
Tiga hari kemudian Juna dan Rey pulang dari luar kota. mereka membawa oleh-oleh untuk keluarga. mereka sangat merindukan istrinya, padahal baru pergi untuk beberapa hari.
"Kak, kak Juna mau langsung pulang atau mampir dulu?" tanya Rey kepada Juna.
"Kakak mau langsung pulang saja Rey." jawabnya
Juna segera mengendarai mobilnya menuju ke rumahnya. Juna masuk kerumah dengan berhati-hati. dia akan memberikan surprise kepada istri tercinta. untung saja dia membawa kunci cadangan.
Juna masuk ke dalam kamarnya dan meihat anak dan istrinya sudah tertidur pulas.
Juna langsung mengganti pakaiannya dan ikut berbaring di samping istrinya.
"Emm" Rara terbangun karena merasakan ada tangan yang memeluk pinggannya.
"Sudah pulang?" tanya Rara pelan
"Sudah sayang, Mas sangat merindukan kalian, terutama kamu." ucapnya lalu mulai melakukan aksi jahilnya.
"Iisshh tanganmu diem dong Mas, ada Baby Zie disamping kita." ucap Rara
"Kita pindah kamar saja yuk." Juna langsung duduk di sisi ranjang. dia segera menggendong Rara keluar dari kamar itu.
Mereka berdua akhirnya menempati kamar yang bersebelahan dengan kamar mereka.
Keesokan harinya Juna mengajak Rara untuk pergi ke rumah Mamahnya. karena kebetulan sekarang hari libur. dan juga mereka sudah lama tidak berkumpul.
Rara melihat Ayu sedang menyiapkan cemilan. tapi beberapa kali Ayu memegangi kepalanya. Rara langsung menghampiri Ayu dan membantunya untuk duduk.
"Kamu kenapa Yu?" tanya Rara
"Stt jangan keras-keras Mbak. Ayu tidak aoa-apa kok." ucap Ayu dengan sedikit berbisik.
"Kamu pucat sekali Yu, kamu sakit?" tanya Rara
"Ayu tidak apa-apa kok, ini hanya efek kemoterapi." ucapnya
"Ya sudah kamu istirahat saja, biar Mbak yang menyelesaikan semuanya." pinta Rara
"Terimakasih Mbak, tapi Ayu mau duduk saja disini."
"Kamu ke kamar saja Yu." pinta Rara
"Tidak mau Mbak, Ayu tidak mau membuat mereka khawatir." ucapnya
"Tapi kan kamu---"ucapan Rara terpotong saat Ayu menempelkan jari telunjuknya.
__ADS_1
"Ayu tidak apa-apa kok, Ayu kuat, Ayu sehat." ucapnya
"Ya sudah terserah kamu saja, tapi kalau ada apa-apa lebih baik kamu bicara sama Mbak."
"Baik Mbak" jawab Ayu
Kini mereka sudah berkumpul di ruang keluarga. mereka saling bercanda tawa sambil menikmati hidangan buatan Ayu dan Rara.
"Sayang, kamu kok pakai dandan segala sih? ini kan cuma kumpul keluarga seperti biasa." tanya Rey kepada istrinya.
"Hanya sedikit saja kok." jawab Ayu
Sebenarnya Ayu sengaja memoleskan make up diwajahnya untuk menutupi wajahnya yg pucat.
"Sudahlah Rey biarkan saja istrimu berdandan. malah lebih bagus bukan jika Ayu sekarang mau berdandan." ujar Bu Farah
Karena selama ini Ayu memang tidak pernah berdandan. dia tampak cantik dengan wajahnya yang tampak natural. namun kali ini dia sedikit berbeda degan sedikit memoleskan make up di wajahnya.
"Bener tuh Mas Rey, lagian kita sebagai perempuan harus berdandan loh. biar suami kita tidak jelalatan lihat yang lain." ucap Rara sambil melirik Juna.
