Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part_128


__ADS_3

Kini orang yang dihubungi oleh Rey telah datang.


Tok tok


Terdengar ketukan pintu depan kediaman Dirgantara. Bu Farah membuka pintu itu dan melihat Putri berdiri disana.


"Assalamu'alaikum" ucap Putri


"Waalaikum'salam


ayo masuk sayang." ajak Bu Farah dan Putri mengekor masuk ke dalam rumah.


"Kamu yang tadi dihubungi Rey untuk datang kesini?" tanya Bu Farah


"Iya Tan, tadi Kak Rey yang telpon Putri.


oh iya kalau boleh tahu, Rara sakit apa yah?" tanya Putri


"Sepertinya Rara kecapean siang malam harus ngurus Baby Al. ibu cuma bisa bantu sebentar-sebentar." ucap Bu Farah


"Apa sudah minum obat Tan?" tanya Putri


"Sudah tadi, dan sekarang sedang tidur.


ayo Nak ikut tante ke kamar Baby Al." ajak Bu Farah


"Oke Tan" Putri mengikuti Bu Farah. mereka berjalan menuju ke kamar Baby Al.


Putri melihat Baby Al masih tidur di dalam ranjang bayi. kebetulan Rara sudah tidak berada disana karena dia sedang sakit. dia langsung pindah kamar tadi saat suaminya belum berangkat kerja.


Putri menatap Baby Al yang masih tidur. sambil mengunggunya bangun, Putri membereskan kamar itu. Bu Farah sudah melarangnya namun tetap Putri lakukan karena dia ingin melakukannya.


Putri melihat Baby Al sudah terbangun. dia menghampirinya dan menggendongnya. Baby Al yang tadi menangis kini terdiam hanya karena digendong oleh Putri.


Terlihat Rara memasuki kamar Baby Al.


"Ra, kamu lagi sakit kan? istirahat saja sanah. biar Baby Al aku yang mengurusnya." ucap Putri


"Oh iya syukurlah ada kamu. tadi aku mendengar Baby Al menangis jadi buru-buru kesini." kata Rara


"Kamu kembali saja ke kamarmu Ra." suruh Putri


"Baiklah, aku istirahat dulu yah. nanti kalau kamu capek, bilang saja biar bisa gantian jaga Baby Al." ucap Rara

__ADS_1


"Oke"


Bu Farah sangat menyukai Putri. terlebih lagi Putri itu anak dari sahabatnya dan wanita yang sempat ingin dijodohkan dengan anaknya.


Bu Farah melihat Putri sedang sibuk di dapur.


"Loh, Putri lagi ngapain?" tanya Bu Farah


"Lagi Masak Tan" jawabnya


"Tidak usah repot-repot Put, biar Tante saja yang masak." ujar Bu Farah


"Putri tidak merasa direpotkan kok Tan. lagian Baby Al sedang tidur." ucap Putri


"Sinih Tante bantuin." Bu Farah menawarkan diri untuk membantu Putri.


"Tidak usah Tan, lebih baik Tante istirahat saja." tolak Putri


"Tante jadi nggak enak ngerepotin kamu."


"Tidak kok Tan, Putri sama sekali tidak merasa direpotkan. lagian ini juga kemauan Putri sendiri. mending Tante yang gantian jagain Baby Al dulu. Putri takut jika Baby Al bangun." pinta Putri


"Baiklah" Bu Farah pergi meninggalkan Putri.


Setelah makan siang, Putri memilih untuk kembali ke kamar. dia melihat Baby Al yang sudah terbangun. Putri membuatkan susu formula untuk Baby Al. beberapa saat setelah meminum susu itu, Baby Al kembali tertidur. Putri pun ikut tidur karena dia merasa ngantuk.


Putri berjalan memasuki kamar mandi yang ada di kamar itu. tapi sebelum itu dia membuka semua pakaiannya.


setelah selesai mandi dia segera keluar. Putri hanya mengenakan handuk saja.


