
Sesampainya di Mess, Rara menyuruh Juna untuk menidurkan Baby Zie. lalu Juna menidurkan Baby Zie di kasur kecil yang berada di depan televisi.
Rara berlalu pergi membuatkan minum untuk Juna.
"Ini minum dulu, maaf hanya ada air putih." ucap Rara sambil menaruh teko di atas meja dan menuangkan air kedalam gelas.
"Iya tidak masalah, oh iya Ra, suami kamu kemana?" tanya Juna
"Memangnya kenapa tanya suami saya?"
"Sepertinya dia merindukan ayahnya." ucap Juna sambil menatap Baby Zie.
Rara hanya diam saja, dia tidak menjawab pertanyaan Juna.
"Namanya siapa Ra?" Juna bertanya lagi kepada Rara.
"Zivana Afrera panggilannya Baby Zie."
"Nama yang cantik seperti orangnya." Juna memuji kecantikan Baby Zie.
Juna meminum air putih yang tadi dituangkan oleh Rara. setelah itu dia langsung berpamitan pulang.
"Aku pulang dulu Ra" lalu Juna menatap Baby Zie. "Cantik, om pulang dulu yah." Juna mencium pipi Baby Zie.
"Hati-hati Mas, salam yah untuk Kak Luna." ucap Rara
Seketika raut wajah Juna berubah saat Rara mengatakan nama Luna. Rara juga melihat perubahan raut wajah Juna. namun dia tidak berani bertanya apa-apa lagi.
Juna segera pergi keluar dari Mess.
Setelah kepergian Juna, Rara tampak termenung sambil menatap wajah cantik Baby Zie. dia paham jika Baby Xie merindukan sosok ayahnya. itu semua sudah terlihat saat tadi dia seketika terdiam dari tangisnya saat digendong oleh ayahnya. tapi, jujur saja Rara masih belum berani mengatakan kebenaran ini. rasa takut dia akan kehilangan itu begitu besar. dia takut jika Juna dan Luna mengambil Baby Zie darinya.
°°°
Putri yang baru pulang kerja segera menghampiri Baby Zie. dia melihat Baby Zie yang tampak diam. tidak seperti tadi siang nangis terus.
"Ra" Putri memanggil nama Rara, dan Rara yang kebetulan sedang membelakanginya segera menoleh ke sumber suara.
"Eh Putri sudah pulang."
"Iya nih Ra, bagaimana Baby Zie? apa dia tetap menangis?" tanya Putri
"Tidak Ra, terakhir nangis saat aku bawa ke toko. Baby Zie terdiam setelah Mas Juna menimangnya. dan sekarang dia tampak diam tidak rewel lagi."
"Syukurlah kalau begitu, sepertinya dia memang merindukan sosok ayah." ucap Putri
Disela-sela pembicaraan mereka, ponsel milik Putri berbunyi. Putri mengangkat panggilan telpon dari orangtuanya. setelah selesai menelpon, Rara langsung bertanya kepadanya.
"Siapa Put?"
"Mamah tadi nelpon Ra, sepertinya aku harus pulang ke rumah untuk beberapa hari karena ada urusan keluarga." ucap Putri
__ADS_1
"Ya sudah kamu izin saja kepada Pak Sam."
"Iya Ra, besok aku izin, tapi kalau aku izin nanti disini tidak ada yang jagain toko." ucap Putri
"Nanti biar aku ikut bantu-bantu kalau Baby Zie tidak rewel."
"Kasihan Baby Zie Ra kalau harus di gendong terus seharian." Putri merasa kasihan kepada Baby Zie.
"Iya sih, ya sudah nanti kita bicarakan ini kepada Pak Sam saja. siapa tahu Pak Sam punya solusinya." ucap Rara
Akhirnya Putri ikut menyetujui saran dari Rara.
Keesokan harinya, Putri meminta ijin kepada Pak Sam untuk cuti beberapa hari.
dengan berat hati Pak Sam mengijinkannya cuti. karena menurutnya Putri itu karyawan yang sangat cekatan dalam bekerja.
setelah meminta ijin, Putri mengatakan saran yang kemarin Rara katakan padanya. Pak Sam menyetujui saran itu. dia berniat mencari karyawan sementara untuk pengganti Putri.
Rara juga menawarkan diri untuk ikut bantu-bantu tapi Pak Sam menolaknya. Pak Sam hanya mengijinkan Rara membuat kue goreng yang biasa dia buat. jika untuk bantu-bantu di toko rasanya tidak mungkin. karena Rara juga harus mengurus Baby Zie.
Sore harinya setelah berpamitan dengan Rara dan yang lainnya, Putri segera pulang menaiki taxi online yang dia pesan.
