
Juna masih setia menggendong Baby Zie.
seolah tidak mau terpisahkan sedetikpun. Rara yang melihat itu menyuruh Juna menurunkan Baby Zie. lagian dia sudah tidak menangis lagi.
"Mas, Baby Zienya diturunin saja. sudah tidak menangis lagi inih." pinta Rara
"Nanti dulu, masih betah gendong." ucap Juna
sambil menatap wajah cantik Baby Zie.
Setelah merasa lelah, Juna menurunkan Baby Zie dari gendonganya.
Teelihat Bu Susan yang baru datang dan langsung mengucapkan salam.
"Asalamu'alaikum" ucap Bu Susan yang baru memasuki Mess.
"Waalaikum'salam" jawab Rara
Bu Susan melihat seoarang lelaki yang sedang duduk membelakanginya.
"Ada tamu Ra?" tanya Bu Susan
"Iya Bu" jawab Rara
Bu Susan yang baru menghampiri mereka segera duduk di samping Rara. dia terkejut saat melihat lelaki di depannya ternyata atasannya.
"Eh Pak Juna" Bu Susan merasa tidak sopan karena sudah lancang duduk dihadapan atasannya.
Juna langsung pamit karena sudah merasa lelah dan tidak mau mengganggu waktu Rara bersama Bu Susan.
"Ra, aku pamit dulu yah." ucap Juna lalu dia mencium gemas kedua pipi Baby Zie.
Juna segera pergi setelah berpamitan.
Terlihat wajah Juna yang tampak bahagia. karena dia bisa bertemu dengan anaknya.
dia berjanji akan membahagiakan Baby Zie tanpa kekurangan apapun. sudah cukup dia menelantarkannya selama ini.
Juna baru sampai ke rumahnya. dia disambut oleh ibunya. Bu Farah heran melihat anak sulungnya yang terlihat bahagia.
"Kamu baru pulang Nak? kelihatannya lagi bahagia sekali. kamu habis bertemu Putri yah?" tanya Bu Farah kepada anaknya.
"Ngapain ketemu Putri?! tidak penting banget sih." ucap Juna yang memang tidak suka dengan perkataan ibunya.
__ADS_1
"Ya Mamah kira habis ketemu Putri. kalau bukan ketemu Putri,lalu kamu ketemu siapa?" tanya Bu Farah
"Seseorang yang sangat spesial." ucap Juna lalu dia berjalan mendahului ibunya.
"Siapa sih, Mamah kepo nih." Bu Farah penasaran siapa orang spesial yang dimaksud oleh anaknya itu.
"Nanti juga Mamah tahu sendiri."
"Lalu bagaimana dengan Putri?" tanya Bu Farah kepada anaknya.
"Suruh saja sama Rey." ucap Juna lalu dia melangkah pergi menuju ke kamarnya.
Bu Farah berfikir, jika yang dikatakan anaknya ada benarnya juga. jika anak sulungnya sudah mempunyai kekasih. berarti Putri bisa di jodohkan dengan Rey saja. dari pada Rey terus mengejar janda anak satu. tapi bagaimanapun dia harus mengetahui dulu seperti apa wanita yang menjadi kekasih Juna. dia tidak ingin jika Juna seperti Rey yang mencintai janda anak satu.
Bu Susan sudah sangat penasaran mengapa Juna bisa ada disana bersama Rara.
"Ra, kok Pak Juna bisa datang kesini?" tanya Bu Susan
"Iya Bu, sebenarnya Mas Juna pernah kesini juga sebelumnya. saat Baby Zie menangis terus." ucap Rara
"Lalu, apakah Pak Juna sudah tahu jika Baby Zie itu anaknya?"
"Sudah Bu, mungkin itu juga lebih baik. demi kebahagiaan Baby Zie. Baby Zie juga membutuhkan kasih sayang dari Ayahnya." kata Rara
"Terimakasih karena sudah mendukung Rara Bu." ucap Rara
"Sama-sama Ra" Bu Susan juga ikut bahagia jika melihat Rara bahagia.
