Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part_78


__ADS_3

Rara tampak kewalahan karena Baby Zie terus menangis memanggil Papahnya. dan juga Juna tidak datang kerumahnya. mungkin Baby Zie kangen ingin ketemu dengan Papahnya.


Bi Darmi berniat membantu Rara untuk menggendong Baby Zie. namun Baby Zie tidak mau. Bi Darmi merasa kasihan melihat Rara yang sudah kelelahan.


"Maaf Nyonya, apa tidak sebaiknya Nyonya ajak Baby Zie ke rumah Tuan Juna saja." Bi Darmi memberikan sarannya.


"Apa sebaiknya Rara pergi kesana saja yah Bi. kasihan juga Baby Zie menangis terus."


"Tapi, apa nyonya punya alamat tempat tinggal Tuan Juna?" tanya Bi Darmi


"Punya Bi, kebetulan Mas Juna memberikan alamatnya kepada Rara beberapa hari yang lalu." ucap Rara


Setelah mengatakan itu kepada Bi Darmi, lalu Rara mencoba meberikan pengertian kepada anaknya.


"Baby Zie sayang, jangan nangis lagi yah sayang, nanti kita pergi ke rumah Papah. Baby Zie mau kan ketemu Papah." ucap Rara mencoba menenangkan anaknya.


"Apah..apah.." Baby Zie tampak girang setelah mendengar perkataan ibunya.


"Iya sayang, kita akan ketemu Papah." Rara membelai wajah cantik putrinya.


Rara segera bersiap-siap untuk pergi


ke rumah Juna. Rara pergi menaiki taxi online karena dirumahnya belum ada supir.


Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh, kini Rara dan Baby Zie sudah sampai di depan rumah itu.


Cukup lama Rara berdebat dengan Pak Satpam karena tidak diperbolehkan masuk.


Pak Satpam mengatakan jika pemilik rumah sedang tidak ada dirumah. namun Rara tidak percaya begitu saja. akhirnya Pak Satpam memperbolehkan Rara masuk untuk mengeceknya sendiri.


Rara yang sudah berdiri didepan pintu segera mengetuk pintu itu. Bi Marni yang merupakan pembantu di rumah itu membukakan pintu.


"Maaf, Neng mau cari siapa yah?" tanya Bi Marni


"Mau cari Mas Juna Bi, apa Mas Juna ada dirumah?" tanya Rara


"Maaf Neng, Tuan Juna, Tuan Rey, dan Nyonya farah sedang keluar."


"Keluar kemana yah Bi?" tanya Rara


"Saya kurang tahu Neng, tapi saya sempat mendengar jika mereka akan menghadiri pesta di Hotel X." ucap Bi Marni

__ADS_1


"Ya sudah Bi, terimakasih infonya. kalau begitu saya permisi." lalu Rara yang masih menggendong Baby Zie segera berlalu pergi.


Rara pergi meninggalkan rumah Juna.


di pinggir jalan, Rara mencoba untuk berbicara dengan anaknya.


"Sayang, kita ketemu Papah besok saja yah. sekarang Papah sedang tidak ada dirumah." ucap Rara mencoba memberikan pengertian kepada anaknya.


"Apah...apah...apah.."Baby Zie langsung menangis. dia tetap ingin bertemu dengan Papahnya.


"Cup cup cup jangan nangis dong sayangnya Mamah. ya sudah, ayo kita susul Papah." Rara mencoba menenangkan Baby Zie.


Rara segera memesan taxi online. setelah menunggu beberapa saat, taxi yang dia pesan sudah datang. Rara segera masuk taxi dan segera menuju ke Hotel X dimana tempat Juna berada.


Rara sudah turun dari taxi. dia mengajak Baby Zie untuk masuk kedalam.


saat mau masuk, mereka ditanyai undangan pesta. karena semua tamu yang masuk kedalam wajib menyerahkan kartu undangan.


