Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part_60


__ADS_3

Juna mengingat perkataan ibunya yang akan mencari keluarga dari wanita yang sudah merusak rumah tangganya. Juna mencoba bertanya lagi apakah ibunya masih mencari keluarga dari wanita itu atau tidak. ini juga menyangkut Rara, walaupun bukan siapa-siapa lagi setidaknya Juna akan melindungi Rara untuk menebus semua kesalahannya


di masalalu.


Juna menghampiri ibunya yang sedang duduk bersantai di ruang keluarga.


"Mamah" sapa Juna lalu dia ikut mendudukan dirinya di depan ibunya.


"Eh iya Nak"


"Juna boleh bertanya sesuatu tidak?" tanya Juna


"Silahkan Nak, memangnya apa yang akan kamu tanyakan?"


"Mamah masih ingat tidak, beberapa bulan yang lalu Mamah berniat mencari keluarga dari pelakor itu." Juna kembali mengingatkan Mamahnya mengenai hal yang pernah dia katakan.


"Oh itu, Mamah sudah menyuruh orang bayaran Mamah untuk mencari keluarganya. namun suami wanita itu sudah meninggal. dan juga anaknya pergi entah kemana. para tetangganya bilang, anaknya itu ikut suaminya ke kota." jelas Bu Farah


"Mamah punya foto mereka tidak?"


"Tidak, memangnya kenapa? kamu kok jadi kepo sekali mengenai hal ini?" selidik Bu Farah karena melihat Juna yang tampak penasaran.


"Ah tidak kok, apa Mamah masih mencari keberadaan anaknya?" tanya Juna


"Mamah memilih menghentikan pencarian anak dari wanita itu. sekarang Mamah mau fokus untuk mencarikanmu calon istri." ucap Bu Farah sangat antusias.


"Terserah Mamah deh, lagian jika Juna menolak pasti Mamah akan tetap memaksa."


Setidaknya Juna sudah lega karena Bu Farah tidak lagi mencari keberadaan Rara. sekarang yang harus dia pikirkan yaitu mengenai calon istri yang akan dikenalkan kepadanya. jujur saja dia masih belum mau mencari pendamping dengan gegabah. apalagi statusnya sekarang masih suami Luna.


dia takut jika nantinya dia yang dituduh berselingkuh oleh keluarga Luna padahal Luna sendiri yang menghianatinya.


°°°

__ADS_1


Juna yang habis melakukan meeting dengan klien di luar kantor, tak sengaja melewati toko kue Pak Sam. Juna menghentikan mobilnya di depan toko itu. dia masih belum move on dari rasa kue yang begitu lezat yang pernah dia beli. jadi dia memutukan untuk membeli lagi kue yang pernah dia beli sebelumnya.


Juna yang akan memasuki toko melihat Rara didalam dan sedang menggendong anaknya yang sedang menangis. disana juga ada Putri dan Pak Sam yang bergantian menggendong Baby Zie. tapi Baby Zie tetap tidak mau menghentikan tangisannya.


"Baby Zie kenapa sih Ra? perasaan tadi pagi dia masih baik-baik saja." tanya Putri yang sedang menimang-nimang Baby Zie yang masih menangis.


"Aku tidak tahu Put, tidak biasanya Baby Zie seperti ini. aku kira Baby Zie mau digendong kamu makannya aku langsung membawanya kesini."


"Sini coba sama saya Put, mungkin dia bisa berhenti menangisnya." Pak Sam menawarkan diri untuk menggendong Baby Zie.


Putri memindahkan Baby Zie sehingga sekarang sudah di gendongan Pak Sam.


tapi Baby Zie masih saja menangis.


"Masih nangis juga Ra" ucap Pak Sam sambil menimang-nimang Baby Zie.


"Sepertinya dia kangen sama ayahnya." ucap Putri


Juna yang mendengar itu semakin penasaran dengan sosok ayah dari bayi mungil itu.


"Permisi" ucap Juna ramah


"Itu Put, pelanggan dilayanin dulu." Pak Sam memerintahkan Putri untuk melayani pelanggan yang baru datang.


"Mau beli kue apa?" tanya Putri yang sudah menghampiri Juna.


"Mau yang ini dan ini." Juna menunjuk kue yang ingin dia beli.


Putri langsung mengambil kue yang dipilih Juna dan menaruhnya kedalam kotak kue.


Pak Sam juga sudah pergi kembali ke belakang.


Juna menghampiri Rara yang masih kerepotan menenangkan Baby Zie yang masih menangis.

__ADS_1


"Sini biar saya gendong Ra." Juna meminta untuk menggendong Baby Zie karena dia merasa kasihan melihat Rara.


Dengan terpaksa Rara memberikan Baby Zie kepada Juna. sekarang Baby Zie sudah berganti ke gendongan Juna.


seketika tangisannya langsung terdiam.


Juna terus menimang-nimang bayi mungil itu.


Rara senang karena anaknya sudah tidak menangis lagi. tapi dia takut jika nantinya Baby Zie malah ingin terus di gendong oleh Juna. Putri yang sedang membungkus kue juga menatap Baby Zie yang sudah terdiam dari tangisannya. Putri paham jika Baby Zie sepertinya merindukan kasih sayang seorang ayah.


Putri menghampiri Juna dan memberikan kue.


"Ini kuenya" ucap Putri sambil menyodorkan bungkusan isi kue.


"Taruh dulu disana, dan ini uangnya." Juna mengambil uang di kantong celananya lalu memberikannya kepada Putri.


Juna masih belum beranjak pergi. dia masih menimang-nimang Baby Zie. saat dia melihat Baby Zie sudah tidur, dia memberikannya kepada Rara. namun Baby Zie kembali menangis. Rara dan Juna saling pandang, lalu Juna memilih untuk tetap menenangkan Baby Zie.


Juna menyuruh Rara untuk mengambilkan ponselnya yang berada di dalam tas. dia berniat menghubungi Rey untuk mengurus pekerjaannya di kantor.


Rara yang baru membuka tas milik Juna, tak sengaja melihat surat gugatan perceraian. Rara sangat penasaran ingin membaca isinya. tapi dia tak berani untuk membaca lebih detail. itu juga dia tak sengaja melihat.


"Ini" Rara memberikan ponsel milik Juna.


Juna segera menghubungi Rey untuk memberitahukan bahwa dia tidak akan kembali lagi ke kantor.


Pak Sam yang baru keluar dari dapur, menghampiri Rara dan menyuruhnya untuk kembali ke Mess.


"Ra, mending kamu ke Mess saja. kasihan Baby Zie kalau di gendong terus."


"Iya Pak, maaf saya sudah mengusik ketenangan toko." ucap Rara


"Tidak Kok Ra, saya hanya ingin menyarankan yang terbaik untuk Baby Zie."

__ADS_1


Dengan terpaksa Rara mengajak Juna untuk ikut ke Mess. karena Baby Zie yang belum mau pindah dari gendongan Juna.


°°°


__ADS_2