Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part_102


__ADS_3

Sudah dua hari Ayu bekerja di toko kue milik Rara. dan dua hari itu pula Rey mencarinya kemana-mana. namun Rey tidak menemukannya. memang dia hanya mencari sebentar-sebentar karena harus bolak-balik ke rumah sakit untuk menjaga Ibunya yang sedang di rawat.


Rara sudah berpakaian rapih, begitupun Baby Zie. pagi ini dia berniat untuk belanja ke pasar. setelah berpamitan kepada Ayu, Rara segera pergi bersama Baby Zie menaiki angkutan umum. saat melewati lampu merah, Rara melihat seseorang lelaki yang sedang menyebrang. dan lelaki itu mirip seperti suaminya jika dilihat dari samping.


Mas Juna? Apa benar itu Mas Juna? Apa hanya halusinasiku saja? Mana mungkin Mas Juna berada di kota? sudah jelas-jelas dia lagi enak-enakan pacaran di kampung." batin Rara lalu dia mengalihkan lagi arah pandangnya.


Rara sudah sampai di pasar. dia membeli beberapa bahan untuk membuat kue dan beberapa keperluan dapur yang kebetulan kosong. setelah berkeliling, akhirnya dia sudah menemukan semua bahan yang dia butuhkan. sekarang dia berniat untuk pulang. karena merasa kesusahan harus membawa banyak belanjaan dan harus menggendong Baby Zie, Rara meminta kuli panggul untuk membawakan belanjaannya sampai ke dalam angkot.


Juna sudah sampai di tempat kerja. dia berjalan kaki karena motor miliknya tiba-tiba saja tidak bisa dinyalakan. Juna tidak sempat membawa motornya ke bengkel karena hari masih pagi. pasti belum ada bengkel yang buka. dia memutuskan berjalan kaki karena jarak kontrakan miliknya ke tempat kerja lumayan dekat.


"Pagi semua" sapa Juna kepada beberapa karyawan yang sudah datang.


"Pagi juga Kak Juna" jawab beberapa karyawati begitu antusias. mereka kagum melihat wajah tampan pegawai baru yang tak lain adalah Juna.


Juna menyimpan tas kecil miliknya lalu dia ikut bergabung dengan yang lainnya.


Juna merasa kewalahan melayani pelanggan. hari ini begitu banyak pelanggan yang datang. mereka kebanyakan dari kalangan wanita. dan beberapa dari mereka ada yang meminta pelayanan khusus dari Juna.


"Kak Juna, istirahat dulu saja! kebetulan restoran akan tutup lebih awal karena beberapa menu sudah kosong." ucap salah satu rekan kerjanya.


"Baiklah, saya mau ke tempat istirahat. saya mau tidur sebentar." ucapnya lalu melangkah pergi menuju tempat istirahat karyawan.


Malam harinya, setelah membersihkan restoran, Juna dan yang lainnya segera pulang. Juna diantar salah satu rekan kerjanya sampai ke kontrakan.


Ternyata begini rasanya bekerja sebagai bawahan. badan sudah cape juga masih dipaksain untuk kerja." batin Juna sambil merenggangkan otot-ototnya karena merasa pegal.


Juna langsung saja membersihkan diri lalu istirahat. kebetulan tadi sudah makan di restoran jadi dia tidak usah beli makanan untuk makan malam.


Rara hendak menutup toko. dia akan pulang ke rumah, namun dia tak tega meninggalkan Ayu disana sendirian.


"Ayu, kamu ikut sama Mbak saja yah? Mbak merasa tidak enak ninggalin kamu disini sendiri.


"Ayu disini saja Mbak, lagian di Mess juga aman kok." tolak Ayu yang merasa tidak enak jika harus tinggal bersama Rara. baginya Rara sudah terlalu baik.


"Tapi perasaan Mbak tidak enak Yu. plis,mau yah, malam ini saja kamu ikut Mbak." Rara memohon agar Ayu mau ikut dengannya.


"Ya sudah, Ayu mau, tapi Ayu ambil beberapa pakaian ganti dulu di Mess."


"Okeh, Ayo Mbak antar!" Rara mengantar Ayu mengambil beberapa pakaiannya.


°°°°°°


Pagi ini mereka kembali bekerja. habis subuhan Rara dan Ayu berangkat ke toko dengan menaiki angkutan umum. Rara menggendong Baby Zie yang masih tidur. beruntung Baby Zie sekarang jarang rewel. tentu itu mempermudah Rara untuk beraktifitas. Ayu menggeleng-gelengkan kepalanya melihat semangat wanita beranak satu itu. sempat dia ingin bertanya keberadaan Ayah Baby Zie. namun Ayu merasa tak enak.


Sesampainya di depan toko, mereka dihampiri oleh beberapa warga yang tinggal disekitar Mess.

__ADS_1


"Neng Rara, maaf menggangu, tapi apakah Neng Rara sudah tahu mengenai kejadian semalam?" tanyanya


"Kejadian apa Bu? saya tidak tahu loh."jawab Rara yang memang tidak mengetahui apapun.


"Semalam didaerah tempat tinggal Ibu ada perampokan. beberapa rumah mereka rampok, tapi untung rumah Ibu aman."


"Benarkah Bu? syukurlah, untung saja Ayu tidak tidur di Mess semalam." gumam Rara


"Iya Neng, loh tapi semalam Ibu mendengar suara dari dalam Mess. Ibu kira itu Neng Ayu."


