Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 107


__ADS_3

Alvin menatap istrinya yang sedang fokus bekerja. Dia menghampirinya dan memegang-megang perut buncitnya.


"Mas, kangen yah sama dede bayi?" Zivana menghentikan sejenak pekerjaannya. Dia menatap suaminya yang sedang berdiri di sebelahnya.


"Iya nih, anak kita lagi ngapain yah?" Alvin mendekatkan telinganya ke perut istrinya.


"Mas Alvin ngapain telinga tempelin di situ?" tanya Zivana.


"Mas cuma mau dengerin, siapa tau anak kita sedang kentut kedengeran."


"Astaga, Mas Alvin ada-ada saja sih."


Alvin kembali membenarkan posisi berdirinya.


"Kita cari makan yuk! Kasihan loh dede bayinya pasti sudah lapar," ucap Alvin mengajak istrinya.


"Nanti dulu, nih sebentar lagi juga selesai." Zivana kembali fokus dengan layar laptopnya. "Nah beres, ayo kita pergi!" Zivana beranjak dari duduknya.


Alvin dan Zivana pergi keluar dari ruangan itu. Alvin menggandeng tangan istrinya. Dia tidak mau sedikitpun berjauhan dari istrinya.


Sudah tak biasa lagi jika para karyawan menyaksikan keromantisan mereka berdua. Mereka terlihat sangat harmonis.


"Mas, kita makan di luar saja yah," pinta Zivana.


"Jangan, sayang. Kita makan di kantin saja yang dekat. Biar nanti Mas pesankan makanan lewat online kalau kamu mau makanan dari luar."


"Baiklah," Zivana menurut dengan saran suaminya.


"Duh, penurut sekali sih bumil yang satu ini," Alvin merengkuh Zivana ke dalam pelukannya.


"Mas, jangan sambil peluk dong, jalannya susah nih."


"Hehe maaf sayang," Alvin kembali melepaskan pelukannya.

__ADS_1


Keduanya asyik bercerita hingga sampai di kantin perusahaan.


°°°


Setelah makan siang di kantin, mereka kembali ke lantai atas. Kali ini Alvin tidak membiarkan istrinya kerja. Zivana hanya istirahat saja sambil menunggu suaminya selesai kerja.


Tok tok


Terdengar ketukan pintu dari luar ruangan. Terlihat Asisten Tio masuk ke dalam. Dia langsung duduk di hadapan Alvin.


"Ada apa Tio?" tanya Alvin, dia tidak melihat Asistennya itu membawa berkas apapun.


"Begini Pak, saya mau tanya nih. Apa saja yang harus di beli untuk persiapan lahiran?"


Alvin tidak menyangka jika Asisten Tio menemuinya hanya untuk bertanya sepele seperti itu.


"Astaga, kamu ini bagaimana sih? Coba deh cari di pencarian google," kata Alvin.


Duh kenapa aku tidak kepikiran kesana. malu-maluin saja nih." batin Asisten Tio.


Alvin hanya mneggeleng-gelengkan kepalanya. Ternyata Asisten Tio terlihat bodoh kalau dia sedang jatuh cinta.


"Kalau begitu saya permisi, Pak." ucap Asisten Tio. Lalu dia segera pergi setelah berpamitan.


Zivana mengerjapkan kedua matanya. Tadi dia mendengar seseorang yang sedang mengobrol.


"Mas, kamu bicara sama siapa?" tanya Zivana yang baru keluar dari kamar pribadi di ruangan itu.


"Tadi tuh sama Tio, masa dia tanya perlengkapan apa saja yang harus di beli untuk persiapan lahiran."


"Hahaha kenapa Kak Tio mendadak bodoh?"


"Ya namanya juga orang sedang jatuh cinta." ucap Alvin. "Kamu kok cepat sekali tidurnya?"

__ADS_1


"Iya, Mas. Tadi Zie dengar suara orang lagi ngobrol. Eh ternyata Mas Alvin."


"Memang kedengaran dari kamar?"


"Iya, tadi kamarnya tidak tertutup rapat. Mas, Zie minta sesuatu dong."


"Minta apa, sayang? Coba sebutin! Pasti Mas beliin kok," kata Alvin.


"Zie minta Mas Alvin duduk sama Zie di sofa."


"Baiklah," Alvin membawa laptop miliknya. Dia beralih duduk di sofa untuk menemani istrinya.


Alvin baru juga duduk dan akan kembali melanjutkan pekerjaannya. Namun istrinya kembali memerintahnya.


"Mas, tolong buatin susu dong," pinta Zivana.


"Baik, sayang." Alvin beranjak dari duduknya.


Saat ini Alvin sudah kembali dengan membawa susu ibu hamil. Dia menaruh gelas berisi susu di atas meja depan istrinya.


"Sudah yah sayang, Mas mau lanjut kerja lagi." Alvin duduk di sebelah istrinya.


"Hehe, sekalian ambilin cemilan ibu hamil dong."


"Astaga," Alvin beranjak dari duduknya untuk mengambil cemilan ibu hamil.


Zivana melihat suaminya yang sudah kembali.


"Apa masih ada lagi, sayang?"


"Tidak ada, Mas. Terima kasih yah," ucap Zivana.


"Sama-sama, sayang." jawab Alvin

__ADS_1


Alvin kembali mengerjakan pekerjaannya. Sedangkan Zivana hanya menatap suaminya sambil menikmati segelas cucu dan cemilan ibu hamil miliknya.


°°°°°


__ADS_2