
Kini Bu Luna dan Lina sudah kembali pulang. Begitu juga dengan Alvin dan Zivana.
Alvin tidak akan berniat pergi ke kantor. Dia dan Istrinya akan meliburkan diri untuk hari ini.
"Ah lelahnya," Zivana mendudukan dirinya di sofa ruang keluarga.
"Sayang, ini jam berapa sih?" tanya Alvin.
"Mas pakai jam tangan loh, kenapa tanya ke aku?"
"Jam tanganku mati," ucap Alvin.
"Kok masih di pakai?"
"Mas juga tidak tahu kapan jam tangan ini mati. Mungkin tadi saat di perjalanan."
"Sekarang jam 10, Mas."
"Lumayan lama juga yah kita bertamu," kata Alvin.
"Iya, Mas. Zie tidak menyangka loh jika Eza akan menikah secepat itu."
"Tapi hebat loh Eza. Bisa dapatin yang masih pw. polos lagi tuh anak."
"Dari mana Mas Alvin tahu kalau Lina masih pw?"
"Hanya tebakan saja sih," kata Alvin.
"Tapi kita mau kasih kado apa yah? Zie bingung nih," Zivana tampak memikirkan kado yang cocok untuk Eza dan Lina.
"Kita kasih tiket honey moon saja, sayang. Sekalian sama Lingeria biar malam pertama mereka lancar."
"Zie juga setuju," ucap Zivana.
"Tapi ini tidak bisa di biarin kalau mereka duluan yang punya anak. Harus kita duluan loh. Mas sudah tidak sabar nih untuk punya anak lagi." ucap Alvin
"Kita berusaha dulu saja, Mas."
__ADS_1
"Ayo!" ajak Alvin
"Kemana?" Zivana bertanya kepada suaminya.
"Katanya berusaha, ya sekarang kita ke kamar."
"Astaga, Zie masih cape Mas baru pulang."
Alvin menggendong Baby Rayan yang ada di pangkuan Istrinya.
"Anak Papah yang tampan, main sama Tante Desi dulu yuk, Mamahnya mau Papah pinjam. Katanya Rayan mau punya adik," Alvin beranjak dari duduknya sambil berbicara dengan anaknya.
Niat banget nih Mas Alvin, lebih baik aku siap-siap deh." Zivana beranjak dari duduknya. Lalu dia pergi ke kamar.
Alvin sudah mengantarkan anaknya kepada Desi. Setelah itu dia kembali menghampiri istrinya. Alvin tidak melihat keberadaan istrinya di ruang keluarga. Lalu dia mencari istrinya ke kamar.
Cklek
Alvin membuka pintu kamarnya. Dia melihat istrinya yang sedang melepaskan ikat rambutnya. Bahkan kini Zivana sudah mengenakan lingeria berwarna hitam.
Alvin mendekati istrinya lalu memeluknya dari belakang. Dia langsung melancarkan aksinya. Alvin membimbing istrinya hingga kini keduanya sudah berada di atas tempat tidur. Beberapa kali Alvin melakukan itu. Alvin menghentikan aksinya saat melihat istrinya kelelahan.
"Sama-sama, Mas." ucap Zivana.
Di posisi saling berpelukan, mereka berdua saling bercerita. Bahkan tak henti-hentinya Alvin mengatakan kata cinta kepada istrinya. Zivana merasa jika suaminya semakin romantis.
°°°
Zivana membuka kedua matanya karena merasa geli. Dia melihat suaminya sedang melakukan aksinya.
"Mas, aku masih tidur loh. Kamu kok tidak ada cape-capenya sih?"
"Kita harus rajin melakukannya, sayang. Biar cepat jadinya.
"Tapi Zie masih cape loh," ucap Zivana.
"Kamu diam saja, sayang. Biar Mas yang bekerja."
__ADS_1
Zivana mulai memejamkan matanya dan membiarkan suaminya melakukan aksinya.
Alvin beranjak dari atas tubuh istrinya dengan nafas yang tak beraturan.
"Semoga kamu cepat tumbuh di perut ibumu yah, Nak." Alvin mengusap perut rata istrinya lalu mengecupnya singkat.
"Mas," ucap Zivana lirih. Karena dia merasa cape.
"Iya, sayang. kenapa?"
"Aku mau mandi tapi tidak sanggup jalan," ucap Zivana.
"Biar Mas saja yang menggendong kamu.
Alvin menyingkap selimut yang menutupi tubuh mereka berdua. Lalu dia menggendong istrinya menuju ke kamar mandi.
Alvin memandikan istrinya dengan telaten. Di antara keduanya tidak terjadi apa pun lagi.
Setelah selesai mandi, Alvin kembali menggendong istrinya menuju ke kamar.
"Uh beratnya," Alvin mendudukan istrinya di atas sofa.
"Mas, tolong ambilkan pakaian untuk aku yah," pinta Zivana.
"Siap sayang, sekalian Mas pakaikan ke badan kamu," ucap Alvin
Zivana tersenyum menatap suaminya yang begitu perhatian kepadanya.
Alvin mendekati istrinya dengan membawa pakaian yang sudah dia ambil. Dia melihat istrinya yang sejak tadi memperhatikannya.
"Sayang, kenapa kamu lihatin aku seperti itu?"
"Mas tampan dan juga perhatian," ucap Zivana.
"Harus dong, biar kamu makin sayang," ucap Alvin.
Alvin mulai memakaikan pakaian kepada istrinya. Melihat suaminya yang begitu perhatian, Zivana menarik handuk yang di pakai oleh suaminya. Dia juga memakaikan baju kepada suaminya.
__ADS_1
°°°°°