"Yang benar saja Bu, Ayu bersama saya loh semalam. atau jangan-jangan itu perampok yang Ibu kataka barusan."


"Coba dulu Neng Rara cek kesana, takutnya ada barang-barang yang hilang." pintanya


"Ayo Yu, kita lihat keadaan Mess." Rara mengurungkan niatnya untuk membuka toko. dia memilih untuk melihat keadaan Mess terlebih dahulu.


Rara melihat Mess yang masih tampak rapih. semua barang-barang juga masih utuh. hanya saja pintu depan sudah tidak terkunci.


"Aneh sekali, pintu depan tidak terkunci namun barang-barang masih utuh semua." gumam Rara


"Mungkin perampoknya semalam hanya bersembunyi saja disini Mbak." ujar Ayu


"Ya, mungkin bisa jadi! Ayo kita kembali ke toko!" ajaknya


Setelah membuat kue, Rara mengajak Baby Zie ke Mess untuk mandi. karena tadi pagi Baby Zie belum mandi. sedangkan Ayu menjaga toko kue sendirian.


Sebuah mobil berhenti di depan toko kue milik Rara. seorang lelaki keluar dari dalam mobil mewah itu.


"Pagi Ra, seperti biasa yah, tolong siapkan kue kesukaanku!" pinta Rey yang baru masuk ke dalam


Rey langsung duduk disalah satu kursi yang ada di ruangan itu sambil memainkan ponselnya.


Suara itu, kok mirip Mas Rey." batin Ayu uang masih berdiri membelakangi Rey.


Ayu berjalan ke arah dapur untuk bersembunyi. Rey sudah menunggu sekitar 10menit. namun kue pesannya belum dikasih juga. akhirnya Rey memanggil Rara.


"Ra, Rara, mana kue pesananku?" teriak Rey


Rey berjalan menuju pintu masuk dapur sambil memanggil nama Rara.


"Ada apa memanggilku, Mas Rey?" tanya Rara yang baru memasuki toko sambil menggendong Baby Zie.


Rey menghentikan langkahnya lalu menengok ke belakang.


"Eh Rara, terus tadi siapa dong wanita yang aku lihat." Rey mengingat wanita berhijab yang masuk ke dalam dapur.

__ADS_1


"Oh, itu karyawan baru Mas. Mas Rey mau beli apa?" tanya Rara


"Biasa Ra, mau beli kue kesukaanku. tolong kamu siapin deh! Mas sudah menunggu 10 menit, tapi karyawanmu itu tidak keluar juga." ucap Rey


"Baik Mas, ini Baby Zie sama Mas Rey dulu. dari tadi lihatin terus. sepertinya kangen sama Omnya." lalu Rara memberikan Baby Zie kepada Rey.


"Uluh uluh sayangnya Om cantik sekali." Rey mengajak Baby Zie berbicara.


"Apah apah" Baby Zie memanggil Rey dengan sebutan Papah.


"Ini om sayang, bukan Papahmu." kata Rey


"Apah apah" ucapnya lagi


"Ya sudah deh terserah kamu cantik." lalu mencium kedua pipi Baby Zie.


Rara memberikan kue yang Rey pesan. setelah membayar, Rey tak langsung pergi. namun dia berbicara sesuatu yang penting kepada Rara.


"Ra, Mas mau memberitahukan jika Mamah sedang sakit dan sekarang sedang di rawat di rumah sakit." ucap Rey


"Yang benar Mas, Mamah Farah sakit apa?" tanya Rara


"Mamah terkena serangan jantung. kalau kamu ada waktu, tolong ajak Kak Juna untuk berkunjung juga ke rumah sakit menengok Mamah." pinta Rey


"Oke Mas, hanya saja saat ini Mas Juna tidak bersama Rara."


"Maksud kamu?"


"Rara ke kota berdua saja dengan Baby Zie. Mas Juna mana mau ikut, dia lagi senang-senangnya bersama kekasih barunya."


"Kak Juna selingkuh? iyakah Kak Juna seperti itu? rasa-rasanya tidak mungkin." Rey tampak tak percaya mendengar kenyataan mengenai Kakaknya.


"Mau percaya atau tidak, tapi itulah kenyataannya." kata Rara


Bisa-bisanya Kak Juna mempermainkan wanita secantik Rara. diambil orang, baru tahu rasa dia." batin Rey


"Yang sabar Ra, nanti juga Kak Juna bakalan menyesal." ucapnya sambil memberikan lagi Baby Zie yang sedang digendongnya. "Oh iya, nanti sore Mas jemput kamu yah. kita kerumah sakit sama-sama. siapa tahu jika ditengok sama menantu dan cucunya, Mamah jadi cepat sadar." ucapnya lagi sebelum berpamitan.


"Iya Mas, Rara tunggu, sekalian nanti Rara buatkan kue kesukaan Mamah."


"Tidak usah Ra, Mamah belum boleh makan sembarang. Mas pamit yah, jangan kangen yah sayangnya Om." Rey mencium pipi Baby Zie sebelum benar-benar pergi.


Diam-diam Ayu mendengar pembicaraan mereka.


Jadi Mas Rey dan Mbak Rara masih saudara. kenapa dunia bisa sesempit ini? aku pergi dari rumah Mas Rey dan dipertemukan dengan Mbak Rara yang masih saudaranya." batin Ayu

__ADS_1


__ADS_2