
Sore ini Alvin baru pulang dari kantor. dia melihat Istrinya yang sedang berjalan kaki melewati kompleks perumahan. sepertinya Zivana juga baru pulang kerja.
Tin
Alvin membunyikan klakson dan Zivana menoleh menatap mobil suaminya. namun Alvin tidak menghentikan mobilnya. dia terus mengendarai mobilnya menuju ke rumahnya.
Jahat amat, Istri jalan kaki di biarkan saja." gumam Zivana lalu kembali melanjutkan langkahnya.
Niatnya tadi Zivana akan naik taxi. namun dia menunggu taxi tak datang-datang juga. jadi dia memilih untuk naik angkot. dan angkot tidak boleh masuk kompleks perumahan. jadi dia turun di depan gerbang masuk perumahan.
Zivana baru sampai di rumah. ternyata Alvin sedang menunggunya sejak tadi.
"Cepat taruh tas kamu! nanti kesini lagi!" pinta Alvin
"Iya" Zivana berlalu pergi menuju ke kamar untuk menaruh tas kerja miliknya.
Zivana sudah kembali ke hadapan Alvin.
"Cepat pijat bahuku!" pinta Alvin
Sebenarnya Zivana malas sekali. baru pulang kerja tapi di suruh pijat. apalagi dia sangat cape. tapi, dari pada Alvin memberikan dia hukuman yang berat jadi dia menurutinya.
Zivana berdiri di belakang suaminya. Alvin duduk menyamping di sofa agar Zivana mudah untuk memijatnya.
"Jangan terlalu pelan!"
Zivana menambah tenaga lagi untuk memijat suaminya.
"Aww, kamu mau bunuh saya!" Kini Alvin menoleh ke belakang dan menatap tajam ke arah Istrinya.
"Katanya jangan pelan, ya aku tambah tenaga."
"Dasar tidak becus" Alvin beranjak dari tempat duduknya lalu dia memilih untuk pergi ke kamarnya.
Nah dia pergi, aku bebas nih mau istirahat." gumam Zivana lalu hendak melangkah menuju ke kamarnya. namun suara Alvin menghentikan langkahnya.
"Mau kemana?" tanya Alvin sambil menoleh ke belakang.
__ADS_1
"Ke kamar" jawab Zivana
"Siapa yang menyuruh kamu ke kamar?"
"Lalu?"
"Ikut ke kamar saya!" ucap Alvin lalu kembali melanjutkan langkahnya.
Astaga ke kamarnya, dia mau ngapain aku? jangan-jangan--" Zivana berkelana dengan fikiran negatifnya.
Zivana mengekor Alvin menuju ke kamarnya yang ada di lantai atas. kini Alvin sudah masuk ke kamar. sedangkan Zivana masih berdiri di depan pintu masuk.
"Ngapain disitu? cepat masuk!" ucap Alvin sambil melepas satu persatu kancing kemejanya.
Ngapain dia lepas baju di depanku? jangan-jangan dia mau---" Zivana menggeleng-gelengkan kepalanya. dia menepiskan fikiran negatifnya.
Kenapa dia, aneh sekali," gumam Alvin saat melihat tingkah Istrinya.
"Kenapa masih diam!" perkataan Alvin menyadarkan Zivana yang sedang berfikiran negatif.
"Eh iya," Zivana segera masuk ke dalam kamar. namun dia berjalan menunduk. dia tidak berani untuk menatap badan suaminya yang setengah telanjang* itu.
"Tidak apa-apa kok," jawab Zivana yang masih menundukan pandangannya.
"Aku tahu kamu mencintaiku. pasti tidak kuat melihat kesempurnaan suamimu ini." ucap Alvin kepada Istrinya.
Pede sekali dia, memangnya kenapa kalau aku mencintainya? memangnya dia mau membalasnya? sepertinya mustahil. dia sendiri yang menikahiku hanya sebatas untuk permainannya saja. ah entahlah, apa sih maunya dia?" Zivana kembali berkelana dengan fikirannya.
"Kenapa semenjak menikah kamu jadi hobi melamun?"
"Siapa juga yang melamun," gumam Zivana namun masih terdengar oleh suaminya.
"Sudahlah, cepat siapkan air hangat di bathup! aku mau mandi." ucap Alvin memerintah Istrinya.
Zivana segera melangkah memasuki kamar mandi. dia menyiapkan air hangat di dalam bathup. setelah bathup itu terisi penuh, dia keluar dari kamar mandi.
"Sudah" ucap Zivana kepada Alvin yang sedang dudukan di pinggir ranjang.
__ADS_1
"Kalau sudah ya keluar, ngapain masih disini?"
Astaga makhluk astral yang satu ini bikin emosi saja." batin Zivana
Zivana langsung melangkah keluar kamar itu. dia berniat untuk mandi dan langsung Istirahat.
°°
Kruyuk kruyuk
Perut Zivana berbunyi karena dia merasa lapar. dia menatap jam yang ada di dinding. ternyata memang sudah jam makan malam.
Zivana keluar dari kamar dan hendak ke ruang makan. namun dia melihat Alvin sedang makan malam. biasanya dia makan setelah Alvin sudah selesai dan pergi dari sana. sehingga dia bisa leluasa menikmati nasi dan lauk sisa yang masih ada di atas meja.
Zivana memberanikan diri untuk ke ruang makan. karena disana tidak ada piring kosong, dia memilih untuk mengambil piring di dapur. setelah itu dia menghampiri Alvin yang sedang duduk menikmati makanannya.
"Mau ngapain?" Alvin bertanya saat melihat Istrinya hendak mengambil nasi.
"Mau makan, aku lapar sekali," jawab Zivana
"Sinih!" Alvin mengambil piring yang di pegang oleh Istrinya. dia langsung mengambilkan nasi dan tahu goreng lalu dia masukan ke dalam piring.
"Ini makan!" Alvin menyodorkan piring itu kepada Zivana.
"Cuma ini saja?"
"Lalu, kamu maunya apa?"
"Ikan atau ayam mungkin," jawab Zivana
Alvin memotong ikan yang ada di dalam piring. dia memasukan kepala ikan itu ke dalam piring milik Zivana.
"Kok cuma kepalanya saja?"
"Mau protes, ya sudah tidak usah makan." ucap Alvin
Zivana membawa piring itu menuju ke kamar. dia akan makan di kamar karena di luar ada Alvin. terpaksa dia hanya makan itu saja. sebenarnya bisa saja dia pesan go food. tapi dia tidak bisa menunggu lagi karena sudah keburu sangat lapar.
__ADS_1
Apa seperti ini makananku jika aku jadi orang susah." gumam Zivana lalu mulai menyuapkan nasi ke dalam mulut.
°°°