Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 75


__ADS_3

Siang ini Alvin dan Zivana sudah berada di perjalanan menuju ke yogyakarta. Mereka pergi menaiki pesawat. Jika naik mobil, bisa sekitar delapan jam perjalanan. Karena perjalanan dari Ibu kota ke Yogyakarta sangatlah jauh.


Beberapa kali Zivana menatap anaknya yang sedang bersama Desi.


"Sayang, kamu tidak usah nengok-nengok terus, anak kita baik-baik saja kok," ucap Alvin


"Zie hanya khawatir saja, Mas. Takutnya anak kita rewel."


"Kalau rewel pasti Desi memanggilmu," ucap Alvin


"Iya deh," Zivana kembali duduk sambil menyenderkan badannya.


Hanya menempuh perjalanan 1jam 10 menit, kini pesawat yang mereka naiki sudah sampai di bandara Adi sucipto. Mereka turun dari pesawat dan melangkah keluar dari bandara. Alvin memesan taxi online untuk mengantarkan mereka ke hotel bintang lima yang terdekat.


Kini taxi online yang mereka naiki sudah sampai di depan hotel mewah. Mereka segera keluar dari taxi. Mereka melangkah memasuki hotel. Hingga kini mereka ada di depan resepsionis. Alvin memesan dua kamar. Satu kamar untuk dia dan Zivana. Dan satu kamar lagi untuk Baby Rayan dan Desi.


Setelah mendapatkan kartu akses masuk kamar, mereka segera pergi menuju ke kamar yang akan di tempati.


Kedua kamar yang Alvin pesan saling bersebelahan. Mereka masuk ke kamar masing-masing.


Alvin menatap Istrinya yang langsung tiduran di atas tempat tidur.


"Sayang, kita mau langsung jalan-jalan atau istirahat dulu?"


"Istirahat dulu saja, Mas. kasihan loh Rayan pasti cape," ucap Zivana sambil beranjak dari tempat tidur.


"Kok kamu turun? katanya mau istirahat," ucap Alvin yang kini duduk di pinggir ranjang.


"Aku mau ke kamar sebelah dulu melihat Rayan. Takutnya kalau dia haus." ucap Zivana


"Baiklah," Alvin menatap Istrinya yang melangkah keluar dari kamar.


Cukup lama Zivana di kamar sebelah. Ternyata anaknya memang sedang haus.


Alvin menunggu istrinya yang tidak juga kembali.


Zie kok lama sekali sih," batin Alvin


Lama menunggu, akhirnya Alvin ketiduran.


Zivana sudah kembali ke kamar. Dia melihat suaminya yang sedang tidur.

__ADS_1


Mas Alvin kayanya kecapean," gumam Zivana


Sebelum suaminya bangun, Zivana memilih untuk mandi agar lebih segar. Karena jika suaminya tahu jika dia mau mandi, bisa-bisa ada drama mandi bareng.


Alvin terbangun karena mendengar suara ponsel berdering. Dia melihat ponsel yang tergeletak di atas meja. Ternyata yang berdering ponsel milik Zivana. Dan itu panggilan masuk dari Bu Rara. Alvin mengangkat panggilan telfon itu.


📞"Hallo, Mah." ucap Alvin


📞"Hallo, Vin, kok kamu yang angkat? Zie dimana?"


Sejenak Alvin diam, dia mendengar suara gemercik air dari kamar mandi.


📞"Zie sedang mandi, Mah." jawab Alvin


📞"Oh, baiklah, Kalian sudah di Yogyakarta atau masih di rumah?"


📞"Di Yogyakarta, Mah. Ini lagi di hotel, hanya satu jam perjalanan kita sampai."


📞"Syukurlah, kalian hati-hati yah."


📞"Iya, Mah. Mamah mau bicara sama Zie?"


📞"Oke, Mah." jawab Alvin


Kini keduanya sudah selesai beetelfonan.


Tak lama, pintu kamar mandi terbuka. Zivana keluar hanya dengan memakai handuk saja untuk menutupi tubuhnya.


"Sayang, kamu mandi kok tidak ajak-ajak Mas sih?" tanya Alvin


"Hehehe, maaf. Habisnya Mas Alvin sedang tidur sih."


"Iya, ketiduran karena kelamaan nungguin kamu. Tadi juga terbangun karena dengar suara ponsel kamu. Tadi Mamah Rara telfon, dia nanya kita sudah berangkat apa belum."


"Mamah nanyain aku tidak?"


"Iya, tapi katanya nanti mau telfon lagi." jawab Alvin


"Baiklah," ucap Zivana


Zivana membuka koper miliknya lalu mengambil pakaian yang akan dia pakai.

__ADS_1


"Mas, kita mau jalan-jalan tidak?"


"Nanti saja sebentar, terus kita lanjut besok lagi jalan-jalan seharian."


"Oke deh," Zivana langsung mengambil pakaian yang menurutnya bagus dan cocok untuk di pakai saat bepergian.


Alvin beranjak dari duduknya. Dia juga akan mandi karena mereka akan pergi ke tempat-tempat yang ada di dekat hotel.


°°°


°°°


Pagi ini Alvin dan Zivana sedang bersiap. Walaupun Zivana merasa lelah karena semalam suaminya mengajaknya ber*cinta, tapi dia akan tetap pergi.


"Ih, aku pakai baju yang mana nih?" Zivana mengacak-acak isi kopernya. " Sebel deh sama Mas Alvin. Ngapain coba bikin tanda di leher?"


"Maaf, sayang. Mas sengaja karena tahu kalau kamu pasti akan memakai baju yang terbuka." ucap Alvin


"Alasannya kenapa coba?"


"Biar kamu tidak di lirik lelaki lain, bisa gawat loh kalau lelaki lain memperhatikan kecantikanmu. Cuma Mas yang boleh menatap kamu sepuasnya."


"Tapi tidak segitunya, sekarang aku pakai apa?"


"Sebentar Mas pilihin baju untuk kamu," Alvin mendekati istrinya lalu memilih pakaian yang cocok di pakai oleh Istrinya.


Alvin mengambil kemeja panjang berwarna putih dan berkerah. Lalu dia memberikannya kepada Istrinya.


"Ini saja sayang," ucap Alvin


"Ih, kaya anak sekolah lagi magang, lagian kok ini kemeja ada disini? perasaan aku tidak membawanya?"


"Mas yang sengaja selipin di tumpukan pakaian kamu."


"Ternyata Mas Alvin sengaja nih," Zivana langsung membuka kancing kemeja yang dia pegang, lalu dia mulai memakainya.


Setelah selesai bersiap, mereka berdua keluar dari kamar hotel. Kebetulan bertepatan dengan Desi yang baru keluar juga dari kamar. Mereka akan mencari sarapan di luar sebelum keliling ke tempat rekreasi.


Alvin sudah menyiapkan kamera untuk mengambil foto mereka. Dia akan mengabadikan setiap momen kebersamaan dengan anak dan istrinya.


°°°

__ADS_1


__ADS_2