
Juna dan Rara sedang bersiap untuk menghadiri acara pernikahan Putri dan Rio. karena memang Putri dari keluarga terpandang dan dia merupakan anak satu-satunya, pernikahannya dilakukan secara mewah di hotel bintang lima.
Juna terus memandangi istrinya yang sedang memoleskan make up tipis di wajahnya.
"Mas kenapa lihatin aku?" tanya Rara yang melihat tatapan suaminya dari pantulan cermin di meja rias.
"Kamu cantik sekali" Puji Juna melihat kecantikan istrinya.
"Bosen Rara denger Mas memuji Rara setiap hari." ucap Rara
"Dari pada Mas memuji kecantikan wanita lain, gimana tuh?"
Seketika Rara menoleh dan memanyunkan bibirnya.
"ish ish kenapa tuh bibir? emm sepertinya pengen dicium." kata Juna sambil tersenyum menatap wajah istrinya.
"Enak saja main cium, nanti lipstik Rara belepotan." ujar Rara
Tin tin
Terdengar suara klakson mobil dari arah luar.
"Mas, sepertinya itu Mas Rey sama Ayu sudah datang. ayo kita segera keluar!" Rara meraih tas miliknya lalu mengajak suaminya segera keluar.
Juna dan Rara memasuki mobil yang sama dengan Rey. mereka memilih untuk berangkat bersama agar terlihat kompak.
"Mamah" Baby Zie yang berada di pangkuan Ayu memanggil Rara saat melihat Rara sudah duduk di kursi belakang.
"Sayang, sinih sama Mamah." ucap Rara meminta anaknya untuk bersamanya.
Ayu menggendong baby Zie dan memberikannya kepada Rara.
"Uluh uluh anak Mamah berat sekali." Rara mendudukan Baby Zie ditengah.
"Enak bener anak dititipin ke kita. Ibu Bapaknya asyik enak-enakan tiap malam." celetuk Rey dan langsung mendapat cubitan dari Ayu.
"Aww kok dicubit sih?" pekik Rey
Ayu hanya tersenyum tanpa menimpali perkataan suaminya.
"Gimana Bro, loe udah jadi belum?" tanya Juna ikut berbicara.
"Jadi apanya?" Rey tak mengerti maksud Kakaknya.
"Rey junior lah, memangnya apa lagi?"
"Gimana mau jadi, kalau tiap malem Baby Zie meminta ikut tidur bareng kita." jawab Rey
Juna tertawa mendengar penuturan adiknya. sedangkan Rara merasa tak enak karena anaknya menganggu waktu berdua Rey dan Ayu.
__ADS_1
"Zie sayang, katanya Zie tinggal dirumah Nenek karena mau bareng Nenek. kok malah gangguin Om Rey sama Tante Ayu?"
"Tante Ayu baik, jadi Zie mau bareng terus." ujar Baby Zie dengan perkataan yang kurang jelas ala balita.
"Tapi jangan ganggu mereka dong sayang. kalau tidur, Zie sama Nenek saja." ucap Rara menasehati anaknya.
Baby Zie menggelngkan kepalanya.
"Ya sudah, kalau begitu mulai sekarang Baby Zie ikut sama Papah sama Mamah saja yah sayang."
Baby Zie hanya menganggukan kepalanya, sambil asyik memainkan boneka barbie miliknya.
"Sayang, kalau Baby Zie bareng kita, kita tidak bisa melakukan itu berjam-jam dong." ujar Juna
"Iish Mas Juna mah itu terus pikirannya. Baby Zie itu anak kita loh. jadi harusnya terus bersama kita. karena kita orang tuanya. masa mau merepotkan orang lain terus sih." ucap Rara tak habis pikir mendengar penuturan suaminya.
Juna langsung diam tak berbicara lagi. sedangkan Rey sudah menahan tawanya sejak tadi. dia tak berani tertawa terbahak-bahak karena istrinya terus menatapnya.
Kini mereka sudah sampai di depan hotel super mewah. mereka turun dari mobil dan berjalan berdampingan. Juna dan Rey, keduanya berjalan sambil merangkul pinggal istrinya. Juna juga meggendong Baby Zie dengan satu tangannya.
