Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part_84


__ADS_3

Setelah menelpon Rey, Juna langsung mengirimkan alamat kampung dimana dia berada lewat pesan chat kepada Rey.


Rara yang habis menghidangkan makan malam segera mengajak Juna dan Baby Zie untuk makan bersama.


"Mas, ayo makan dulu, makan malamnya sudah siap." Rara mengajak Juna untuk makan malam bersama.


"Iya Ra, bentar dulu." ucap Juna lalu dia menaruh ponsel miliknya di saku celana.


"Mas habis telpon siapa?" tanya Rara yang melihat Juna menyimpan ponsel miliknya.


karena yang Rara lihat jarang sekali Juna bermain ponsel.


"Habis telpon Rey untuk datang ke pernikahan kita." ucap Juna


"Hm seperti itu, Rara juga nanti telpon Bu Susan sama Putri. Mas ingetin yah kalau Rara lupa."


"Kenapa tidak sekarang saja?" Juna bertanya kepada Rara.


"Kita makan dulu saja Mas."


"Baiklah ayo" Juna melangkah menuju ruang makan untuk makan malam bersama.


Setelah makan malam, Juna mengingatkan Rara untuk menelpon Bu Susan dan Putri untuk mengundangnya datang ke pernikahannya. Bu Susan sangat terkejut sekaligus bahagia mendengar kabar pernikahan Rara. dia ikut mendoakan Rara agar pernikahan yang kedua kalinya ini akan langgeng sampai akhir hayat. begitupun Putri, dia sangat bahagia mendengar kabar pernikahan sahabatnya yang begitu mendadak. dia hanya berharap semoga Juna tidak berbuat bodoh seperti sebelumnya.


°°°°


Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. yaitu hari pernikahan Juna dan Rara. Rara sudah menyiapkan hidangan untuk para tetangga yang datang. banyak tetangga yang bertanya kenapa Rara menikah lagi. karena yang mereka tahu jika Rara sudah menikah dengan Juna.


Rara hanya menjelaskan sedikit kepada mereka tanpa menceritakan mengenai pernikahan seperti apa yang sebelumnya dia jalani.


Semuanya sudah berkumpul di rumah Rara. mereka akan memulai acara pernikahan. namun Juna meminta untuk menunggu Rey yang belum datang juga. Juna berharap jika salah satu keluarganya ada yang datang. oleh sebab itu dia meminta Rey untuk datang menyaksikan acara pernikahannya. namun saat dia menelpon, Rey tampak belum jelas mau datang atau tidak.


"Bagaimana, apakah bisa saya dimulai?" tanya Pak penghulu kepada Juna dan Rara yang sudah duduk di hadapannya.


"Sebentar lagi Pak, saya menunggu kedatangan adik saya." pinta Juna meminta Pak Penghulu untuk memberikan waktu untuknya menunggu kedatangan Rey.


"Baiklah kita tunggu 15 menit lagi." Pak Penghulu memberikan waktu untuk Juna.


15 menit telah berlalu, namun Rey belum juga datang. Pak Penghulu bertanya kepada Juna apakah pernikahannya bisa langsung dimulai saja tanpa kehadiran Rey. karena Pak Penghulu masih harus menikahkan calon pengantin di tempat lainnya. makannya tidak bisa berlama-lama.

__ADS_1


"Jadi bagaimana Pak Juna, apakah sudah bisa dimulai?" tanya Pak penghulu


"Apa tidak bisa menunggu sebentar lagi?" tanya Juna


"Maaf Pak, saya masih harus menikahkan calon pengantin lainnya di tempat lain." ucap Pak Penghulu


Akhirnya Juna menyetujui untuk langsung menikah walaupun tanpa kehadiran Rey. dia tahu jika Rey tidak akan datang karena urusan Perusahaan pasti lebih penting.


Saat Juna menjabat tangan Pak Penghulu dan mengucapkan ijab qabulnya, masuklah seseorang yang baru datang. dia adalah Rey adiknya. Juna mengucapkan ijab qabul hanya sekali tanpa pengulangan. semua yang menyaksikan ikut mendoakan Juna dan Rara agar selalu menjadi pasangan harmonis hingga akhir hayat.


"Selamat yah Kak" Rey mengucapkan selamat kepada Juna yang telah sah menikah.


"Terimakasih Rey, sekarang Kakak hanya tinggal menunggu kamu untuk menikah juga." ucap Juna


Rey hanya tersenyum kecut mendengar perkataan Juna.


"Iya, nanti ada saatnya." jawab Rey menimpali perkataan Juna.


Setelah memberikan selamat kepada Juna, Rey langsung memberikan selamat kepada Rara.


