
Rara keluar dari ruangan atasannya dengan suasana hati yang tidak karuan. dia masih memikirkan wajah atasannya itu yang mirip sekali dengan suaminya.
Rara berjalan cepat menuju ke lantai bawah. dia yang melihat Dimas baru keluar dari ruangan staf langsung menghampirinya.
"Kak Dim"panggil Rara lalu dia berjalan menghampiri Dimas.
"Ada yang ingin aku tanyakan ke Kakak ini penting."Rara menatap intens ke arah Dimas.
Dimas yang melihat tatapan Rara seolah tahu jika Rara benar-benar akan menanyakan sesuatu yang sangat penting.
"Ayo kita kebelakang, tidak enak jika bicara disini nanti dikira ngobrol terus bukannya kerja." ucap Dimas lalu mereka berjalan ke arah tempat yang biasa digunakan mereka untuk istirahat.
Mereka sudah duduk berhadapan, karena memang pekerjaan mereka tidak terlalu banyak jadi bisa sedikit bersantai.
"Kak Dimas tahu tidak nama lengkap bos kita itu siapa?"tanya Rara penasaran.
"Namanya Juna Dirgantara, memangnya kenapa?" Dimas melihat raut wajah Rara yang sudah berubah.
__ADS_1
"Tidak kok, ya sudah ayo kita kembali kerja lagi." ajak Rara untuk mengalihkan perkataan Dimas.
Saat ini Rara bekerja sama sekali tidak bersemangat. mungkin karena baru saja mengetahui kenyataan yang menyakitkan.
memang dia sudah curiga sejak awal melihat atasannya yang terlihat mirip dengan suaminya. tapi dia menepiskan pemikiran itu karena dia tahu jika suaminya itu berasal dari kalangan bawah sepertinya dan tidak mungkin jika tiba-tiba berubah penampilan menjadi orang kantoran.
Tapi perkataan Dimas tadi sudah menunjukan jika memang atasannya itu adalah suaminya bahkan sekarang sudah menikah lagi.
Rara tidak berani bicara kepada teman kerjanya jika dirinya itu sebenarnya istri atasan mereka. karena pasti dia akan di bilang jika sedang mengada-ngada. apalagi bicara tanpa bukti.
Toktok
Rio mengetuk pintu ruangan atasannya, setelah di persilahkan masuk, dia segera masuk ke dalam.
"Permisi bos" sapa Rio ramah
"Bagaimana? apa kamu sudah mengetahui informasinya?"
__ADS_1
"Sudah Bos, saya sudah bertanya kepada pihak HRD. mereka mengatakan jika Nona Mutiara direkrut secara langsung oleh Pak Rey. sepertinya hubungan mereka sangat kedekat karena saya juga sempat mendengar karyawan sedang menggosipkan bahwa Pak Rey sering berangkat bersama dengan Nona Mutiara. "jelas Rio
"Ya sudah kamu boleh pergi." ucap Juna lalu Rio pergi meninggalkan ruangannya.
Juna masih memikirkan perkataan asistennya. apakah benar jika Rey memang sedang dekat dengan Rara. tapi apa pedulinya dia juga tidak mencintai Rara. niatnya untuk membalas demdam memang belum berakhir tapi itu sulit untuk dia lakukan karena sekarang dia tinggal dengan Luna. jika menyuruh orang lain untuk memberikan pelajaran kepada Rara rasanya tak mungkin. dia tidak sepicik itu dalam bertindak.
Baiklah sekarang biarkan dulu Rara disini tapi jika suatu saat kehadirannya mengusikku, aku tidak akan segan-segan untuk memecatnya bahkan mengusirnya dari kota ini." gumam Juna lalu dia memilih untuk melanjutkan pekerjaannya.
Tak terasa waktu sangat cepat berlalu, Juna melirik jam dinding yang ada di ruangannya dan ternyata waktu sudah menunjukan pukul 5 sore. dia bersiap untuk segera pulang. dia melangkah menaiki lift menuju lantai bawah. di bawah sudah lumayan sepi karena beberapa karyawan sudah pulang terlebih dahulu. tinggal beberapa karyawan yang belum pulang karena langsung lembur setelah jam kerja.
Tak sengaja juna melihat Rara yang sedang membawa sampah untuk di buang. Juna sengaja mendekati Rara dan menabraknya.
"Eh sorry" ucap Juna yang melihat Rara terjatuh dan sampah-sampah yang dia bawa berserakan di lantai.
Juna berjalan begitu saja tanpa membantu Rara membereskan sampah yang berserakan. kalau Rara jangan ditanya lagi dia tersenyum melihat tingkah Juna. dia sama sekali tidak marah bahkan dia sangat senang walaupun dia bertemu dengan Juna hanya satu detik itu dapat mengobati rasa rindu padanya.
Rara sedang mencoba memaafkan semua perlakuan juna kepadanya. yang Rara pikirkan sekarang hanyalah bekerja untuk mencukupi kehidupannya. melihat suaminya di kantor saja sudah dia anggap bonus untuk mengobati rasa rindunya. Rara akan bersikap manis sampai Juna mau melihat keberadaannya.
__ADS_1