"Loh, kok lihat aku? aku tidak seperti itu loh." ucap Juna
"Iya iya percaya, tapi siapa tahu kalau lagi pergi sendiri diluaran sana tergoda jika melihat yang aduhai." kata Rara
"Ekhm ekhm kita mau bersantai apa mau mersra-mesraan nih." sindir Bu Farah yang melihat tingkah anak dan menanntunya.
"Kalau mau mesra-mesraan ke kamar saja Kak." sahut Rey yang juga sedang menatap keduanya.
Rara menjadi salah tingkah karena semuanya memerhatikan dia sejak tadi.
Mereka kembali menikmati hidangan yang ada di atas meja.
Cukup lama mereka memgobrol, dan tak menyadarai jika Baby Zie sudah tertidur pulas di pangkuan Bu Farah.
"Zie sayang" Bu Farah memberikan kue kepada Baby Zie namun Baby Zie tidak merespon. aohirbya Bu Farah meliahat Baby Zie yang sedang dipangkunya.
"Sayang, kamu sudah tidur?" Bu Farah langsung menggendong Baby Zie.
"Mah, biar Rara saja yang menidurkan Baby Zie." pinta Rara kepada Bu Farah saat melihatnya hendak melangkah pergi.
"Tidak usah Ra, biar Mamah saja." ucapnya
Ayu tiba-tiba merasakan sakit pada kepalanya. dia melihat sekitarnya. suaminya sedang asyik berbincang dengan Juna. sedangkan Rara sedang berbicara dengan Bu Farah. Ayu segera beranjak pergi dari sana tanpa pamit.
Ayu masuk ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. dia menyandarkan kepala pada dinding. dan tangannya berpegangan erat pada pintu. Ayu menahan sakit yang luar biasa. dia bershalawat sambil mengusap perutnya yang masih rata.
__ADS_1
Sabar yah Nak, nanti kamu akan baik-baik saja kok." batin Ayu disela-sela shalawat yang dia lantunkan.
Rara yang sudah selesai berbicara dengan Bu Farah akan kembali mengajak Ayu mengobrol. namun saat dia menengok kesamping, Ayu sudah tidak berada disana.
"Loh Ayu kemana? apa dia lagi ke belakang." gumam Rara
"Mas Juna, Mas Rey" terik Rara
"Kenapa kamu teriak-teriak sih sayang?" tanya Juna
"Ayu kemana yah Mas?" tanya Rara kepada suaminya.
"Mas tidak tahu"jawabnya
"Mungkin Ayu ke kamar Ra, belakangan ini Ayu lebih sering berada di dalam kamar." kata Rey
"Iyakah? ya sudah Rara coba cek ke kamarnya." Rara melangkah pergi menuju ke kamar Ayu.
Tok tok
Assalamu'alaikum
"Ayu, kamu didalam tidak?" Rara menunggu jawaban dari dalam namun tak ada sahutan apa-apa.
Rara memberanikan diri untuk membuka pintu. karena kebetulan pintu kamar itu tidak terkunci.
"Ayu, kamu dimana?" Rara menatap semua penjuru kamar itu namun dia tidak melihat Ayu.
Rara mencoba membuka pintu kamar mandi namun sepertinya terkunci.
Tok tok
"Ayu, kamu didalam yah? ya sudah Mbak tunggu kamu disini." Rara berjalan menuju sofa yang ada di dalam kamar itu.
Beberapa saat kemudian pintu kamar mandi terbuka. Ayu berjalan dengan tenang keluar dari kamar mandi.
"Ayu, kamu tidak apa-apa?" tanya Rara
"Tidak kok Mbak, Ayu tidak apa-apa."
"Syukurlah, habisnya tadi kamu pergi begitu saja." kata Rara
"Ayu tidak apa-apa kok Mbak. ya sudah, ayo kita kembali kedepan." ajaknya
Rara dan Ayu kembali bergabung dengan keluarganya.
__ADS_1