
Alvin dan Zivana baru pulang dari kantor. Mereka melihat Eza yang sedang berdiri di depan rumahnya.
"Sayang, itu bukannya Eza?" Alvin menatap ke luar kaca mobilnya.
"Iya, tapi ngapain yah jam segini dia ada disini?"
"Mungkin mau ketemu kita, sayang." jawab alvin.
Alvin menghentikan mobilnya di depan rumah. Lalu mereka melangkah keluar. Mereka menaghampiri Eza yang sedang berdiri di depan rumah.
"Za, kamu sudah lama disini?" tanya Alvin.
"Belum kok, Eza baru datang," kata Eza.
"Ya sudah, ayo masuk!" ajak Alvin.
Ez mengikuti mereka masuk ke rumah.
Zivana memberikan Baby Rayan kepada Desi. Lalu dia ikut bergabung dengan adik dan suaminya yang sedang duduk di ruang keluarga.
"Maaf Kak sebelumnya jika kedatangan Eza mengganggu, tapi Eza ingin meminjam uang." ucap Eza
"Berapa?" tanya Zivana
"500juta saja, Kak. Niatnya untuk modal usaha." ucap Eza
"Biar dari aku saja yah Mas uangnya," Zivana menatap suaminya yang juga sedang menatapnya.
"Tapi sayang, dari Mas saja tidak apa-apa kok," ucap Alvin.
"Dari aku saja," kata Zivana lalu dia menatap adiknya yang duduk di depannya. "Mau cash atau cek atau transfer?" tanya Zivana.
"Trasfer saja Kak, Eza tidak mau kalau pegang uang cash banyak seperti itu."
"Baiklah, kamu kirim nomor rekening kamu ke Kakak, nanti Kakak langsung transfer." ucap Zivana
"Baik, Kak." jawab Eza
__ADS_1
Eza sudah memberikan nomor rekeningnya kepada Zivana. Dan Zivana juga sudah mentransfer uangnya.
Eza berpamitan untuk pulang kepada Alvin dan Zivana.
"Kak, Eza pulang dulu yah. Terima kasih pinjamannya, nanti kalau usaha Eza sudah jalan, Eza bakalan menyicil hutangnya." ucap Eza
"Kamu tenang saja, Za. Tidak usah terburu-buru untuk mengembalikan uang itu. Lagian Kalau Zie tidak punya uang, ada Mas Alvin yang siap memberi," ucap Zivana sambil melirik suaminya.
Alvin dan Zivana mengantar Eza ke depan rumah. Mereka menatap Eza hingga meninggalkan halaman rumah itu dengan mengendarai sepeda motornya.
°°°
Alvin dan Zivana sedang bersantai di kamar. Kebetulan Baby Rayan sudah tidur, jadi Zivana tinggal bermesraan dengan suaminya.
"Sayang, Kok Eza minta pinjam uangnya ke kamu yah, bukan ke ayahnya?" tanya Alvin, yang kini sedang membelai wajah istrinya. Kebetulan Zivana sedang tiduran di pangkuannya.
"Eza itu lebih dekat sama aku, Mas. Ya walaupun aku suka nyuruh-nyuruh dia. Kalau dia pinjam uang ke Papah, mungkin dia merasa tidak enak. Papah terkadang suka membeda-bedakan dia sama Farizki. Coba deh Mas perhatiin, di antara kita bertiga, hanya Eza yang kurang pintar dan susah di atur. Mungkin juga itu alasan dia tidak mau bekerja di perusahaan," ucap Zivana.
"Iya juga sih, tapi Mas tetap mendukung dia. Mas yakin loh kalau Eza bakalan sukses."
"Amin, mudah-mudahan yah, Mas." ucap Zivana dengan sedikit menguap, karena kebetulan dia sudah mengantuk.
Alvin melihat Istrinya yang sudah tertidur.
Astaga, mau di ajak enak-enak malah sudah tidur,' gumam Alvin.
Alvin membenarkan posisi tidur istrinya. Alvin merebahkan diri di sebelah istrinya, lalu masuk ke dalam selimut yang sama.
Tengah malam, Alvin mendengar istrinya mengigau. Dia hanya memandangi istrinya yang menurutnya sangat aneh.
Mas, jangan Keras-keras. Mas sakit uhhhh....
Alvin terkekeh geli mendengar suara istrinya.
Mungkin karena tadi malam kita tidak melakukan yang enak-enak, kamu jadi mimpi seperti itu, sayang.' gumam Alvin
Alvin masih memperhatikan istrinya hingga istrinya tak mengigau lagi.
__ADS_1
Alvin kembali memeluk istrinya lalu memejamkan kedua matanya.
°°°
Pagi ini Zivana bangun terlebih dahulu. Dia langsung mandi dan memakai pakaian santai. Karena hari ini hari libur.
Alvin mengerjapkan kedua matanya. Dia melihat istrinya sedang duduk di depan meja rias sambil mengikat rambut panjangnya.
Zie sudah bangun, mending aku pura-pura mengigau saja,' batin Alvin
"Mas, jangan keras-keras, Mas sakit uhhhh..."
Zivana menoleh ke arah suaminya dengan sedikit bingung. Dia masih memperhatikan suaminya yang mengigau seperti itu berulang-ulang.
Kenapa dia?" Zivana beranjak dari duduknya. Lalu dia menghampiri suaminya.
Zivana menyentuh kening suaminya. Ternyata baik-baik saja, tidak demam.
Alvin membuka kedua matanya lalu tertawa.
"Hahahahahahaa...." Alvin merasa lucu melihat istrinya yang terlihat bingung.
"Mas Alvin kenapa sih? udah gitu mengigau aneh sekali," kata Zivana.
"Kamu tidak ingat, sayang. Kamu loh yang tadi malam mengigau seperti itu." kata Alvin
"Masa sih? Mas Alvin jangan mengada-ngada deh, lagian Zie tidak ingat apa pun."
"Benar, sayang."
"Tidak mungkin ah kalau aku mengigau seperti itu."
"Hahahahaha lucu, sayang. Kaya lagi enak-enak saja, Mas sakit, jangan keras-keras," Alvin memperagakan dengan suara menjanya.
"Mas ih geli dengarnya," Zivana memukul suaminya dengan bantal guling.
"Hahahahaha, kamu lucu sekali." Alvin beranjak dari atas tempat tidur sambil tertawa.
__ADS_1
Zivana hanya menatap suaminya hingga suaminya memasuki kamar mandi.
Masa sih aku mengigau seperti itu,' Zivana masih mengingat-ingatnya. Namun dia tidak mengingat jika semalam dia mengigau.