Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part_21


__ADS_3

Sesuai rencana Juna, hari ini dia mengajak istrinya pergi jalan-jalan. mereka akan pergi untuk menikmati pesona alam kota bandung. mereka berangkat dari Ibukota setelah usai menjalankan sholat subuh.


Rara kira mereka akan naik Bus tapi suaminya bilang akan menyewa travel.


mereka menunggu di depan gerbang kontrakan dan sebuah mobil mewah berhenti di depan mereka.


Rio membuka kaca mobilnya dan terlihat Juna sedang bersama Rara. dia belum mengetahui tentang pernikahan mereka.


Ngapain Bos bersama Nona Mutiara?


Apa mereka saling mengenal?" batin Rio yang melihat keduanya tampak akrab.


Juna menggandeng tangan istrinya, dia membukakan pintu mobil lalu mempersilahkan untuk masuk.


"Silahkan cantik"


"Terima kasih Mas" Rara tampak senang di perhatikan oleh suaminya.


Sedangkan Rio masih tampak asyik melihat kedekatan mereka.


"Ekhm" Juna berdehem dan menatap tajam ke arah Rio.


Rio kembali menatap ke arah depan. padahal dia sedikit kepo dengan hubungan mereka tapi tidak ada keberanian untuk bertanya. mengingat bosnya itu tidak suka jika orang lain ikut campur dengan urusan pribadinya.


"Jalan"perintah Juna


"Kita ke bandung" ucapnya lagi lalu Rio segera mengemudikan mobilnya.


Rio yang sedang mengemudi sesekali melirik ke spion dan melihat ke arah belakang. dia melihat Juna dan Rara saling berpegangan tangan dan sesekali Juna mengecup punggung tangan istrinya.


Sebenarnya apa hubungan mereka? kenapa mereka terlihat seperti pasangan? dan lagi Nona Mutiara seorang wanita berhijab tapi kenapa mau di pegang-pegang sama yang bukan mahramnya." Rio semakin kepo dengan hubungan mereka.


Setelah menempuh perjalanan selama 3 jam akhirnya mereka sudah sampai di kota bandung.


mereka mampir dulu ke restoran dekat alun-alun kota bandung untuk mengisi perut mereka yang sudah lapar sekalian mereka berfoto-foto sebentar. lalu melanjutkan kembali perjalanannya ke Lembang. niatnya mereka akan pergi ke Floating Market, Dusun Bambu dan jika sempat mereka akan singgah ke Pemandian Air Panas Ciater.

__ADS_1


Sebenarnya masih banyak lagi tempat wisata yang ingin mereka kunjungi namun waktunya kurang lama karena mereka hanya pergi satu hari saja.


Akhirnya acara jalan-jalan mereka sudah berakhir. karena hari sudah sore dan mereka sudah sangat lelah. lalu Juna menyuruh Rio mencari penginapan terdekat untuk beristirahat. malam ini mereka akan menginap karena tidak mungkin melanjutkan perjalanan sedangkan badan mereka butuh di istirahatkan.


"Bagaimana Rio, apa masih ada kamar yang kosong?" Tanya Juna yang baru melangkah ke arah Rio yang sedang memesan kamar.


"Masih Pak Bos, tapi cuma sisa 2 kamar yang kosong."


"Tak masalah" jawab Juna


Lalu Rio memberikan 2 kartu akses yang akan digunakan untuk membuka pintu kamar hotel kepada Juna. sekarang mereka berdiri di depan kamar yang bersebelahan. lalu Juna memberikan satu kartu akses miliknya kepada Tio.


"Kamu tidur di sebelah, saya dan Rara akan menempati kamar ini." ucap una lalu memasuki kamar yang ada di depannya diikuti Rara di belakangnya.


Rio masih memandangi mereka sedangkan Rara hanya tersenyum ke arahnya.


"Kenapa tadi senyum-senyum?" tanya Juna yang sempat melihat istrinya tersenyum ke arah Rio.


"Tidak kok Mas, sepertinya Asisten Mas bingung melihat kita satu kamar. apa dia belum mengetahui status kita?" tanya Rara


Rara menunggu suaminya yang sedang mandi sambil menonton acara televisi sambil duduk di pinggiran ranjang. beberapa saat kemudian Juna keluar dengan menggunakan handuk putih saja untuk menutupi badannya.


Rara yang melihat itu menutupi matanya dengan kedua telapak tangannya.


"Kenapa di tutupin?" juna sengaja mendekatkan dirinya ke arah Rara.


"Mas cepat pakai bajunya" Rara masih menutupi wajahnya dan memejamkan matanya.


"Bukannya kamu lebih menyukaiku jika tidak memakai baju?" goda Juna


"Ti tidak" ucap Rara lalu berlari memasuki kamar mandi.


Rara bersandar di pintu kamar mandi sambil memegangi dadanya.


"Aduh kenapa ini jantung deg degan begini sih. ah tidak tidak, aku masih normal kan." Rara bicara dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


Rara yang baru pertama kalinya masuk ke dalam kamar mandi mewah itu merasa bingung. kenapa tidak ada gayungnya. akhirnya Rara mencoba menyalakan shower tapi karena dirinya tepat di bawahnya, baju yang dia pakai basah kuyup.


"Aduh" Rara kaget saat air membasahi tubuh beserta baju yang dia pakai.


Rara mulai mandi, sedangkan baju yang basah dia pinggirkan. setelah selesai, Rara hanya menutupi tubuhnya dengan handuk saja.


"Ini gara-gara lihat Mas Juna yang tadi tidak pakai baju, bisa-bisanya aku jadi ikut lupa bawa baju ganti." gumam Rara


Rara membuka pintu kamar mandi dan menengok ke arah suaminya yang sedang menonton televisi.


"Mas" panggil Rara


"Kenapa?" Juna kembali mengarahkan arah pandangnya ke arah televisi.


"Mas kesini sebentar" pinta Rara


Juna berjalan ke arah istrinya.


"Ada ap... "Juna tampak terkagum dengan pemandangan di depannya.


"Mas ambilin bajuku di koper!" perintah Rara


"Mas..mas... kenapa malah ngelamun?" Rara melihat ke arah suaminya lalu mengikuti arah pandangnya.


"Astagfirullah" Rara menyadari jika sejak tadi Juna memandangi penampilannya yang hanya memakai handuk saja.


Juna mengambilkan baju istrinya di dalam koper beserta **********.


"Ini kenapa ukurannya kecil sekali." ucapnya saat memegang dalaman atas istrinya.


Rara yang melihat Juna belum juga beranjak menghampirinya langsung memanggilnya.


"Mas kenapa lama sekali?" teriak Rara


"Eh iya sebentar" Juna langsung menghampiri istrinya dan memberikan pakaian yang di bawanya.

__ADS_1


__ADS_2