•••••
Kini Putri sudah berada di rumah orangtuanya . rumah yang mewah super megah. sebenarnya Putri itu anak orang kaya tapi dia lebih memilih hidup mandiri setelah dia lulus kuliah. ayahnya sudah menawarkannya untuk kerja diperusahaannya. tapi Putri menolak dengan alasan dia akan bekerja layaknya orang biasa. itu semua Putri lakukan demi menemukan cinta sejatinya. karena selama ini dia selalu di kejar-kejar banyak lelaki dan semuanya mendekati dia hanya karena harta.
Putri sudah duduk bersama kedua orangtuanya.
"Belum Mah, memangnya kenapa Mah?" tanya Putri kepada ibunya.
"Kalau kamu belum juga menemukan calon yang tepat, biarkan Mamah yang mencarikan untukmu." ucap Bu Finda
"Tapi Mah, Putri hanya mau dengan lelaki yang Putri Cintai."
"Mau kapan? buktinya sampai sekarang kamu belum juga mengenalkan calon kepada kita."
"Benar itu kata Mamah, biar Mamahmu saja yang mencarikan." sahut Pak Leo ayah Putri.
"Terserah kalian" Putri beranjak pergi memasuki kamarnya. dia sudah pasrah dengan keputusan kedua orangtuanya.
Malam harinya Bu Finda sudah tampak cantik. begitupun Pak Leo, dia sudah bepakaian rapih. Bu Finda berjalan menuju kamar anaknya.
dia melihat Putri yang masih tiduran diatas ranjang dengan memakai stelan piyamanya.
"Putri, cepat kamu ganti baju." pinta Bu Finda
"Ini juga Putri sudah pakai baju Mah."
"Maksud Mamah, kamu pakai baju terbaik kamu. kita akan dinner di luar loh." ujar Bu Finda
"Loh ko Mamah baru ngomong sih? kenapa tidak dari sore ngomongnya?" tanya Putri kepada ibunya.
__ADS_1
"Biar suprise sayang, ayo cepat ganti baju."
Akhirnya Putri berganti pakaian dan dia memakai dress pendek lengan panjang. setelah berganti pakaian, Bu Finda memoleskan sedikit make up diwajah anaknya.
Kini ketiganya segera pergi ke restoran tempat mereka makan malam.
Putri heran saat banyak makanan yang dibawa waiters dan dihidangkan dimeja depan mereka.
"Mah, kok ini banyak sekali?" tanya Putri
"Nanti juga kamu tahu sendiri sayang." jawabnya
"Maaf Jeng Finda, saya datangnya telat." ucap wanita paruh baya yang baru datang menghampiri mereka.
"Tidak masalah Jeng, oh iya anakmu mana Jeng?" tanya Bu Finda
"Masih dibelakang ngambil ponselnya dimobil."
Tak lama, seseorang yang mereka tunggu sudah datang.
"Maaf saya telat" ucapnya
"Tidak apa-apa Nak Juna, sini Nak Juna duduk." pinta Bu Finda
Putri yang sedang menunduk sambil memainkan ponselnya segera menghentikan kegiatannya.
Mamah bilang, Juna? dan suara itu, kenapa aku seperti pernah mendengarnya." batin Putri
Putri segera mendongkakkan kepalanya.
dia terkejut saat melihat seseorang yang dia kenal. begitupun Juna, dia kaget saat mengetahui wanita yang akan di kenalkan Mamahnya adalah teman dari mantan istrinya.
"Ini maksudnya apa Mah?" tanya Juna kepada ibunya.
"Oh iya, Mamah sampai lupa mengenalkan kalian berdua. ini Putri yang akan Mamah kenalkan ke kamu." ucap Bu Farah kepada anaknya.
"Tapi dalam rangka apa tan?" tanya Putri
"Kita akan menjodohkan kalian." jawab Bu Farah dan Bu Finda bersama-sama.
"Dijodohkan" spontan Juna dan Putri kaget dengan perkataan orangtua mereka.
Setelah mendengar kata perjodohan, mereka berdua tampak terdiam.
Bu Farah juga memberitahukan status Juna yang sebentar lagi menduda. dan Bu Finda sama sekali tidak mempermalahkan itu.
Mereka memulai makan malamnya, sedangkan Juna dan Putri masih larut dalam pikiran masing-masing.
Jadi dia wanita yang Mamah kenalkan, tapi kenapa harus dia? aku merasa tidak enak hati kepada Rara jika dia tahu sahabatnya itu dijodohkan denganku." batin Juna
Putri masih larut dalam pikirannya.
__ADS_1
Kenapa harus dia? memang tidak ada lelaki lain di kota ini. aku harus bicara ke Mamah untuk menolak perjodohan ini. lagian Rara dan Baby Zie sepertinya lebih membutuhkan dia dari pada aku." Putri memikirkan Baby Zie yang baru saja bertemu dengan Juna dan sangat terlihat menurut karena ada ikatan batin diantara keduanya.