Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part_59


__ADS_3

Luna sudah membereskan semua barang-barangnya. dia melangkah pergi meninggalkan rumah itu. tidak ada yang mengantarnya sampai ke depan. termasuk Juna dan ibunya yang tetap berada di kamar mereka masing-masing.


Juna yang berada di dalam kamar merasa kecewa dengan semua penghianatan yang dilakukan istrinya. perlahan-lahan memori masalalunya mulai berputar. dia mengingat saat dia bersikap tidak adil kepada Rara. dia baru sadar jika apa yang terjadi kepadanya saat ini adalah karma untuknya. karena dia sudah menyia-nyiakan istri sebaik Rara.


tapi penyesalannya saat ini sudah terlambat. karena Rara sudah menikah lagi bahkan sudah mempunyai seorang anak.


Juna mengganti pakaian yang dia kenakan lalu melangkah keluar kamar. dia ingin mencari angin segar untuk menetralkan pikirannya.


"Kamu mau kemana Nak?" tanya Bu Farah saat melihat anaknya tampak rapih.


"Juna mau nyari angin segar Mah. apa Mamah tidak apa-apa kalau Juna tinggal sendirian?" tanya Juna kepada ibunya.


"Tidak kok Nak, ibu juga sudah baik-baik saja."


"Ya sudah, Juna tinggal sebentar Mah." ucap Juna berpamitan untuk pergi.


Juna memilih untuk mengendarai mobilnya dijalanan kota. dia hanya berjalan-jalan tak tentu arah. Juna melihat toko kue yang berada di pinggir jalan. dia menghentikan mobilnya lalu dia berjalan keluar. Juna tampak tertarik melihat kue-kue yang ada di dalam toko. dia berjalan memasuki toko itu.


Juna memilih-milih kue yang dia ingin beli.


"Permisi, Kakak mau mencari kue apa?" tanya Putri yang sudah menghampiri Juna.


"Saya mau yang ini ini dan ini." Juna menunjuk semua kue yang ingin dia beli.


"Oke akan saya bungkuskan untuk Kakak." ucap Putri dan Juna sudah mengalihkan arah pandangnya. sehingga sekarang dia menatap Putri.


"Loh bukannya kamu temannya Rara?" tanya Juna


"Iya Kak, kalau begitu saya permisi mau membungkus kue tadi." ucap Putri untuk menghindari pertanyaan lain dari Juna.


Sebenarnya Putri sudah tahu jika pelanggan yang dia layani itu Juna. tapi dia memilih bersikap biasa saja. Putri tidak ingin jika dia salah bicara. dan itu bisa membuat Juna curiga mengenai status Rara dan anaknya.

__ADS_1


Putri segera membungkus kue yang dipilih Juna tadi.


"Ini kuenya" Putri menyerahkan beberapa kotak kue kepada Juna.


Setelah itu Juna membayar kue yang dibelinya. saat hendak pergi, Juna mencoba bertanya kepada Putri.


"Maaf kalau boleh saya tahu, kapan Rara menikah?" tanya juna


"Memangnya kenapa Anda menanyakan itu?" tanya Putri berhati-hati.


"Saya hanya penasaran saja seperti apa suami Rara itu."


"Memangnya apa hubungannya dengan Anda?" tanya Putri


"Ah tidak, maaf kalau saya terlalu kepo, saya permisi dulu." Juna melangkah pergi meninggalkan toko.


Juna segera mengemudikan mobilnya kembali menuju rumahnya.


Kini Juna sudah duduk disisi ranjang dimana ibunya berbaring.


"Mah, ini Juna belikan Mamah kue. Mamah makan yah." pinta Juna


"Iya Nak, makasih yah." Bu Farah langsung melahap kue yang diberikan oleh Juna.


"Nak, apa kamu mau jika Mamah mengenalkanmu dengan anak teman Mamah?" tanya Bu Farah


"Maksudnya apa Mah?" ucap Juna yang belum mengerti dengan arah pembicaraan Bu Farah.


"Kamu tentunya butuh seorang pendamping Nak. melihat Mamah yang sekarang sudah mulai sakit-sakitan."


"Mah, tapi Juna belum resmi bercerai dengan Luna?"

__ADS_1


"Kalian pendekatan dulu Nak, siapa tahu cocok." ucap Bu Farah yang ingin anaknya segera mendapatkan pengganti Luna.


"Itu pikirkan nanti saja Mah. sekarang Juna berniat untuk merekrut pembantu Mah. Juna tidak mau jika Mamah kecapean karena beres-beres rumah sendiri." Juna memang tak tega jika ibunya kecapean.


"Terserah kamu saja Nak." Bu Farah menurut saja apa yang anaknya inginkan.


Setelah kue dalam piring habis, Juna segera membawa keluar piring kosong itu dan menaruhnya di dapur. dia juga membiarkan Bu Farah untuk beristirahat dikamarnya.


Juna masih teringat perkataan Mamahnya tadi. apa memang dengan mencari pengganti Luna itu yang terbaik untuk saat ini. mengingat Rara mantan istrinya juga sudah menikah lagi bahkan mempunyai anak. jadi tidak ada harapan lagi untuk dia mendekatinya lagi.


°°°°


Putri yang baru pulang kerja langsung menghampiri Rara.


"Ra" Putri memanggil Rara


"Ada apa Put?"


"Tadi Ayahnya Baby Zie menanyakan suami barumu." kata Putri dan itu membuat Rara yang sedang menggendong Baby Zie menoleh ke arah Putri.


"Apa maksudnya? terus dimana kamu bertemu Mas Juna?" tanya Rara


"Tadi dia ke toko beli kue. tapi,mungkin dia mengenali aku karena sebelumnya pernah bertemu."


"Terus kamu jawab apa? kamu tidak mengatakan yang macam-macam kan?"


"Tidak kok Ra, sudahlah lupakan saja. lagian itu tidak penting."


"Put, kalau nanti kamu bertemu lagi dengan Mas Juna, kamu jangan pernah bilang jika aku sekarang tinggal disini. aku tidak mau Mas Juna lama-lama curiga dengan Baby Zie." Rara merasa was-was


"Iya Ra, kamu tenang saja."

__ADS_1


°°°°


__ADS_2