Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 50


__ADS_3

Menjelang malam, Bu Rara melihat Eza yang baru pulang ke rumah.


"Za, Dari mana saja kamu?" tanya Bu Rara


"Habis main Mah," jawab Eza yang kini menghentikan langkahnya.


Kebetulan Zivana juga baru keluar dari kamarnya. dia mendekati Ibunya dan Eza.


"Ada apa ini Mah?"


"Ini loh Zie, adikmu baru pulang," ucap Bu Rara


"Mungkin habis jagain Mas Alvin, Mamah tidak usah khawatir seperti itu loh," ucap Zivana


"Nah betul tuh kata Kak Zie, Eza mau ke kamar dulu yah," Eza berlalu pergi dari hadapan Bu Rara dan Zivana.


Bu Rara menatap anaknya yang melangkah semakin menjauh dari pandangannya.


"Zie, Mamah itu takut jika Eza salah pergaulan. kamu tahu sendiri dia sering keluyuran seperti itu."


"Selama ini yang Zie lihat sih Eza masih di batas sewajarnya saja Mah."


"Pusing deh Mamah sama anak itu, tolong yah kamu nasehatin Eza. dia selalu nurut loh sama kamu."


"Siap Mah, sekarang Zie mau ke kamar Eza dulu. tapi Baby Rayan tolong di jagain yah Mah."


"Siap sayang," jawab Bu Rara


Bu Rara segera pergi untuk melihat Baby Rayan. sedangkan Zivana pergi ke kamar Eza.


Cklek


Zivana membuka pintu kamar Eza tanpa permisi. dia tidak melihat keberadaan Eza. dia mendengar gemercik air dari kamar mandi. sepertinya Eza sedang mandi.


Tring tring


Zivana mendengar ponsel milik Eza berbunyi. dia mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja. Zivana membaca nama My Love di layar ponsel.


Siapa My Love, apa dia pacarnya Eza?" gumam Zivana lalu dia mengangkat panggilan telfonnya.


📞"Hallo," ucap Zivana


📞"Hallo, ini siapa yah?" tanya seorang perempuan dari balik telfon.

__ADS_1


📞"Ini Zivana Kakaknya Eza, maaf yah Ezanya sedang mandi," ucap Zivana


Panggilan telfon itu langsung terputus begitu saja.


Astaga, beraninya dia mematikan panggilan telfonnya. Eza ini kalau pilih pacar kagak ada akhlak. masa sama yang lebih tua saja tidak sopan." gumam Zivana


"Kak, sedang apa pegang ponselku?" Eza yang baru keluar dari kamar mandi melihat Zivana sedang berdiri sambil memegang ponsel miliknya.


"Ini tadi ada yang menelfon, terus Kakak angkat tapi dia malah mematikannya begitu saja. padahal Kakak bilang kalau Kakak ini Kakak kamu."


"Memangnya siapa yang menelfon?"


"Itu loh My Love, siapa dia? apa dia pacarmu?"


"Rahasia Kak," ucap Eza


"Oh iya Za, kamu tidak macam-macam kan?" Zivana memperhatikan raut wajah Eza.


"Tidak, memangnya aku ngapain?"


"Awas saja yah kalau kamu menghamili anak orang," ucap Zivana


"Kakak apaan sih, ya tidak mungkin Kak."


Zivana melangkah menuju ke kamarnya. dia melihat anaknya yang sudah terbangun dari tidurnya. namun Baby Rayan tidak menangis.


"Mah, tadi Rayan menangis tidak?"


"Tidak Zie, dia tidak menangis. lucu sekali loh cucu Mamah ini." Bu Rara menatap wajah tampan cucunya.


"Mirip siapa coba Mah?"


"Mirip Papahnya tuh," jawab Bu Rara


"Iya nih, padahal aku yang hamil tapi tidak ada mirip-miripnya sama aku."


"Mungkin kamu sangat mencintai suamimu. jadi anakmu mirip sekali dengan Papahnya."


"Mamah apaan sih," Zivana terlihat malu-malu di depan Ibunya.


Hanya sebentar Bu Rara berada disana. setelah mengobrol, Bu Rara keluar dari kamar itu.


°°°

__ADS_1


Pagi ini Zivana sudah bersiap untuk pergi ke rumah sakit. seperti biasa, dia menitipkan anaknya kepada Ibunya.


Zivana mambawa rantang berisi bubur untuk suaminya. dan juga ada potongan buah-buahan. dia pergi diantar oleh Eza. sekalian Eza akan berangkat ke kampus.


Di sepanjang perjalanan, ponsel milik Eza berdering. sebenarnya Zivana penasaran siapa yang menelfon adiknya sejak tadi.


"Za, kenapa tidak di angkat? dari tadi loh ponsel kamu berbunyi," Zivana menoleh ke samping. dia melihat Eza yang terlihat tenang. dia sama sekali tidak melihat ponsel miliknya yang berbunyi sejak tadi.


"Biarkan saja Kak, kata Dilan rindu itu berat. tidak apa-apa biar dia saja yang menahan rindu, sedangkan aku tidak."


"Awas saja nanti kamu di tinggal pergi pacarmu, baru tahu rasa."


"Yeh Kakak kalau bicara kagak ada yang bener sih," ucap Eza


"Hahahaha...cuma ngasal Za, jangan masukin ke hati."


"Iya Eza tahu," ucap Eza lalu dia kembali fokus mengemudi.


Saat ini mobil yang di kendarai Eza sudah sampai di depan rumah sakit. setelah Zivana turun, Eza kembali mengemudikan mobilnya menuju ke kampus.


Zivana melangkah memasuki rumah sakit.


Saat ini dia sudah sampai di depan ruang inap suaminya.


Cklek


"Selamat pagi sayang," ucap Zivana lalu menutup kembali pintunya.


"Wah baru datang sudah manggil sayang, tapi ini pertama kalinya loh Mas di panggil sayang," ucap Alvin yang kini menatap kedatangan Istrinya.


"Masa sih?"


"Iya sayang," Alvin menatap rantang yang dibawa oleh Istrinya. "Kamu bawa apa sayang?"


"Nih bawa bubur sama buah potong untuk Mas Alvin," Zivana berjalan mendekati suaminya. dia menarik kursi lalu duduk di dekat ranjang.


"Suapin dong," ucap Alvin


"Manja sekali sih,"


"Tidak apa-apa, biar lebih romantis."


Zivana membuka tutup rantang lalu dia mengambil bubur dan dia mulai menyuapi suaminya.

__ADS_1


°°°°


__ADS_2