Rey yang baru pulang kerja segera mengecek kegiatan di kamar Baby Al selama dia tidak berada dirumah. dia membuka laptop miliknya dan melihat CCTV yang dia pasang dikamar Baby Al. CCTV itu sedang menayangkan kegiatan saat in. karena Rey baru menyalakannya dan belum melihat ke waktu yang ingin dia lihat.


Seketika Rey melotot saat melihat wanita sedang membuka handuknya. apalagi wanita itu tidak memakai dalaman apapun. bukannya mematika laptop, tapi Rey malah memperbesar tayangan CCTV itu. dia tidak menyia-nyiakan tontonan gratis itu. dia melihat Putri dari mulai memakai dalaman hingga sampai dia mengenakan hijabnya.


Dia ternyata sexy juga. hm lumayan sore-sore cuci mata." gumam Rey lalu dia mematikan laptopnya. dia tak jadi melihat kegiatan dikamar Baby Al seharian ini.


Rey masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. tiba-tiba Rey membayangkan lagi tubuh polos Putri. seketika miliknya terbangun.


"Sstt kenapa hanya dengan membayangkannya saja membuat milikku terbangun." gumam Rey


Rey mandi dengan sedikit lama karena dia harus menindurkan miliknya.


Semuanya sudah berkumpul di ruang keluarga. Rey tak berani menatap Putri. karena setelah kejadian CCTV itu Rey terus bepikiran liar jika mengingat Putri.

__ADS_1


"Rey kamu kenapa?" tanya Juna yang melihat adiknya menunduk terus.


"Rey tidak apa-apa kok." jawabnya


Bu Farah dan Rara ikut menatap Rey. memang Rey tampak malu-malu dan terus menunduk.


"Rara tahu nih Mas Rey kenapa, pasti dia malu karena ada Putri." ucap Rara


"Iishh sayang, kok kamu masih memanggil Rey pakai sebutan Mas sih. dia kan adik kamu. panggil nama saja dong. Mas tidak suka kamu memanggil Mas ke lelaki lain." pinta Jun kepada istrinya.


"Tapi kan Mas Rey lebih tua dari Rara. Rara nggak enak lah kalau manggil nama." kata Rara


"Awas yah nanti Mas nggak akan kasih jatah." ancam Juna


"Kebalik kali, harusnya Rara yang bicara seperti itu." ucap Rara


"Sudah-sudah, kalian kalau mau ribut dikamar saja sanah." kata Bu Farah


"Ayo sayang kita ke kamar." ajak Juna


"Tidak ada adegan berantem di kamar.


kita pisah ranjang." ucap Rara sambil memalingkan wajahnya.


"Kok gitu sih sayang, kan sudah ada Putri. lagian kamu juga masih sakit kan." rengek Juna


"Rara sudah lebih mendingan. lagian Putri harus pulang loh. masa mau menginap disini."


"Betul tuh, Putri itu belum jadi menantu Mamah. jadi tidak boleh tinggal disini dulu." sahut Bu Farah


"Rey, cepat kamu antarkan Putri pulang." Bu Farah meminta Rey untuk mengantarkan Putri.


"Tapi Mah, bukannya dia bawa mobil sendiri."


"Jangan menolak Rey, mobil Putri biar ditinggal disini. kamu antarkan saja dia pulang." pinta Bu Farah


"Tidak usah Tan, Putri bisa pulang sendiri." ucap Putri


"Tidak ada penolakan." pinta Bu Farah


Akhirnya Rey dan Putri segera berdiri. Putri berpamitan kepada mereka sebelum dia pergi.


"Rey kamu yakin mau pakai pakaian seperti itu?" tanya Juna yang melihat Rey hanya memakai pakaian polos berwarna putih dan celana boxer.

__ADS_1


"Iya, lagian Rey tidak akan keluar dari mobil. jadi tidak ada orang luar yang akan melihat Rey berpenampilan seperti ini." ucapnya


Rey dan Putri segera pergi. Rara dan yang lainnya menatap kepergian mereka dari depan rumah.


__ADS_2