Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part_56


__ADS_3

Pagi ini Rara sudah berkutat dengan alat-alat dapurnya. dia akan membuat kue goreng untuk dititipkan di toko Pak Sam. Putri yang akan berangkat kerja, terlebih dahulu menghampiri Rara.


"Semangat sekali Ra, masih pagi juga loh." ucap Putri


"Iya nih mau buat adonan dulu mumpung Baby Zie masih tidur." ucap Rara


"Aku berangkat dulu yah" ucap Putri lalu pergi meninggalkan Rara yang masih sibuk dengan kegiatannya.


Rara sedang membentuk kue yang akan digoreng. tapi tiba-tiba terdengar tangisan Baby Zie. Rara menghentikan sejenak pekerjaannya. lalu dia menghampiri Baby Zie tapi sebelum itu dia mencuci tangan terlebih dahulu.


"Cup cup cup sayangnya Mamah bangun yah." Rara sudah menghampiri Baby Zie dan langsung menggendongnya.


"Cup cup cup Baby Zie mau nen." Rara langsung saja menyusui Baby Zie.


"Kok tidur lagi sih sayang." ucap Rara saat melihat Baby Zie yang sudah tertidur.


Rara kembali menidurkan Baby Zie dan dia kembali mengerjakan pekerjaannya. untung saja Baby Zie tipe bayi yang tidak terlalu rewel jadi Rara bisa beraktifitas tapi sambil mengawasinya juga.


Setelah kuenya dia bentuk semua, Rara segera menggorengnya. setelah selesai dia tiriskan. nunggu beberapa saat sampai tidak berminyak lagi baru dia simpan ke wadah yang sudah dia siapkan untuk menaruh kue buatannya.


Putri datang ke Mess untuk mengambil kue goreng buatan Rara. itu juga atas perintah Pak Sam.


"Ra, ini aku bawa yah" ucap Putri yang sudah mengangkat wadah berisi kue.


"Iya Put, bawa saja!" ucap Rara


Putri berlalu pergi membawa kue untuk dijajakan ditoko Pak Sam.


°°°°°


Rio memarkirkan mobilnya tidak jauh dari toko bunga milik Luna. dia terus mengintai kegiatan Luna sejak pagi. Siang itu Rio melihat Luna keluar dari tokonya dan menaiki taxi. Rio terus membuntuti taxi yang dia naiki. dia melihat taxi yang dikendarai Luna berhenti di depan mini market.

__ADS_1


"Pak berhenti dulu Pak." ucap Luna lalu taxi itu berhenti.


Luna melihat mobil warna hitam yang juga berhenti dibelakangnya.


lalu Luna kembali menyuruh supir taxi untuk mengemudikan lagi mobilnya.


"Jalan lagi Pak!" perintah Luna


Luna terus memperhatikan mobil yang masih mengikutinya. dia menyuruh supir taxi untuk berhenti di sebuah taman.


"Pak, saya turun disini saja." ucap Putri


"Tapi ini belum sampai ditempat tujuan Nona." ucap Luna


"Tidak apa-apa Pak, ini uangnya." Luna membayar ongkos taxi lalu dia keluar dari mobil.


Luna berjalan memasuki taman dan mencari tempat untuk bersembunyi. Rio yang melihat Luna masuk ke taman, dia mengikutinya dari jarak jauh. Luna yang sedang bersembunyi melihat Asisten suaminya yang sedang menongok ke kanan dan ke kiri. dia tahu jika Rio sedang mengikutinya.


Luna mencoba bersikap tenang, lalu dia keluar dari tempat persembunyiannya. dia berjalan mencari pedagang rujak lalu membelinya. setelah membeli rujak dia memesan taxi online. setelah taxinya datang, dia segera masuk. Luna yang sudah berada didalam taxi segera menelpon kekasihnya.


📞"Maaf yah sayang, kita tidak bisa ketemu sekarang." ucap Luna


📞"Kenapa sayang? bukankah kamu tadi sudah berjanji akan ke Apartemenku." ucap Devan dari balik telpon


📞"Iya, tapi ada yang mengikutiku. dia Asisten Mas Juna dan aku memilih untuk kembali saja ke toko. aku tidak mau ambil resiko."


📞"Baiklah sayang, tapi next time kamu harus datang loh." ucap Devan


📞"Iya sayang, maaf yah emuuaacchhh." lalu Luna mematikan panggilan telponnya.


Rio melihat taxi yang dinaiki Luna berhenti di depan toko miliknya. Rio ikut menghentikan juga mobil yang dikendarainya. Rio langsung menghubungi Juna mengenai informasi yang dia dapat. Juna menyuruh Rio untuk kembali ke kantor.

__ADS_1


Rio yang sudah sampai dikantor segera menghampiri atasannya.


Kini Rio sudah berada di ruangan atasannya.


dan Juna segera bertanya kepadanya.


"Apa hanya itu saja hal yang kamu sampaikan ke saya?" tanya Juna


"Iya Tuan, tapi saya mencurigai sesuatu." ucap Rio


"Apa?"


"Taxi Nona Luna sempat berhenti di depan minimarket tapi tidak ada yang keluar dari dalam taxi. beberapa saat taxi itu kembali melaju." ucap Rio


"Bisa saja Nona Luna melihat mobil yang saya kendarai membuntutinya."ucap Rio


"Iya, bisa jadi seperti itu, makannya kamu berhati-hati." ucap Juna


"Bukankah Nona Luna juga sudah tahu mobil yang saya kendarai tadi Tuan? mungkin dia mencurigai saya karena dia tahu itu mobil Anda." ucap Rio


"Ah iya, nanti saya akan membeli mobil baru untuk kamu pakai jika membuntuti istri saya." ucap Juna


"Baik Tuan, kalau begitu saya permisi." Rio pergi dari ruangan atasannya.


Setelah kepergian Rio, Juna tampak termenung memikirkan apa sebenarnya yang disembunyikan Luna darinya. dia juga melihat sikap Luna yang sedikit berbeda. dia yang biasanya terbuka, selalu bercerita apapun itu kepadanya tapi sekarang istrinya itu jarang berbicara sesuatu kepadanya.


Apa aku sudah benar jika mencurigai istri sendiri." Juna masih termenung memikirkan itu.


Sore harinya semua karyawan sudah pulang. begitupun Juna ikut pulang juga.


Juna memutuskan untuk menjemput istrinya terlebih dahulu.

__ADS_1


__ADS_2