
Pak Juna sudah berbicara dengan Zivana untuk mengajaknya bekerja sama. Zivana menyetujui ajakan Ayahnya. walaupun Bu Rara yang tadinya sempat menentang karena mengkhawatirkan Zivana. namun kini Bu Rara terpaksa ikut setuju. karena Pak Juna sudah mencoba untuk berbicara dari hati ke hati dengan Istrinya.
"Zie, kamu sudah siap?" Pak Juna bertanya kepada anaknya yang baru selesai sarapan.
"Sudah Pah, ayo pergi!" ucap Zivana lalu beranjak dari duduknya.
"Berasa anak tiri, tidak pernah di tanya," sahut Eza ikut bicara.
"Itu sih salah kamu Za, kamu di rumah saja tidak kerja," ucap Bu Rara kepada anaknya.
"Ya sudah Eza mau pergi dulu mau cari kerja," ucap Eza
"Ngapain pakai cari kerja segala? kamu kan bisa kerja di kantor Papah," ucap Pak Juna
"Tidak mau Pah, masa semua anak Papah kerja di kantor Papah semua sih, Eza mau kerja di luar," ucap Eza
"Baiklah terserah kamu," setelah mengatakan itu Pak Juna berlalu pergi karena memang akan pergi bersama Zivana. sedangkan Farizki pergi ke kantor dengan mengendarai mobilnya sendiri.
Setelah kepergian mereka, Bu Rara kembali bertanya kepada Eza.
"Za, memangnya kamu mau cari kerja dimana?"
"Belum tahu Mah, mungkin di bengkel atau di tempat lain," jawab Eza
"Kalau menurut Mamah sih lebih baik kamu fokus kuliah dulu Za, nanti saja kerjanya kalau sudah lulus kuliah," ucap Bu Rara
"Eza juga ingin seperti Iki, masih kuliah tapi sambil kerja," kata Eza
"Kalau Iki beda lagi Za, dia kan ambil kelas malam kuliahnya. sedangkan kamu kalau malam keluyuran," ucap Bu Rara
"Baiklah, Eza mau fokus kuliah saja," ucap Eza
"Nah bagus, itu semua juga demi masa depan kamu," ucap Bu Rara
"Iya Mah," jawab Eza
Setelah selesai mengobrol, Eza segera pergi dari ruang makan. karena dia sudah selesai makan. sedangkan Bu Rara membereskan piring-piring kosong yang masih ada di meja makan.
Zivana dan Pak Juna berpamitan kepada Bu Rara sebelum mereka pergi. lalu keduanya segera keluar dari rumah. mereka masuk ke dalam mobil yang sama. Pak Juna langsung mengemudikan mobilnya.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan yang tak terlalu lama, kini Pak Juna menghentikan mobilnya. namun bukan di depan perusahaannya. mobil yang di kendarai Pak Juna berhenti di depan Arganta Group.
"Pah, kok kita kesini?" Zivana heran kenapa Ayahnya membawanya ke kantor Alvin, bukan ke kantornya.
"Turun saja dulu," pinta Pak Juna
Kini keduanya segera turun dari mobil. Pak Juna mengajak Zivana masuk ke dalam kantor itu. keduanya segera pergi ke ruangan Alvin. karena tanpa harus membuat janji, mereka bisa menemui Alvin.
Tok tok
Pak Juna mengetuk pintu ruangan Alvin. kebetulan yang membukakan pintu itu Asistennya.
"Silahkan masuk Pak, Nona Zie! saya mau permisi dulu," ucap Asisten Tio lalu keluar dari ruangan itu. kebetulan urusannya dengan Alvin sudah selesai.
"Selamat datang Pah, Zie," Alvin beranjak dari duduknya lalu menghampiri mereka. "Silahkan duduk dulu!" ucap Alvin
Zivana dan Pak Juna duduk di kursi depan meja kerja Alvin.
"Pah, sebenarnya ini ada apaan sih?" tanya Zivana
"Mulai hari ini kamu kerja disini Zie, jadi sekretaris Alvin," ucap Pak Juna
"Semalam Papah sudah bilang loh, dan kamu setuju mau bantuin Alvin," ucap Pak Juna
"Tapi Papah tidak bilang jika Zie harus kerja disini Pah," ucap Zivana
"Sebenarnya kalau kamu mau di kantor Papahmu bisa kok, tapi bolak-baliknya pasti capek. kasihan kamu sedang hamil." sahut Alvin
"Benar juga sih," ucap Zivana
Zivana berfikir sejenak, jika dia tiba-tiba membatalkan niatnya untuk membantu Alvin, dia akan merasa tak enak hati. namun jika harus bekerja satu kantor, dia malas jika harus ketemu Alvin setiap hari.
"Baiklah," akhirnya Zivana setuju jika dia kerja disana.
"Tenang saja Zie, kerja kamu disini cuma santai-santai saja, tidak berat kok kerjanya," ucap Alvin
"Mana ada kerja yang cuma santai-santai saja," ucap Zivana
"Ya ada, aku yang bicara sendiri," kata Alvin
__ADS_1
"Kalau begitu Papah pergi dulu yah mau ke kantor," ucap Pak Juna
"Hati-hati Pah," ucap Zivana
Pak Juna bersalaman dengan Alvin dan Zivana. lalu dia keluar dari ruangan itu.
"Jadi dimana ruanganku?" Zivana bertanya kepada Alvin.
"Ruangan kamu disini, aku sudah suruh Asistenku menyiapkan meja dan kursi baru untuk dibawa kesini," jawab Alvin
"Sejak kapan Direktur utama satu ruangan dengan sekretarisnya?"
"Sejak sekarang, memangnya kenapa? kamu tidak mau satu ruangan denganku?"
"Hm, entahlah," hanya itu yang di katakan oleh Zivana
Tak lama, Asisten Tio datang bersama orang yang membawa meja dan kursi baru. mereka menata meja dan kursi. lalu menaruh kalender kecil dan tempat pulpen di atas meja. bahkan laptop baru juga sudah tergeletak di atas meja. itu semua atas perintah Alvin. jadi Zivana tinggal pakai saja.
Zivana mendekati meja kerjanya. dia duduk di kursi itu. Zivana menatap alvin yang sedang fokus dengan layar laptopnya.
"Jadi apa tugas pertamaku?" tanya Zivana
"Kamu buka laptop dan browsing nama Alex Mahendra. cari informasi perusahaan mana saja yang bekerja sama dengan perusahaannya."
Zivana mulai membuka laptop itu. dia masuk ke google dan mencari siapa itu Alex Mahendra.
"Waw, ini sih pengusaha sukses," gumam Zivana
"Kamu kenal?"
"Tidak, cuma pernah lihat di wawancara salah satu stasiun televisi," ucap Zivana
Zivana mulai membaca profil Alex Mahendra. dia juga mencari perusahaan mana saja yang bekerja sama dengan perusahaannya. namun kalau data perusahaan tidak ada di google.
"Aku sudah mencari informasi perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaannya. namun disini tidak di lampirkan. dan itu juga pasti karena sifatnya pribadi. namun jika kita fikirkan lagi, perusahaan ini berada di New york. dan pastinya Alex ini bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang tak kalah terkenal juga di New york dan sekitarnya." jelas Zivana
"Baiklah, kamu cari perusahaan apa saja kira-kira, setelah itu kamu laporkan ke saya," pinta Alvin
"Baik Pak Bos," jawab Zivana lalu mulai browsing lagi di google.
__ADS_1
°°°