Bu Susan terus bermain dengam Baby Zie hingga malam. sekalian dia menunggu suaminya yang masih berada di toko. karena memang biasanya dia juga begitu. pulangnya nunggu suaminya selesai berbenah di toko.
Pagi harinya, Rara sudah menyiapkan roti goreng yang sudah dimasukan ke box kue. niatnya dia akan memberikan kue itu untuk Juna. sebagai bentuk tanda terimakasih yang tidak seberapa. karena Juna juga sudah banyak membelikannya baju dan barang lainnya.
Terlihat Bu Susan datang ke Mess karyawan. seperti biasa, kalau pagi dia ikut suami mampir ke toko dulu baru berangkat kerja. sekalian bisa lihat bertemu dengan Baby Zie.
"Assalamu'alaikum...Ra" Sapa Bu Susan
"Waalaikum'salam, Eh Ibu sudah mau berangkat?" tanya Rara
"Iya nih Ra, Baby Zie masih tidur Ra?" tanya Bu Susan
"Masih Bu, coba Ibu lihat deh." Rara menyuruh Bu Susan untuk melihat Baby Zie yang masih tidur. lalu Bu Susan menghampiri Baby Zie yang masih tertidur.
Bu Susan mau berangkat kerja karena hari sudah mulai siang. Rara langsung menitipkan kue yang sudah dia siapkan.
__ADS_1
"Bu, ini Rara titip kue untuk Mas Juna." Rara memberikan bungkusan kue.
"Cie..cie..perhatian sekali." Bu Susan menggoda Rara.
"Apaan sih Bu, ini hanya sebagai ucapan terimakasih saja." kata Rara
"Ya sudah ini Ibu bawa kuenya. Ibu berangkat dulu yah." Bu Susan berpamitan kepada Rara.
"Hati-hati Bu."
Bu Susan yang sudah sampai ke kantor segera menyimpan semua barang bawaannya di tempat istirahat karyawan. lalu dia memulai pekerjaannya. saat jam masuk kantor sudah mulai, Bu Susan menghentikan pekerjaannya sejenak. dia berniat pergi ke ruangan atasannya untuk memberikan kue.
Toktok (Bu Susan mengetuk pintu ruang kerja Juna.)
Setelah dipersilahkan masuk, dia segera masuk dan memberikan kue untuk atasannya.
"Maaf Pak, saya hanya ingin memberikan kue. ini dari Rara untuk Bapak." ucap Bu Susan sambil menaruh kue yang dia bawa di meja kerja Juna.
"Dari Rara?"
"Iya Pak, katanya sebagai bentuk terimakasih untuk Bapak." ucap Bu Susan lalu dia segera berpamitan untuk meninggalkan ruangan itu.
Juna segera membuka bungkusan kue itu.
dia mencium aroma yang sangat wangi. dia segera memakan kue goreng itu.
Rey masuk ke dalam ruangan Juna. dia melhat Kakaknya itu sedang memakan kue. Rey tampak tergiur saat melihat Juna yang makan begitu lahap.
"Kak, minta dong kuenya. sepertinya enak tuh."
"Beli saja sendiri, ini punyaku semuanya." Juna tidak mau membagi kue miliknya walaupun hanya sedikit saja. karena itu kue khusus dari Rara untuk dirinya.
Rey merebut kotak kue itu. dia penasaran kue apa yang dimakan oleh Kakajnya.
"Ini kan kue yang dijual ditempat lanngananku." ucap Rey
"Memangnya enak Kak? aku belum pernah cobain yang ini." tanya Rey
"Enak sekali, beli saja sendiri kalau mau."
"Cobain dong Kak, dikit saja kok." Rey masih merengek untuk meminta kue milik Juna.
"Tidak boleh"
__ADS_1
Rey keluar dari ruangan Kakaknya. dia juga berniat membeli kue seperti yang dimakan oleh Kakaknya. karena yang dia lihat sepertinya rasanya nikmat.