"Maaf Nona, dimana kartu undangannya?" tanya petugas saat melihat Rara yang sudah berdiri di depan petugas itu.


"Saya tidak punya undangan Pak. saya hanya ingin bertemu sebentar dengan teman saya." ucap Rara


ke pesta." ucap petugas lainnya.


"Tapi saya...."ucapan Rara terpotong saat petugas itu berbicara terlebih dahulu.


"Sebaiknya Nona pergi! Nona hanya menghalangi jalan saja." ucapnya


Rara yang hendak berputar arah, mendengar suara MC yang memanggil Juna.


"Silahkan Tuan Juna Dirgantara dan Putri Felisia segera maju ke depan untuk memulai acara pertunangan.


Seketika Rara langsung menoleh lagi


ke belakang. dia tak terlalu jelas melihat keberadaan Juna karena jaraknya cukup jauh.


Apakah benar Mas Juna bertunangan? kenapa Mas Juna tidak mengatakannya sebelumnya.


dan Putri? apa itu Putri yang aku kenal? kenapa namanya sama?" Rara masih bertanya-tanya didalam hatinya.


Rara pergi dengan perasaan nyeri didadanya. dia tidak menyangka jika Juna tidak jujur kepadanya. lalu untuk apa semua perhatian yang dia berikan selama ini. apa itu hanya rasa kasihan saja." pikirnya

__ADS_1


Di dalam ballroom hotel, Juna dan Putri berjalan maju kedepan. Juna langsung meminta microphone yang sedang dipegang oleh MC.


"Sebelumnya saya mau memperkenalkan diri terlebih dahulu. saya Juna Dirgantara CEO Dirgantara Group. saya tidak tahu menau dengan acara ini. karena yang Mamah saya katakan, Mamah hanya mengajak saya dan adik saya ke pesta ulangtahun temannya.


jadi saya tidak mau melanjutkan pertunangan ini." jelas Juna


Putri mengambil alih microphone yang dipegang Juna.


"Saya Putri Felisia, saya juga tidak mau melanjutkan pertunangan ini. karena saya tahu jika ada wanita yang lebih membutuhkan perhatian dan status dari Kak Juna. dan saya juga mengenal wanita itu." ucap Putri


Jadi Putri sudah tahu mengenai Rara dan Baby Zie. syukurlah jika seperti itu." batin Juna


"Apa-apaan ini? kenapa kalian berdua berbicara seenaknya sendiri tanpa mengatakan ke kita?" tanya Bu Finda


"Mamah juga tidak mengatakan yang sejujurnya kepada Putri." ucap Putri


"Maaf tante, tapi Mamah saya juga sebelumnya tidak mengatakan apa-apa kepada saya."


"Lalu kenapa kalian menolak? bukankah kalian sama-sama lajang?" tanya Bu Finda


"Maaf tante, tapi saya punya seseorang yang saya cintai." Juna berkata kepada Bu Finda


Plak


Bu Farah menampar pipi kiri anaknya.


"Keterlaluan kamu! jadi kamu lebih memilih janda itu dari pada Putri? kamu mau malu-maluin Mamah?" Bu Farah tampak emosi kepada anaknya.


"Mah, apa Mamah senang melihat anaknya tidak bahagia seperti sekarang ini. Juna juga punya wanita pilihan sendiri Mah." ucap Juna lalu dia pergi menuju pintu keluar.


"Juna...Juna..."Bu Farah berteriak memanggil anaknya yang sudah berlalu pergi.


Huuuuhhhhhhh


Para tamu undangan bersorak lalu berbondong-bondong meninggalkan ballroom tempat acara pesta.


Jadi Mas Juna menolak pertunangan ini. sudah tidak ada harapan lagi untukku bersama Rara." Rey tampak lesu saat mendengar penjelasan Juna.


...


Mungkin yang mau ngobrol seputar novel atau lebih dekat dengan saya, bisa masuk grup chat saja yah. budayakan follow nanti saya follback.

__ADS_1


__ADS_2