Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 17


__ADS_3

Setelah pulang dari restoran, Zivana dan Eza langsung pergi berbelanja.


Hanya 30 menit berkeliling Zivana sudah mendorong satu troli penuh belanjaan. dia segera mengantri untuk membayar. Zivana mengirim pesan kepada Eza yang sedang menunggunya di mobil. dia meminta Eza untuk membantunya membawa belanjaan.


Ada tiga kresek belanjaan milik Zivana. dia memberikan dua kresek kepada Eza. sedangkan dirinya hanya membawa satu kresek saja.


"Astaga Kak, Kakak curang ih bawanya cuma segitu," ucap Eza kepada Kakaknya.


"Eza sayang, kamu itu laki-laki loh, jadi harus strong," ucap Zivana


"Kalau ada sayang-sayangnya sepertinya ada maunya nih," Eza menatap raut wajah Zivana.


"Hehe tahu saja," Zivana berlalu pergi mendahului Eza.


Kini keduanya sudah berada di dalam mobil. mereka juga sudah menyimpan barang belanjaannya. Eza segera mengemudikan mobilnya menuju ke Vila tempat mereka tinggal.


Sesampainya di Vila mereka langsung masuk dengan membawa barang belanjaan. namun anehnya pintu depan sudah tidak terkunci.


"Kak, kok tidak di kunci? apa tadi Kakak lupa menguncinya?" tanya Eza


"Sudah kok, tadi Kakak sudah menguncinya," jawab Zivana


"Tapi ini--" Eza sudah membuka pintu yang ternyata tidak terkunci.


"Ayo kita masuk! jangan-jangan ada maling," ucap Zivana dan mendahului Eza masuk ke dalam.


Mereka menaruh belanjaan di ruang depan. lalu Eza mengikuti Zivana menuju ke dapur. karena kebetulan Zivana mendengar suara gemercik air dari arah dapur.


"Siapa kamu?" Zivana bertanya kepada seorang wanita yang berdiri membelakanginya.


Wanita itu menengok dan sejak tadi Eza tak berkedip melihat kecantikan wanita itu.


"Saya Lina anaknya Bi Asih, kebetulan Bi Asih sedang sakit jadi saya yang menggantikannya kerja," ucap Lina


"Oh seperti itu, jadi kamu punya kunci rumah ini juga?" Zivana bertanya kepada Lina.


"Iya tapi Ibu yang pegang," jawab Lina


"Ini ada belanjaan, nanti kamu simpan yah, sekalian masakin. terserah mau masak apa." pinta Zivana


"Kak, bukannya kita sudah makan?" tanya Eza

__ADS_1


"Iya Za, tapi malam nanti kita lapar lagi loh," ucap Zivana


"Baik Nona, nanti saya masakin," ucap Lina


"Tidak usah panggil Nona, panggil Kakak saja biar lebih akrab."


"Baik Kak," jawab Lina


Setelah berbicara kepada Lina, Zivana hendak pergi ke kamarnya. namun dia masih melihat Eza yang sedang berdiri di sana memperhatikan Lina.


"Eza, jangan ganjen kamu pakai lihatin cewek segala," ucap Zivana kepada Eza.


"Cakep Kak, lumayan nih di pacarin," Eza berbicara dengan sedikit berbisik.


"Ezzaaaaa...." Zivana menarik Eza menjauh dari sana. Lina hanya terkekeh geli melihat tingkah adik kakak itu.


Lina segera memberekan barang belanjaan Zivana.


°°°


Menjelang malam Lina berpamitan untuk pulang. kebetulan dia sudah selesai beres-beres dan juga memasak. Lina berpamitan kepada Zivana yang sedang duduk santai di ruang depan.


"Maaf Kak, Lina mau pamit pulang," ucap Lina kepada Zivana.


Zivana memberikan uang itu kepada Lina.


"Ini untuk Bi Asih berobat," kata Zivana sambil menyodorkan uang itu.


"Tidak perlu repot-repot Kak," ucap Lina


"Saya tidak merasa di repotkan kok," jawab Zivana


Akhirnya Lina menerima uang itu.


"Terima kasih Kak."


"Sama-sama Lin," jawab Zivana


Setelah berpamitan, Lina segera pergi dari sana.


Eza keluar dari kamarnya. dia pergi ke dapur namun tidak melihat keberadaan Lina. Eza segera menghampiri Kakaknya yang sedang duduk bersantai sambil memainkan ponselnya.

__ADS_1


"Kak, dimana Lina? kok tidak ada?" tanya Eza


"Sudah pulang barusan," jawab Zivana


"Kok Kakak tidak kasih tahu aku," ucap Eza


"Ngapain pakai kasih tahu segala?"


"Ah Kakak Mah tidak pengertian sekali sih, Eza mau kenalan loh," Eza memanyunkan bibirnya.


"Jangan! kasihan Lina kalau kenalan sama kamu. nanti ketularan suka keluyuran."


"Ishhhhh Kakak gitu amat sama adik sendiri," Eza memilih pergi dari hadapan Zivana setelah dia mengatakan itu.


Tring


Zivana mendengar notif pesan masuk dari ponselnya. kebetulan itu pesan dari Alvin.


Sayang, kamu pergi kemana? aku sudah mencarimu kemana-mana tapi tidak ketemu. aku rindu, plis maafin aku, aku cinta sama kamu.


Sekiranya seperti itu isi pesan yang di kirimkan oleh Alvin.


Sandiwara apa lagi ini?" batin Zivana setelah dia membaca pesan dari Alvin.


Zivana hanya membaca pesan itu tanpa membalas.


Alvin yang melihat pesannya di baca terus menunggu balasan. namun ternyata Zivana tidak membalasnya. Alvin sudah mengirim pesan lagi bahkan bukan hanya dua kali. namun sama, Zivana tetap tidak membalas pesannya.


Apa sih maunya Mas Alvin? jangan harap aku mau membalas pesannya." batin Zivana lalu dia kembali meletakan ponselnya di atas meja.


Tring


Zivana mendengar lagi notif pesan masuk di ponselnya.


Astaga, Mas Alvin maunya apa sih?" gumam Zivana lalu dia mengambi lagi ponsel itu. namun ternyata itu bukan pesan dari Alvin. melainkan pesan masuk dari nomor baru.


Nomor siapa ini," batin Zivana lalu dia membuka pesan itu.


Ternyata itu pesan dari Aldo. Zivana langsung membalas pesan itu. cukup lama mereka saling berbalas pesan.


Asyik juga Kak Aldo," gumam Zivana karena merasa nyambung saat dia saling berbalas pesan dengan Aldo.

__ADS_1


°°°


__ADS_2