
Zivana dan Alvin sudah sampai di dalam kamar. Zivana menatap suaminya yang ikut duduk di pinggir ranjang.
"Kok masih disini?" Zivana bertanya kepada suaminya.
"Terus?"
"Kenapa tidak keluar?"
"Bukannya suami Istri itu tidur satu kamar," ucap Alvin
"Tapi Zie belum mau tidur bareng Mas Alvin," ucap Zivana
"Kamu yakin? baiklah kalau seperti itu. tapi nanti kalau tiba-tiba ingin di peluk saat tidur, datang saja ke kamarku."
Alvin beranjak dari duduknya lalu segera keluar dari dalam kamar. Zivana menatap kepergian suaminya.
Pede sekali," gumam Zivana lalu memilih untuk merebahkan diri di atas tempat tidur.
Cukup lama Zivana tertidur, mungkin sekitar satu jam lamanya. bahkan dia tidak mendengar ketukan pintu dari luar kamarnya.
Alvin masuk ke dalam kamar Istrinya. kebetulan tadi Bi Salma mengatakan jika sudah selesai memasak. namun saat ingin memberitahu Zivana, sama sekali tidak ada sahutan dari kamar itu. Bi Salma tidak berani masuk ke kamar begitu saja tanpa ijin.
Alvin mendekati Istrinya yang sedang terlelap. sejenak dia memandangi wajah Istrinya yang begitu cantik.
Aku baru sadar jika Zivana begitu cantik.
yang aku lihat selama ini hanya balas dendam dan ternyata salah sasaran." batin Alvin sambil membelai wajah cantik Istrinya.
Zivana terusik saat merasakan ada tangan seseorang yang memegang wajahnya.
"Sedang apa Mas?" Zivana membuka kedua matanya dan melihat suaminya sedang membelai wajahnya sambil tersenyum entah sedang memikirkan apa.
"Ah tidak kok, aku cuma mau membangunkanmu,"ucap Alvin lalu menjauhkan tangannya dari wajah Istrinya.
__ADS_1
"Bilang saja mau pegang-pegang, dasar modus!"
"Memangnya kenapa kalau pegang-pegang?"
"Isshhh Mas tidak asyik," Zivana beranjak dari atas tempat tidur. lalu dia melangkah menuju ke kamar mandi.
"Dasar aneh," gumam Alvin sambil menatap Istrinya hingga menjauh dari pandangannya.
Zivana sudah keluar dari kamar mandi. namun dia melihat suaminya yang masih berada di dalam kamarnya.
"Kok masih disini?"
"Aku menunggumu untuk makan siang, kebetulan Bibi sudah memasak untuk kita," ucap Alvin
"Nanti saja deh," Zivana menolak ajakan Alvin. namun perutnya tidak bisa di bohongi.
Kruyuk kruyuk
Alvin mendengar perut Istrinya berbunyi. Alvin terkekeh geli saat tahu jika sebenarnya Istrinya itu lapar.
Zivana menatap tajam ke arah suaminya. lalu dia melangkah keluar kamar mendahului suaminya. Alvin hanya tersenyum kecil lalu dia ikut melangkah keluar dari dalam kamar.
Zivana sudah berada di ruang makan. dia menatap makanan yang enak-enak ada di atas meja. termasuk ada rujak mangga muda juga disana.
"Wah bibi pengertian sekali," gumam Zivana lalu buru-buru memasukan nasi dan lauk ke dalam piring miliknya. Zivana mulai menyuapkannya dengan cepat. bahkan Alvin yang berada di depannya mendadak kenyang saat melihat tingkah Istrinya.
"Kamu lapar atau doyan?" Alvin bertanya sambil menatap Istrinya.
"Mau cepat-cepat habisin, mau makan rujak," jawab Zivana
Setelah selesai melahap habis semua makanan yang ada di piringnya, Zivana langsung menyambar piring berisi rujak. dia mulai memakan rujak itu dengan cepat. Alvin yang melihat itu semakin penasaran dengan rasa dari rujak yang sedang Zivana makan. Alvin mengambil satu potongan kecil buah mangga lalu dia memakannya. Alvin meringis merasakan rasa yang begitu asam.
"Ini tidak enak loh, kok kamu doyan? mending di buang saja," Alvin merebut piring yang berada di hadapan Zivana. namun Zivana menahannya. di antara keduanya terjadi rebutan piring sehingga piring itu jatuh ke lantai.
__ADS_1
Pyar
Zivana menatap tajam suaminya. dia sedang enak-enaknya makan rujak, tapi suaminya malah merebutnya.
"Bi Salma...Bibi.." Zivana berteriak memanggil Bi salma.
Bi Salma yang ada di dapur segera menghampiri majikannya.
"Iya Neng Zie?" kini Bi Salma sudah ada di hadapan Alvin dan Zivana.
"Bi, aku minta rujak lagi dong," ucap Zivana
"Maaf Neng, tapi tadi Bibi beli di depan. sepertinya penjualnya sudah pergi kalau sekarang."
"Semuanya salah Mas Alvin, sekarang Zie minta Mas Alvin cariin mangga muda yang langsung di petik dari pohonnya. kalau sampai tidak dapat, jangan pulang sampai besok," ucap Zivana lalu dia beranjak dari duduknya. Zivana melangkah menuju ke kamarnya.
Alvin hanya menatap kepergian Istrinya. dia mengusap wajahnya kasar karena sudah membuat Zivana mengamuk dan ke dia sendiri imbasnya. sekarang dia harus mencari mangga muda.
"Maaf Tuan, kenapa rujaknya bisa jatuh?"
"Tadi aku mengambilnya dari Zie, karena rasanya asam. kasihan kalau nanti sakit perut."
"Kalau orang hamil memang sukanya makan yang asam seperti mangga muda, dulu Bibi juga seperti itu."
"Tidak sakit perut?"
"Tidak Tuan, sebaiknya Tuan segera pergi mencari mangga muda. karena mencari yang langsung dari pohon itu lebih susah dari pada yang langsung beli. apalagi kalau ibu hamil bisa merasakan jika itu mangga hasil metik langsung dari pohon atau mangga beli di pasar."
"Iya Bi, Alvin mau pergi dulu. Bibi tolong bersihin ini yah," Alvin menunjuk pecahan piring yang ada di lantai. "Bibi jagain Zivana juga, kalau mau apa-apa nanti Bibi turutin."
"Baik Tuan," jawab Bi Salma
Alvin segera pergi dari hadapan Bi Salma. dia akan keluar rumah dan mencari mangga muda sesuai permintaan Istrinya.
__ADS_1
Sepertinya Tuan Alvin sudah mulai mencintai Neng Zivana," batin Bi Salma sambil tersenyum karena merasa senang.
°°°°