Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part_109


__ADS_3

Seperti janjinya, malam ini Rara dan Juna menghabiskan malam bersama. Juna yang memang sudah cukup lama menahan, malam ini dia menghajar istrinya habis-habisan. Rara sudah terkapar lemas karena perbuatan suminya. suaminya ini memang tidak mengenal kata lelah. dia terus menggagahi tubuh istrinya yang sudah tak bertenaga.


Mereka sudah selesai dengan kegiatannya. Juna memeluk istrinya yang sudah tertidur lebih dulu.


Esok harinya, Rara terbangun dari tidurnya. dia merasakan sakit di sekujur tubuhnya. dia memandang suaminya yang masih tertidur pulas. Rara segera bangkit untuk membersihkan dirinya dari sisa percintaannya semalam.


Rara menghampiri suaminya yang masih tidur. dia membangunkannya untuk segera bersiap. Rara mengajaknya untuk shalat berjama'ah.


"Mas, apa nggak sebaiknya kita menjemput Baby Zie saja. Rara khawatir kalau dia rewel disana." ucap Rara yang baru saja selesai melaksanakan shalat subuh.


"Kita telpon Mamah dulu saja sayang. kita tanya, Baby Zie rewel atau tidak. lagian, Baby Zie itu lagi kangen-kangennya loh sama Neneknya. tidak mungkin kalau dia rewel.


"Ya sudah terserah Mas saja, tapi kalau Baby Zie rewel, sekarang kita langsung pergi disana."


Juna menghubungi nomer Bu Farah. kinibpanggilan itu sudah tersambung. Juna langsung menanyakan anaknya. dia sangat lega saat Bu Farah mengatakan jika Baby Zie sama sekali tidak rewel.


"Bagaimana Mas?" tanya Rara menunggu jawaban Juna.


"Aman sayang, Baby Zie tidak rewel. jadi kita menjemputnya nanti malam saja." kata Juna


"Ya sudah, lebih baik sekarang Rara bersiap ke toko."


"Memangnya kamu tidak sakit badannya? masih sempet-sempetnya pergi ke toko."


"Memang sakit sih, tapi itu bukan alasan untuk tetap bermalas-malasan di rumah." ucap Rara


"Bagaimana jika Mas bantu untuk memijat kamu." Juna menawarkan dirinya untuk memijat Rara.


"Tidak mau! Rara tahu kok apa yang Mas pikirkan. bukan malah memijat, yang ada Mas menghajar Rara lagi." Rara menolak tawaran suaminya.


Juna hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal. memang dia menawarkan diri untuk memijat Rara dan itu dengan imbalan. dia akan meminta imbalan untuk mengulang percintaannya semalam. tapi istrinya malah sudah mengetahui niatnya duluan.


"Lebih baik kita bersiap sekarang Mas.

__ADS_1


Mas Juna juga akan pergi ke kantor bukan?"


"Iya sayang, tapi Mas tadi sudah ijin kepada Rey. paling nanti berangkat siangan. sekalian Mas mau bikin pengumuman dulu untuk mencari pegawai baru."


"Baiklah kalau begitu" ucap Rara


Rara dan Juna segera berangkat ke toko kue.


°°°


Di kediaman Dirgantara


Baby Zie merengek ingin ikut dengan Rey ke kantor. Bu Farah sudah membujuknya agar Baby Zie tetap bersamanya. namun Baby Zie tetap menolak. akhirnya Rey membawa Baby Zie ke kantor.


"Yakin kamu mau ngajak Zivana? kalau dia rewel gimana?" tanya Bu Farah memastikan.


"Tenang saja Mah, kalau Baby Zie rewel, Rey tinggal telpon Kak Juna." ucap Rey


Kini Rey sudah sampai di kantor. Baby Zie mengganggu dia yang sedang bekerja. Rey meminta Putri untuk menamani Baby Zie yang rewel.


Rey yang baru keluar dari ruangannya, melihat Rio sedang berdiri sambil menatap Putri.


"Ekhm" Rey berdehem di dekat Rio.


"Iya Pak, ada apa?" tanya Rio yang sudah menoleh ke arah Rey.


"Kamu ngapain lihatin Putri? kamu naksir?" tanya Rey


Rio hanya tersenyum tanpa menjawab perkataan Rey.


"Kamu yakin mau menerima dia apa adanya? walaupun dia sudah tidak suci lagi, mungkin."


"Maksud Bapak?" Rio semakin penasaran dengan maksud dari perkataan Rey.

__ADS_1


"Biar saya jelaskan semuanya. Ayo ikut keruangan saya!" Rey mengajak Rio masuk kedalam ruangannya.


Rey menjelaskan semua kejadian yang pernah menimpa Putri saat mereka meeting di hotel. Rio sempat kaget, namun dia berusaha menyembunyikan keterkejutannya.


"Saya akan mencintai dia apa adanya. saya yakin dia wanita yang baik dan penyayang." ucap Rio


"Sekalipun sudah tidak suci?" tanya Rey meyakinkan


"Iya Pak, Insya'allah saya menerimanya dengan ikhlas." ucap Rio penuh keyakinan.


"Kalau begitu saya ikut mendukungmu. nanti saya coba bantu mendekatkan kamu dan Putri. selama ini kalian belum dekat bukan?" tanya Rey


"Belum Pak, saya tidak dekat dengannya."


Setelah berbicara panjang lebar mengenai Putri, kini keduanya langsung fokus membahas pekerjaan.


Juna sudah datang ke kantor. dia langsung menuju ruangan Rey untuk menengok Baby Zie. namun Baby Zie tidak bersama adiknya.


"Kenapa kamu tidak telpon Kakak kalau Baby Zie rewel?"


"Maaf Kak, lagian masih ada Putri yang bisa menjaganya."


Juna langsung keluar dari ruangan adiknya. dia akan segera menghampiri Baby Zie yang masih bersama Putri.


"Sayang, sini sama Papah Nak."


"Ndak mau, Zie ndak mau baleng papah." Baby Zie menolak ajakan Juna.


"Tidak apa-apa, biar Baby Zie bersama saya dulu." ucap Putri


"Tapi dia mengganggu kamu bekerja."


"Tak masalah Pak, saya masih bisa mengurus keduanya." ucap Putri

__ADS_1


"Ya sudah, nanti kalau Baby Zie rewel, kamu bawa ke ruangan saya saja." pinta Juna lalu dia segera meninggalkan ruangan Putri.


°°°°°°


__ADS_2