Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 5


__ADS_3

Zivana sudah sampai di kantor ayahnya. dia pergi dengan menaiki taxi online


Kruyuk kruyuk


Zivana yang memang belum sarapan merasa lapar. dia memilih mengganjal perutnya dengan membeli makanan di kantin perusahaan.


Tring


Ponsel milik Zivana berbunyi. ternyata itu panggilan masuk dari ayahnya.


📞"Hallo Pah" ucap Zivana sambil mengunyah makanan.


📞"Kalau angkat telfon jangan sambil makan, Zie" Pak Juna menegur anaknya dari balik telfon.


📞"Hehe maaf Pah, Zie lapar sekali nih. ada apa Papah telfon Zie pagi sekali?"


📞"Kamu dimana? Papah tugguin nih di kantor. ada berkas penting yang mau Papah ambil."


📞"Oh iya, sebentar Pah." Zivana segera menyambar gelas berisi air minum lalu meneguknya sampai habis. dia buru-buru pergi dari kantin.


Zivana menaiki lift terdekat menuju ke lantai atas.


Ting


Saat lift berhenti, dia buru-buru keluar dari dalam lift. Zivana segera berjalan menuju ke ruangannya. dia melihat ayahnya yang sedang berdiri di depan pintu.


"Maaf Pah, tadi Zivana ke kantin dulu." ucap Zivana sambil merogoh tas miliknya untuk mengambil kunci ruangannya.


"Astaga Zie, itu lehermu" Pak Juna menatap leher Zivana yang ada tanda merah.


Stt kenapa sampai lupa menutup tanda ini? padahal tadi sudah ke kantin. jangan-jangan tadi karyawan senyum-senyum melihatku karena mereka melihat tanda ini." batin Zivana


"Zie, kenapa diam?" Pak Juna menatap anaknya yang terdiam dengan menggenggam kunci di tangannya.


"Eh maaf Pah" Zivana segera membuka pintu ruangannya.


Kini keduanya sudah masuk ke dalam. Pak Juna langsung meminta berkas yang dia perlukan.


"Pah" Zivana menghentikan langkah Pak Juna yang hendak berbalik.


"Ada apa?" kini Pak Juna kembali menatap ke belakang.


"Sebenarnya Zie ingin berhenti kerja. Zie ingin jadi Ibu rumah tangga saja." Zivana mengatakan niatnya. karena memang Alvin sudah melarangnya bekerja.

__ADS_1


"Kamu yakin?" Pak Juna tak percaya jika anak perempuannya yang sangat pintar itu tiba-tiba ada keinginan untuk berhenti bekerja.


"Yakin Pah, Zie sudah memikirkan ini beberapa kali." Zivana pura-pura beralasan yang bisa meyakinkan ayahnya.


"Boleh saja, tapi kamu harus membujuk salah satu adikmu untuk menggantikanmu." Pak Juna memberikan syarat kepada Zivana.


"Nanti Zie coba" ucap Zivana


"Jangan lupa nanti siang ada pertemuan dengan Direktur Arganta Group. tapi sepertinya kamu saja yang pergi. karena Papah ada urusan dengan klien lain." ujar Pak Juna sebelum dia melangkah pergi dari ruangan itu.


Astaga, kenapa juga harus aku yang pergi." gumam Zivana


Zivana memilih duduk di kursi kebesarannya. kebetulan ruangannya sudah di bersihkan saat jam pulang kantor. jadi dia tidak perlu meminta OB untuk membersihkan ruangannya sebelum dia bekerja.


°°


Zivana menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya. tenyata sudah pukul sebelas siang. dia memilih untuk pergi lebih awal biar sekalian bisa makan siang di luar.


Zivana memilih untuk membawa mobil Ayahnya menuju ke Arganta Group. hanya 30 menit mengemudi, kini Zivana sudah sampai di Arganta Group. dia segera turun dari mobilnya. Zivana melangkah memasuki gedung menjulang tinggi yang ada di depannya itu.


