Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 114


__ADS_3

Zivana menunggu suaminya yang tidak pulang-pulang juga. Padahal sudah menjelang malam. Dia juga sudah berulang kali menghubungi nomor suaminya, namun nomornya tidak aktif.


Tin tin


Zivana mendengar suara mobil suaminya. Dia langsung beranjak dari duduknya, dan akan melihatnya ke depan rumah.


"Mas, kok baru pulang sih?" Zivana merajuk di hadapan suaminya.


"Maaf, sayang. Tadi Mas mau menghubungi kamu tapi batrainya habis."


"Kan bisa cas dulu, Mas."


"Mas lupa sayang, pekerjaan banyak sekali. Terus Tio juga ijin pulang duluan karena istrinya di bawa ke rumah sakit."


"Ada apa dengan Kak Desi?"


"Dia jatuh di kamar mandi, tadi juga Mas sudah ke rumah sakit untuk menengok. Kebetulan dia sudah di operasi persalinan."


"Terus bagaimana kondisi Kak Desi dan anaknya?"


"Keduanya baik-baik saja, sayang. Hanya saja kepala Desi yang terbentur sedikit terluka."


"Syukurlah kalau baik-baik saja, besok Zie mau menjenguk Kak Desi yah, Mas."


"Jangan, sayang! Kamu itu belum benar-benar pulih. Lagian Desi juga pasti bisa memaklumi kalau kamu tidak menjenguknya."


"Tapi, Mas..." Zivana masih merengek untuk meminta pergi ke rumah sakit.


"Menurutlah!" pinta Alvin.


"Baiklah, nanti saja kalau Kak Desi sudah pulang Zie menengoknya." ucap Zivana.


Kini keduanya masuk ke rumah. Zivana mengikuti suaminya masuk ke kamar.


"Sayang, kamu mau kemana?" tanya Alvin saat melihat istrinya akan melangkah menuju ke kamar mandi.

__ADS_1


"Zie mau mengisi bathup untuk Mas Alvin mandi," kata Zivana.


"Tidak usah, sayang. Lagian Mas tidak akan berendam."


"Baiklah," Zivana memilih untuk membuka lemari dan menyiapkan pakaian yang akan di kenakan oleh suaminya.


Sedangkan Alvin pergi melangkah menuju ke kamar mandi.


Zivana menaruh pakaian suaminya di atas sofa. Lalu dia keluar kamar karena akan menghampiri Bi Salma untuk mengambil Baby Azel. Karena dia akan mengajak Azel tidur.


Alvin sudah selesai mandi, dia keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya yang sedang me*nyusui Baby Azel.


"Sayang, kok kamu ajak Azel kesini sih? Harusnya nanti dulu lah, biar Mas bisa minta itu," ucap Alvin sambil menunjuk dada istrinya.


"Nanti malah kehabisan sama Mas Alvin, lebih baik Mas Alvin makan dulu saja. Sekalian nanti bawakan makan malam untuk Zie."


"Baiklah, sayang." ucap Alvin dengan sedikit lesu.


°°°


°°°


Kebetulan hari ini hari libur. Jadi Zivana bisa pergi untuk menengok Desi.


Saat ini Alvin dan Zivana sedang bersiap untuk pergi. Asila juga ikut dengan mereka, karena harus menjaga Rayan. Di tengah perjalanan, Alvin menghentikan mobilnya. Dia akan ke swalayan untuk membeli buah tangan yang akan di kasih untuk Desi


Zivana melihat suaminya sudah kembali ke mobil.


"Mas, beli apa saja?" tanya Zivana.


"Nih beli buah-buahan sama kue," jawab Alvin.


Alvin kembali mengemudikan mobilnya menuju ke rumah Asisten Tio.


Setelah lama melewati keramaian ibu kota, akhirnya mobil yang di kendarai Alvin sudah sampai di depan rumah Asisten Tio. Mereka langsung turun dari mobil dan melangkah mendekati pintu masuk.

__ADS_1


Tok tok


Alvin mengetuk pintu rumah itu. Kebetulan Asisten rumah tangganya Tio yang membukakan pintunya.


"Silahkan masuk!" ucapnya.


"Terima kasih," kata Zivana.


"Sama-sama," jawabnya.


Kebetulan Desi dan Asisten Tio sedang duduk sambil menjaga anak mereka.


"Hallo dede kecil," ucap Zivana yang baru datang. Dia duduk di sebelah Desi.


"Kak Desi, bagaimana keadaannya?" tanya Zivana.


"Alhamdulilah, sudah baik-baik saja." jawab Desi.


"Wah jagoannya tampan sekali, pantas saja dia tetap kuat saat ibunya sakit. Mungkin karena dia laki-laki."


"Iya, Alhamdulilah, aku juga senang karena dia baik-baik saja." ucap Desi.


"Oh iya, namanya siapa Kak?" tanya Zivana.


"Azriel Hamdani," ucap Desi.


"Bagus sekali namanya," ucap Zivana, lalu dia kembali bertanya. "Kalian kapan nikah?" tanya Zivana.


"Niatnya sih dua minggu lagi," ucap Asisten Tio.


"Sayang, kamu kok cerewet sekali sih sejak tadi tanya terus," ucap alvin kepada istrinya.


"Biarin, namanya juga penasaran." ucap Zivana


Cukup lama mereka bertamu. Zivana juga merasa senang karena keadaan Desi sudah membaik, dan anaknya juga baik-baik saja. Zivana terus mengajak Desi bercerita. Sesekali mereka juga tertawa saat mendengar ocehan Zivana. Dia pintar sekali membuat suasana obrolan yang seru.

__ADS_1


°°°°


__ADS_2