Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 80


__ADS_3

Saat ini mobil yang di kendarai Alvin sudah sampai di depan rumah. Alvin dan Zivana segera keluar dari mobil. Di depan rumah sudah ada Bi Salma dan Desi yang menunggu kedatangan mereka.


"Sayang, biar Rayan sama Desi dulu. Kita istirahat saja ke kamar." ucap Alvin kepada Istrinya, saat mereka sudah keluar dari mobil.


"Iya, Mas." jawab Zivana


Mereka melangkah mendekati Desi dan Bi Salma.


"Des, kamu bawa Rayan ke kamarnya yah. Sekalian kamu mandiin," ucap Alvin.


"Baik,Tuan." jawab Desi


Zivana memberikan Baby Rayan kepada Desi. Lalu dia dan Alvin melangkah masuk ke rumah.


Sejak tadi Bi Salma dan Desi memperhatikan raut wajah Zivana yang terlihat sedih. Sepertinya Zivana sedang ada masalah.


"Bi, Nona Zie kenapa yah? Kok terlihat sedih sekali, padahal Rayan sudah ketemu," ucap Desi.


"Mungkin syok karena Den Rayan sempat hilang. Tapi Bibi bersyukur karena Den Rayan sudah di temukan lagi. Ayo kita masuk!" ajak Bi Salma.


"Iya, Bi." Desi mengekor Bi Salma yang sudah terlebih dahulu masuk ke rumah.


Bi Salma dan Desi ke kamar Rayan. Niatnya Bi Salma akan membantu Desi. Desi menitipkan Baby Rayan kepada Bi Salma. Karena dia akan menyiapkan air hangat untuk Baby Rayan mandi.


Alvin dan Zivana sudah berada di kamar mereka. Alvin sejak tadi mengusap punggung Istrinya. Zivana terlihat trauma sekali dengan kejadian tadi. Dua kejadian yang tidak bisa hilang begitu saja dari benaknya. Hilangnya Baby Rayan, dan dirinya yang hampir saja di lecehkan.


"Sayang, jangan diam terus dong, kamu kenapa?" Alvin menyingkirkan rambut panjang Istrinya yang menutupi wajahnya.


"Aku takut Mas," Zivana memeluk suaminya dengan erat.


"Sudah, jangan di ingat-ingat lagi. Mas berjanji jika kejadian seperti tadi tidak akan pernah terulang lagi."


"Begini saja, besok Mas carikan pengawal pribadi untuk kamu dan anak kita. Biar kamu merasa aman jika ada yang menjaga. Mas tidak bisa setiap detik ada di samping kamu loh. Apalagi kalau Mas kerja, pasti Mas juga cemas jika meninggalkan kamu sendirian di rumah." ucap Alvin yang masih memeluk istrinya.


Zivana melepaskan pelukannya. Kini mereka berdua saling tatap.

__ADS_1


"Iya, Mas. Tapi dua bosy guard yah. Kalau lebih banyak lebih bagus." ucap Zivana


"Iya, sayang. Sekarang jangan sedih lagi yah," Alvin tersenyum menatap Istrinya.


"Iya Mas," jawab Zivana.


"Lebih baik sekarang kamu mandi dulu, biar Mas siapkan air hangat."


"Terima kasih, Mas." kata Zivana


"Sama-sama, sayang." jawab Alvin


Alvin melangkah memasuki kamar mandi untuk mengisi bathup dengan air hangat.


Alvin sudah keluar dari kamar mandi. Dia mengajak Istrinya untuk segera mandi dan dia akan membantunya.


Setelah selesai mandi, keduanya memilih untuk beristirahat di kamar.


Kruyuk kruyuk


"Sayang, kamu lapar?" tanya Alvin.


"Iya, Mas." ucap Zivana sambil memegangi perutnya.


"Kita makan saja yuk!" ajak Alvin


"Ayo," Zivana beranjak dari duduknya.


Kini mereka berdua keluar dari kamar. Mereka akan makan malam bersama. Mereka jga mengajak Baby Rayan untuk ikut bergabung dengan mereka di ruang makan.


Alvin dan Zivana terlihat romantis, karena sejak tadi Zivana menyuapi suaminya itu. Alvin kesusahan untuk makan. Saat ini Baby Rayan ada di pangkuannya. Alvin sibuk menyuapi anak kesayangannya itu.


"Mas, malam ini Rayan tidur sama kita yah." ucap Zivana kepada suaminya.


"Memangnya malam ini kita tidak ekhem ekhem?" ucap Alvin.

__ADS_1


"Tidak deh, Zie mau tidur bertiga." ucap Zivana


"Baiklah," jawab Alvin.


Mereka kembali melanjutkan makan malamnya. Setelah selesai makan malam, Alvin mengajak Istrinya untuk mengobrol santai. Dia memcoba mengalihkan pikiran istrinya agar tidak terus memikirkan kejadisn tadi siang.


°°°°


Zivana terlihat gelisah, bahkan keningnya berkeringat. Dia mengigau dalam tidurnya.


"Jangan... jangan...Menjauh! Pergi! Jangan sentuh aku!"


Alvin terbangun karena terusik mendengar suara istrinya. Dia menatap istrinya yang ternyata sedang mengigau. Alvin mrngusap kening Istrinya yang berkeringat.


"Sayang, kasihan sekali kamu," gumam Alvin lalu dia menepuk pelan pipi istrinya.


Zivana terbangun dan langsung duduk di atas kasur.


Hos hos


Nafas Zivana tak beraturan. Dia masih mengingat mimpinya. Dia menatap ke dinding, dia melihat jam di dinding sudah pukul 01.00 Wib. Lalu dia menatap ke samping. Ternyata suaminya kini sedang menatapnya.


"Kamu mimpi buruk?" tanya Alvin.


"Iya, aku mimpi kejadian itu," jawab Zivana sambil mengatur nafasnya.


"Kamu tidur lagi, sayang. Biar Mas peluk," kata Alvin.


"Tapi ada anak kita tidur di tengah," ucap Zivana sambil menatap anaknya yang sedang tidur.


"Tidak apa-apa," kata Alvin.


Zivana kembali merebahkan tubuhnya. Alvin memeluk Istrinya dan mulai menepuk-nepuk Istrinya. Dia memejamkan matanya setelah melihat Istrinya benar-benar tertidur.


....

__ADS_1


__ADS_2