dia pergi dengan mengendarai mobil sendiri.
Saat ini Zivana sudah berada di supermarket. Dia sudah mengambil pampers yang akan dia beli. Saat Zivana berkeliling sekitar stand makanan, dia melihat makanan kesukaannya. Dia hendak mengambil snack itu, namun ternyata dari sebelahnya ada yang memegang snack yang saat ini sedang dia pegang juga.
"Buat kamu saja Zie, saya bisa ambil yang lain." ucap Aldo
Zivana menoleh ke samping dan melihat Aldo yang sedang menatapnya.
"Eh Kak Aldo, sudah lama kita tidak ketemu. Kak Aldo sedang beli apa disini?"
"Kebetulan sedang beli makanan ringan untuk stok." kata Aldo yang saat ini masih menatap Zivana. " Kamu makin cantik saja Zie," Aldo memuji Zivana setelah dia melihat penampilannya.
"Makasih Kak, Kakak juga semakin tampan. Baiklah, kalau bagitu Zia ambil yah makanan ini. Zie pergi dulu Kak." Zivana segera pergi dari dekat Aldo. Dia tidak mau terus berlama-lama ada di dekat Aldo. Dia masih menjaga jarak. Takutnya Aldo masih mengharapkan cintanya.
Aldo menatap kepergian Zivana. Dia merasa senang karena bisa bertemu lagi dengan orang yang di cintainya.
°°
__ADS_1
Zivana sudah pulang ke rumah. Dia melihat mobil suaminya yang sudah terparkir di depan rumah. Zivana keluar dari mobil lalu mengambil barang belanjaannya yang di taruh di jok belakang.
"Sayang, kamu dari mana?" terlihat Alvin yang sedang berdiri di depan pintu sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
"Dari supermarket nih, habis beli pampers." Zivana melangkah mendekati suaminya.
"Cape tidak?" Alvin merengkuh pinggang Istrinya. Lalu mereka melangkah masuk ke dalam rumah.
"Tidak Mas, aku hanya pergi ke supermarket depan."
"Ingat yah sayang, kamu jangan pergi jarak jauh pakai mobil."
"Iya Mas, tidak kok," ucap Zivana sambil mendudukan dirinya di atas sofa. Alvin juga sudah duduk di sebelah Istrinya.
Zivana teringat perkataan Ibunya. Dia akan bertanya kepada suaminya.
"Mas, kamu tahu tidak, kenapa Eza sering keluar malam?"
"Tidak, Eza tidak pernah cerita apa-apa loh sama Mas. Kamu tahu dari mana sayang, jika adikmu suka keluar malam? Bukannya sekarang dia di awasi ketat yah?"
"Tahu dari Mamah,"
"Mungkin dia kumpul sama teman-temannya di luar."
"Bisa jadi sih, tapi tadi aku sudah menyuruh Mamah untuk meminta farizki membuntuti Eza."
"Apa Mas bisa bantu?"
"Jangan! Mas Alvin di rumah saja, jangan sibuk ngurusin Eza. Lagian Mas sudah antar jemput dia setiap hari."
"Baiklah, sayang." ucap Alvin
__ADS_1
Setelah selesai mengobrol, Zivana pergi ke kamar Baby Rayan untuk mengantarkan Pampers.