Rara mengajak Ayu untuk menemui Putri. dia ingin segera memberikan kado istimewa yang dia bawa. setelah bertanya kepada kedua orangtua Putri, kini Rara dan Ayu berjalan menuju salah satu kamar hotel yang digunakan Putri sebelum acara dimulai.
sedangkan Juna dan Rey ikut bergabung dengan tamu lainnya.
"Putri, ini Putri kan?" Rara tampak kagum melihat kecantikan Putri.
"Cantik sekali kamu pakai kebaya ini." Rara memuji Putri.
Putri tampak malu-malu mendengar pujian dari Rara.
Rara menyerahkan kado yang sudah disiapkannya. begitupun Ayu, dia memberikan kado yang dia bawa.
"Ngomong-ngomong, dimana Kak Rio?" Tanya Rara
"Tadi sih masih di perjalanan." ucap Putri
Mereka cukup lama mengobrol. mungkin ada sekitar 15menit. mereka mendengar suara gaduh dari luar. Rara segera melihat keluar dan ternyata ada beberapa orang yang berlari di lorong hotel.
"Maaf Mas, ini ada apa yah? kok kayak ada kegaduhan?" tanya Rara kepada salah satu karyawan hotel yang lewat depan kamar Putri.
"Itu Kak, di depan ada kecelakaan dan langsung meninggal di tempat." ucapnya
"Inalilahi'wainnalilahi'rajiun."
"Ada apa Ra?" tanya Ayu dan Putri yang sudah menghampiri Rara.
"Di depan ada kecelakaan dan korbannya langsung meninggal di tempat." ucap Rara
"Ya udah Ra, ayo kita ikut lihat!" ajak Putri
__ADS_1
"Kamu itu calon pengantin loh. kamu disini saja, biar aku yang melihat kedepan." kata Rara
"Tapi aku ingin lihat Ra, perasaanku tak enak." ucap Putri
Akhirnya mereka bertiga berjalan melewati lorong hotel menuju ke lift terdekat untuk menuju ke lantai bawah.
"Mas Juna" Rara memanggil suaminya dan Juna langsung menoleh.
Rara melihat suaminya sedang mengelap sudut matanya.
"Mas Juna kenapa menangis?" tanya Rara
"Ah tidak kok, Mas tidak menangis." jawab Juna berbohong.
"Terus, katanya ada kecelakaan, apa Mas tahu siapa yang kecelakaan?" tanya Rara
"Itu--" ucapan Juna terhenti saat dia melihat Putri sudah berada di depan mereka.
"Siapa Mas?" tanyanya lagi
Belum sempat Juna menjawab, kini sudah datang seseorang menghampiri mereka.
"Putri, anak Mamah harus kuat yah." tiba-tiba saja Putri di peluk oleh Ibunya. dan Ibunya tampak sembab.
"Mah, Mamah kenapa menangis? sebenarnya ini ada apa Mah?" tanya Putri
"Rio meninggal Nak, calon suamimu meninggal karena kecelakaan." ucapnya
Putri sangat terkejut mendengar kenyataan ini. jantungnya terasa berhenti berdetak. badannya lemas seolah berat untuk menopang tubuhnya. ai matanya lolos begitu saja.
Rara ikut memegang Putri agar tidak terjatuh. Putri tampak diam dengan pandangan yang kosong. Rara ikut prihatin dengan musibah yang menimpa sahabatnya.
"Sayang, ini Baby Zie sama kamu yah. Mas mau menyusul mereka ke Rumah Sakit." ucap Juna lalu memberikan Baby Zie kepada istrinya.
"Iya Mas" jawab Rara
Rara dan Ayu memilih untuk menemai Putri disana. mereka akan menyusul saat acara pemakaman saja. karena kini, jenazah Rio dibawa ke rumah sakit terlebih dahulu.
°°°
yang sabar yah putri, nanti kamu juga akan bahagia kok😊
◇
◇
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian setelah membaca. Like dan komennya saya tunggu.
Terimakasih🤗
__ADS_1