"Ra, selamat yah, akhirnya kamu menjadi Kakak iparku." ucap Rey


"Baiklah Kakak ipar" ucap Rey lalu dia memberikan bungkusan kado yang dia bawa.


"Ini kado untuk Kakak ipar. nanti malam jangan lupa dipakai yah." Rey menyodorkan bungkusan kado kepada Rara.


"Terimakasih adik ipar." Rara menerima kado yang dikasih oleh Rey.


Setelah mengucapkan selamat kepada Kakaknya, Rey langsung ikut menikmati hidangan yang sudah disediakan. sedangkan Pak penghulu langsung pamit untuk pergi karena masih harus menikahkan calon pengantin ditempat lain.


Rey tampak dikerumuni gadis desa yang datang ke pernikahan Rara. namun Rey hanya cuek. bahkan saat ada yang terang-terangan mengatakan rasa kekagumannya, Rey hanya diam saja. para gadis desa langsung pulang saat melihat Rey yang tidak menoleh sedikitpun.


Bu Susan, Putri dan Rey berniat untuk menginap disana. karena jika langsung pulang, cukup melelahkan bagi mereka yang harus menempuh perjalanan panjang.


Kini mereka sedang duduk di atas tikar. mereka duduk melingkar sambil menikmati hidangan yang sudah tersedia. Rey sesekali mencuri pandang kepada Rara yang terlihat sangat bahagia.


Syukurlah jika kamu bahagia Ra. aku ikut senang melihatnya. karena jika saja kamu bersamaku, belum tentu kamu akan terlihat sebahagia ini." Rey sesekali menatap Rara yang sedang asyik bercanda tawa sambil memperlihatkan senyum manisnya.


Bu Susan yang kebetulan akan menginap, menawarkan dirinya membawa Baby Zie untuk tidur bersamanya. Bu Susan ingin memberikan waktu berdua untuk Juna dan Rara. apalagi sekarang adalah malam keduanya setelah pernikahan. disebut malam kedua karena malam pertamanya sudah pernah mereka lewati bersama. hingga hadirlah Baby Zie diantara keduanya.

__ADS_1


Malam harinya setelah makan malam, Bu Susan dan Putri membawa Baby Zie untuk tidur bersama mereka. sedangkan Rey mengiap di rumah Bu Sri. karena di rumah Rara sudah tidak ada kamar yang kosong. karena kamarnya hanya ada dua saja.


Rara dan Juna masuk ke dalam kamar mereka untuk beristirahat. Rara membuka jilbab yang dia kenakan. setelah melepas jilbab, dia melihat beberapa kado miliknya.


"Ra, coba buka kado dari Rey." pinta Juna


"Mas saja deh, aku mau membuka kado dari Putri terlebih dahulu." ucap Rara


"Baiklah" lalu Juna membuka kado pemberian dari rey.


Juna tampak menyunggingkan senyumnya saat memegang isi kado itu.


"Kamu pakai yah Ra." Juna meminta Rara untuk memakai lingeria pemberian dari Rey.


"Iishh itu baju apa Lap?" Rara melihat baju kurang bahan dipegang oleh Juna.


"Sesekali kamu pakai untuk menyenangkan suami."


"Tidak mau, Rara mau pakai pemberian dari Putri saja." ucap Rara lalu dia mengambil baju yang ada di kotak kado. "Loh, ini kok sama kayak yang itu Mas, hanya beda warna saja." ucap Rara sedangkan Juna sudah menertawai Rara.


"Berarti itu memang kamu harus memakai lingeria itu sayang." kata Juna


"Apaan sih Mas, Rara tidak mau. lagian belum dicuci juga loh." ucap Rara


"Tidak apa-apa sayang, plis yah kamu pakai." Juna tetap menyuruh Rara untuk berganti pakaian.


"Ya sudah deh, demi menyenangkan suami Rara mau kok." ucap Rara lalu dia berganti pakaian.


Juna langsung keluar dari kamar karena dia menyuruh Rara berganti pakaian di dalam kamar. Juna ingin mendapat kejutan sehingga dia tidak ingin melihat tubuh sexy istrinya terlebih dahulu.


setelah berganti pakaian, Rara menyuruh Juna untuk masuk ke dalam. Juna masuk ke dalam dan pandangannya tidak terlepas dari Rara.


Juna segera menarik Rara dan merebahkannya di atas ranjang. dengan tidak sabar, Juna langsung merobek lingeria sexy yang dikenakan istrinya.


"Kok di sobek sih Mas? ini masih baru loh."


"Tidak apa-apa sayang, nanti bisa beli lagi." ucap Juna lalu dia langsung memulai aksinya. sedangkan Rara hanya pasrah dan menerima semua perlakuan yang dilakukan oleh suaminya.


°°°°

__ADS_1


__ADS_2