Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part_30


__ADS_3

Tak terasa sudah satu bulan Rara bekerja di perusahaan milik suaminya. dia sudah terbiasa jika setiap hari melihat kemesraan Juna dan Luna karena Juna selalu meminta Rara mengantarkan kopi ke ruangannya setelah jam istirahat. dia juga tidak tahu maksud dari Juna itu. ya mungkin karena cocok dengan kopi buatan Rara atau mungkin hanya ingin memanas-manasinya dengan memperlihatkan kemesraan dia dan istri sahnya.


Hari ini Rara tampak pucat, dia mudah lelah dan kepalanya agak pusing.


"Aww "Rara hendak terjatuh tapi untung saja Dimas langsung berlari ke arah Rara dan memapahnya agar tidak terjatuh ke lantai.


"Kamu kenapa Ra mukanya pucat sekali?" tanya Dimas


"Aku tidak tahu Kak, memang dari pagi aku sudah merasakan mual dan pusing juga kepalanya."


"Ya sudah lebih baik kamu izin pulang saja Ra, biar saya izinin sekalian saya minta izin juga untuk nganterin kamu."


"Terimakasih Kak, maaf merepotkan." ucap Rara


"Tidak sama sekali Ra, sesama teman kita memang harus saling membantu." ucap Dimas lalu Dimas memapah Rara menuju ke ruang istirahat mereka.


Dimas segera mencari keberadaan Bu Susan dan berniat untuk meminta izin atas kepulangan Rara karena sakit. setelah mendapatkan izin dia segera menghampiri Rara dan mengajaknya pulang.


Mereka pulang dengan mengendarai motor milik dimas. setelah sampai, Rara segera masuk ke kontrakannya sedangkan Dimas langsung pulang karena tadi dia juga ikut izin.


Ya allah, ada apa dengan diriku? kenapa kepalaku sakit sekali?"gumam Rara yang masih terus merasa pusing.


Rara berjalan memasuki kontrakan dengan berpegangan pada dinding karena dia merasa tak kuat menopang tubuhnya.

__ADS_1


Rara segera memasuki kamarnya dan merebahkan dirinya. dia berniat untuk tidur saja dan berharap setelah bangun nanti sakit kepalanya sudah sembuh.


Mendengar adzan maghrib berkumandang, Rara segera beranjak bangun. dia segera membersihkan diri karena tadi sore belum mandi lalu segera melaksanakan sholat.


setelah selesai, Rara berniat membeli nasi bungkus di warung depan karena dia tidak ada tenaga untuk beraktifitas.


Rara membeli nasi dan lauk ikan lele. entah keinginan dari mana dia mau makan itu karena dia sebelumnya tidak menyukai ikan lele.


"Oh iya neng Rara bukannya tidak suka lele yah tapi kenapa lauknya ikan lele?"tanya Bu Helda


"Tidak tahu juga Bu, tiba-tiba saya lagi ingin makan itu."


"Neng Rara mau pakai lauk yang lain tidak?" tanya Bu Helda


"Tidak Bu, saya maunya ikan lele saja." ucap Rara


"Loh kok telornya di masukin Bu?" tanya Rara


"Iya Neng ini buat kamu, takutnya nanti kamu ingin makan lauk yang lain juga." lalu Bu Helda memberikan bungkusan yang ada di tangannya.


"Tapi saya..."ucapnya sambil mematap ke arah Bu Helda.


"Sudahlah di terima saja, ini gratis kok."

__ADS_1


Bu Helda memotong perkataan Rara.


"Ya sudah terimakasih Bu." lalu Rara menerimanya dan tak lupa berterimakasih kepada Bu Helda.


Rara membuka nasi bungkus miliknya dan langsung makan dengan lahap tanpa sisa. hanya telor cemploknya saja yang tidak di makan. dia menaruhnya di bawah tutup saji untuk dia makan besok saat sarapan pagi.


°°°°


Rara kembali ke rutinitasnya yaitu bekerja. walaupun dia masih merasa agak pusing tapi dia harus tetap berangkat karena tidak enak jika harus ijin lagi.


Sebelum ke tempat kerja dia terlebih dahulu mampir ke apotek yang ada di pinggir jalan.


"Mau cari obat apa Kak?" tanya pelayan apotek saat melihat Rara sudah berdiri disana.


"Saya mau cari obat untuk mengobati pusing dan juga mual-mual." ucap Rara


"Apa mual-mualnya sering Kak?" tanyanya


"Iya, setiap bangun tidur saya selalu mual dan jika mencium bau makanan yang tidak saya suka juga saya merasa mual."


Lalu pelayan itu mengambil sesuatu dan memberikannya kepada Rara.


"Kakak cek dulu saja, karena tanda-tanda yang kakak alami itu seperti tanda-tanda orang hamil."

__ADS_1


Rara tampak kaget mendengar penuturan pelayan itu. apakah dirinya itu beneran hamil. jika benar dia harus berbuat apa, sedangkan hubungan dia dengan suaminya mulai merenggang. apalagi sekarang Juna sudah memiliki istri lagi.


Setelah membayar tespek yang di berikan pelayan, Rara segera bergegas pergi ke kantor menaiki Bus. sepanjang perjalanan Rara hanya diam. dia benar-benar penasaran dengan hasilnya nanti apakah dirinya beneran hamil atau tidak.


__ADS_2