Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 57


__ADS_3

Zivana terbangun dari tidurnya. Dia melihat suaminya yang masih tidur pulas sambil memeluk anaknya. Zivana tersenyum lalu dia mengambil ponsel miliknya. Dia memfoto dua orang yang di cintainya.


Zivana beranjak dari atas ranjang. Dia akan membersihkan dirinya sebelum anaknya keburu bangun.


Alvin mengerjapkan kedua matanya. Dia menatap Baby Rayan yang masih tidur pulas. Sejenak dia memandang wajah tampan anaknya.


Muach muach


Alvin mencium kedua pipi anaknya. Alvin melihat di samping Baby Rayan sudah kosong. Zivana sudah tidak ada disana.


Alvin mendengar gemercik air dari kamar mandi.


Mungkin Zie sedang mandi," gumam Alvin lalu dia beranjak dari atas ranjang. Dia duduk di pinggir ranjang sambil menunggu Istrinya keluar dari kamar mandi.


Cklek


Zivana sudah selesai mandi. Dia membuka pintu kamar mandi.


"Sayang, kamu kok tidak ajak-ajak sih, malah mandi duluan," Alvin menatap Istrinya yang sedang berjalan ke arahnya.


"Mas sudah besar loh, bisa mandi sendiri," ucap Zivana


"Bukan itu maksud Mas, tapi Mas ini sudah lama tidak mandi bareng kamu."


Zivana mendekati Alvin lalu memeluknya.


"Sabar Mas, Nanti kita curi-curi waktu," ucap Zivana


"Iya sayang, Nanti Mas mau cari Baby Sister untuk Rayan. Biar kita bisa sering-sering berduaan."


"Zie nurut saja sama Mas Alvin," Zivana semakin mempererat pelukannya.


Kini keduanya melepaskan pelukan mereka. Alvin kembali duduk di pinggir ranjang. Dia menatap Istrinya yang akan berpakaian. Hingga selesai berpakaian pun, Alvin masih menatap Istrinya.


"Mas, kenapa lihatin aku terus?"


"Kamu makin cantik, sayang."


"Ah Mas Alvin, kalau sudah bicara begitu pasti ada maunya."


"Ada, Mas ingin berduaan sama kamu."


Zivana mendekati suaminya. Lalu dia duduk di samping suaminya. Kini keduanya saling tatap. Hingga Alvin mendekatkan wajahnya kepada Istrinya. Baru juga menempelkan bibirnya, mereka mendengar suara Baby Rayan yang terbangun dari tidurnya.


Oek oek


"Sttt, mengganggu saja," gumam Alvin namun masih terdengar oleh Istrinya.


"Tahan Mas," ucap Zivana lalu dia menggendong anaknya.

__ADS_1


"Tahan terus lama-lama karatan, sayang."


"Hahaha.. kamu ada-ada saja Mas," Zivana tertawa setelah mendengar perkataan suaminya.


Zivana me*nyusui anaknya di hadapan suaminya.


Glek


Alvin meneguk ludahnya saat melihat Baby Rayan yang sedang me*nyusu.


"Kenapa kamu lihatinnya seperti itu, Mas?"


"Aku mau," jawab Alvin


"Nanti Zie beliin deh di toko, susu cap nona," ucap Zivana


"Tidak mau, sayang. Maunya yang cap Istri."


"Sabar Mas, tahan dulu."


"Ya deh," ucap Alvin sedikit lesu. " Kalau begitu, Mas mau keluar dulu." Alvin beranjak dari duduknya.


"Iya Mas,"


Zivana menatap suaminya hingga keluar dari kamar.


°°°


°°°


Tin tin


Zivana mendengar suara mobil berhenti di depan rumah. Dia keluar untuk melihat siapa yang datang. Ternyata yang datang itu suaminya.


"Sayang, kamu kok keluar?" tanya Alvin sambil melangkah mendekati Istrinya.


"Iya Mas," ucap Zivana, lalu tetapannya beralih kepada seorang wanita yang ada di belakang suaminya.


"Dia Baby Sister untuk Rayan, namanya Desi." kata Alvin


"Kenalin Bu, Saya Desi," ucap Desi sambil menatap Zivana.


"Jangan panggil Bu, sepertinya saya sama Kak Desi lebih tuaan Kak Desi."


"Iya sayang, dia seumuran Mas." jawab Alvin


"Baiklah, saya panggil Nona saja." ucap Desi


"Nah, itu lebih baik. mari Kak Desi, saya antar ke kamar yang akan di tempati." ajak Zivana

__ADS_1


"Baik Nona," Desi mengikuti Zivana ke kamar belakang. Tepatnya ke kamar salah satu pembantu. Kebetulan kamar itu masih kosong.


"Ini kamar kak Desi, tapi nanti kalau tidur bisa sama anak saya. Jadi disini hanya untuk menaruh barang-barang Kakak."


"Baik Nona,"


Setelah mengantar ke kamar, Kini Zivana mengajak Desi ke kamar anaknya.


Zivana mengatakan kepada Desi, semua tugas yang harus di lakukannya. Sebagai Baby Sister yang sudah berpengalaman, tentu Desi tidak terbebani dengan semua tugasnya.


"Maaf Nona, apa saya juga harus melakukan pekerjaan rumah? sebelumnya, saya juga merangkap menjadi juru masak di rumah majikan saya."


"Tidak perlu, tugas Kakak hanya menjaga anak saya. Semua pekerjaan rumah sudah ada yang mengerjakannya.


"Baik Nona,"


Zivana menyuruh Desi untuk tetap di kamar Rayan. Menemani Rayan yang sedang tidur. Sedangkan dia menghampiri suaminya yang ada di ruang keluarga.


"Mas, ganti baju dulu dong." Zivana menatap suaminya yang masih memakai pakaian kerja.


"Iya Sayang, ayo antar Mas ke atas!" ajak Alvin


"Ayo Mas" ucap Zivana


Kini keduanya melangkah menuju ke kamar mereka yang ada di atas.


Cklek


Alvin membuka pintu kamarnya yang tidak terkunci.


"Ah, rasanya aku ingin tidur saja," Alvin merebahkan dirinya di atas tempat tidur.


"Mas, ganti pakaian dulu."


"Iya sayang, tapi nanti saja. lebih baik sekarang kita olahraga." ucap Alvin sambil menatap Istrinya yang sedang berdiri di depannya.


"Olahraga? ngapain siang-siang olahraga?"


"Ahh," Zivana kaget karena Alvin menariknya. Sehingga kini Zivana jatuh ke atas suaminya.


"Olah raga di atas ranjang, sayang." ucap Alvin lalu dia segera berbalik sehingga saat ini posisi Zivana yang ada di bawahnya.


Zivana hanya menurut dengan semua yang di lakukan oleh suaminya. Karena dia juga menikmatinya.


Kebetulan Desi sedang mencari Zivana. Karena ada hal yang akan dia tanyakan. Desi sudah bertanya kepada Bi Salma, dimana keberadaan Zivana. Bi Salma mengatakan jika dia melihat Zivana dan Alvin pergi ke kamar atas.


Desi sudah ada di depan kamar Alvin. Namun dia mendengar suara de*sahan dari dalam. Kebetulan pintu kamar itu tidak tertutup rapat.


Sepertinya mereka sedang sibuk," Desi tak jadi mengetuk pintu. Dia akan kembali ke kamar Baby Rayan.

__ADS_1


°°°


__ADS_2