Kedua resepsionis yang sedang berjaga memberi hormat kepada Zivana.


"Selamat datang Nyonya Zivana." ucap Keduanya


"Bos kalian ada di ruangannya?" tanya Zivana kepada mereka berdua.


"Tidak usah, biar jadi kejutan kalau saya datang lebih awal." setelah mengatakan itu Zivana segera melangkah pergi.


Zivana memasuki lift dan memencet tombol menuju ke lantai paling atas. dia yang baru keluar dari lift berpapasan dengan Asisten Tio yang akan masuk ke lift.


Astaga ada Nyonya, bagaimana ini kalau sampai masuk ke ruangan Tuan." batin Tio lalu mencoba menghubungi Alvin namun tidak di angkat juga.


Tring tring


Alvin mendengar ponsel miliknya yang tergeletak di atas meja berbunyi.


"Sayang, ponselmu bunyi tuh" ucap Sela yang saat ini ada di atas Alvin.


"Siapa?"


Sela segera mengambil ponsel milik Alvin yang tergeletak di atas meja.


"Dari Asisten Tio" jawab Sela lalu memberikan ponsel itu kepada Alvin.

__ADS_1


📞"Hallo, ada apa?" tanya Alvin dengan suara terputus-putus karena Sela terus bergerak-gerak di atasnya.


Sttt Bos kagak ada akhlak" batin Asisten Tio saat mendengar des*han Sela dari balik telfon.


📞"Ada Nyonya Zivana yang sedang berjalan menuju ke ruangan Tuan." ucap Tio


📞"Apa?" Alvin terkejut saat tahu Istrinya akan datang.


Alvin mematikan panggilan telfonnya begitu saja. dia menyuruh Sela untuk turun dari atasnya. lalu Alvin segera beranjak dari atas sofa.


"Cepat pakai pakaianmu kembali!" pinta Alvin


"Memangnya kenapa?"


"Tidak usah banyak tanya!"


Sela kembali mengenakan pakaian miliknya. begitupun Alvin yang juga memakai kembali pakaiannya. Alvin menyuruh Sela untuk bersembunyi di dalam kamar pribadi yang ada di ruangan itu.


Tok tok


Zivana mengetuk pintu ruangan Alvin.


Alvin segera membuka pintu dan menyuruh Zivana masuk.


"Ada apa sih pakai datang segala?"


"Tidak usah marah-marah juga kali, aku cuma mewakili Papah untuk bertemu Mas eh maksudnya Tuan Alvin." ucap Zivana


Zivana langsung melangkah menuju sofa dan duduk disana. dia melihat ada sedikit noda basah di atas sofa. Zivana memilih untuk duduk di sofa depannya yang tampak bersih.


"Sebentar, aku mau ke toilet dulu." Alvin masuk ke dalam kamar pribadinya lalu dia menguncinya lagi.


"sayang, kamu datang?" tanya Sela yang sedang berbaring dengan gaya menggoda.


"Sttt, kamu jangan berisik. di luar ada Zivana. aku mau ke toilet dulu." Alvin segera masuk ke toilet yang ada di kamar itu.


Zivana menatap sekeliling. dia melihat sesuatu tergeletak di bawah sofa depannya. kebetulan benda itu ada di pinggir sehingga terlihat olehnya. Zivana bangkit dari duduknya. dia melihat benda yang tergeletak di bawah sofa.


Astaga ini pengaman, dan sepertinya habis di pakai. apa ini punya Mas Alvin? awas saja Mas Alvin ternyata begini kelakuanmu yang tidak aku ketahui. penghianatan harus di balas dengan penghianatan." gumam Zivana yang ingin mencoba kuat.


Tes


Air mata Zivana menetes begitu saja. walaupun dia terlihat seperti wanita kuat, tapi siapa yang tidak tahu hati seorang perempuan. mau di tutupin seperti apa juga akan tetap rapuh.

__ADS_1


°°°


Like komen jangan lupa🏃🏃


__ADS_2