
Sudah satu bulan setelah kepergian Rio.
Juna kini belum mencari Asisten yang baru. karena baginya, tidak mempekerjakan sembarang orang untuk menjadi Asistennya.
padahal Juna dan Rey tampak kewalahan bekerja jika hanya berdua saja. apalagi Putri yang memilih resign dan ikut kedua orangtuanya ke Luar Negeri.
Juna dan Rey kini sedang duduk berdua sambil mengobrol. mereka baru saja bertemu dengan klien penting.
"Kak, lebih baik kita cari Asisten baru. rasanya lelah sekali seperti dikejar-kejar kerjaan." ujar Rey
"Iya, tapi sampai saat ini belum ada kandidat yang cocok menurutku."
"Gimana jika kita rekrut saja dua orang kepala devisi kak. mungkin itu akan lebih cepat untuk kita mengajarinya." ucapnya
"Terserah kamu saja Rey. kamu yang urus semuanya." pinta Juna
"Baiklah Kak" jawab Rey lalu dia berpamitan untuk kembali ke ruangannya.
Setelah kepergian Rey, Juna tampak merenung. dia kembali mengingat Rio. orang sebaik Rio harus mengalami nasib tragis seperti itu. apalagi di hari spesialnya meninggalkan duka yang mendalam. banyak yang merasakan kehilangan atas kepergiannya. apalagi orang-orang terdekatnya.
Juna kembali mengerjakan pekerjaannya. karena masih banyak berkas yang menumpuk di meja kerjanya.
Tring tring
Ponsel milik Juna berbunyi. tertera nama istrinya di layar ponselnya.
📱"Hallo sayang" ucap Juna
📱"Hallo Mas, Rara mau minta ijin boleh tidak?" ucap Rara dari seberang sana.
📱"Minta ijin apa, sayang?" tanya Juna
__ADS_1
📱"Rara pergi sama Reza ke makan Pak Sam dan Bu Susan. boleh tidak?" tanyanya lagi
📱"Boleh sayang, tapi jangan berdua saja. kamu ajak Ayu atau Baby Zie untuk ikut." pinta Juna karena tidak mau jika istrinya berduaan dengan lelaki yang bukan mahramnya.
📱"Baiklah Mas, terimakasih atas pengertiannya."
📱"Sama-sama sayang" jawab Juna lalu keduanya memilih untuk mengakhiri panggilan telponnya.
Tok tok
Terdengar ketukan pintu dari luar ruangan Juna.
"Masuk" ucap Juna lalu orang tersebut masuk ke dalam.
"Maaf Pak, saya dari pihak HRD. saya membawa CV calon karyawan baru. dari beberapa yang mendaftar, ada yang memiliki IQ yang sangat bagus. bahkan nilai-nilainya juga sempurna. mungkin Bapak akan menjadikannya Asisten baru. maaf sebelumnya bukannya saya mau ikut campur." ujarnya
"Oh, tidak masalah, taruh saja di meja. nanti saya baca satu persatu." ucap Juna
Lalu orang tersebut berpamitan dan keluar dari ruangan Juna.
"Kak Juna" Rey memanggil Juna yang sedang berjalan di depannya.
"Kenapa Rey?" tanya Juna
"Istri Rey kok belum hamil juga yah, padahal satu bulan ini kami sudah berusaha yang terbaik." ucap Rey sambil menunduk.
"Yang sabar Rey, teruslah berusaha dan berdo'a. rezeki itu sudah ada yang mengatur. kita hanya mensyukurinya saja. saran Kakak sih, jika dalam jarak satu tahun Ayu belum hamil juga, coba kalian konsultasi ke dokter kandungan." ucap Juna memberikan sarannya.
"Terimakasih Kak atas sarannya." ucap Rey lalu memeluk Juna seperti memeluk seoarang kekasih.
Beberapa karyawan yang menyaksikan mereka ikut bahagia. karena kedua Kakak adik itu tampak akur. ada juga yang menatapnya dengan tatapan aneh, karena menurutnya tingkah Juna dan Rey sangat menggelikan.
__ADS_1
Juna yang sudah sampai di rumah sengaja diam. dia tak bersuara apapun, bahkan dia mengucapkan salam juga dalam hati.
Juna berjalan ke dapur tanpa bersuara. dia melihat istrinya yang sedang memotong sayuran.
"Sayang" Juna memeluk istrinya dari belakang.
"Eh" Rara yang kaget refleks menjatuhkan pisau yang dia pegang.
"Biar Mas saja yang ambil." Juna berjongkok lalu mengambil pisau yang jatuh.
Juna kembali memeluk istrinya dari belakang.
"Emm, ini sangat wangi." Juna mengendus-ngendus tengkuk istrinya.
"Geli Mas, jangan disitu." ucap Rara mencoba memiringkan kepalanya.
"Diam sayang, biarkan seperti ini saja dulu." Juna kembali menikmati aroma harum khas istri tercintanya.
Juna merasakan dari belakang ada yang memegang kakinya. Juna menoleh ke belakang dan melihat Baby Zie ikut memeluk dirinya dari belakang. namun dikarenakan pendek, Baby Zie hanya memeluk kakinya.
"Sayang ikut peluk Papah? wah pintar sekali anak Papah ini." Juna mengangkat Baby Zie lalu dia gendong.
"Ra, aku bawa Baby Zie ke kamar yah." ucap Juna
"Iya Mas" jawab Rara
Juna membawa Baby Zie menuju kamarnya.
Kini ketiganya sedang melaksanakan makan malam. Juna menyuapi Rara dan begitupun sebaliknya. Baby Zie yang melihat tingkah kedua orang tuanya ikut menyodorkan sendok berukuran kecil miliknya kepada Rara.
"Biar Papah saja yang makan, aemm." Juna memakan nasi yang ada disendok berukuran mungil itu.
__ADS_1
Baby Zie malah tak makan, dia asyik menyuapi Juna.
Rara yang melihat itu langsung memangku Baby zie. dia menyuapi anaknya karena belum makan sama sekali.