Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part_74


__ADS_3

Juna sudah mencarikan karyawan yang akan menggantikan Rara bekerja di toko Pak Sam.


sebenarnya Bu Susan berat sekali rasanya harus jauh dari Baby Zie dan Rara. tapi dia membiarkan Rara ikut pergi dengan ayah Baby Zie. dia juga berharap agar Rara bisa rujuk lagi bersama Juna.


"Bu Susan, Pak Sam, Rara pergi dulu yah. maaf jika selama ini Rara banyak salah dan merepotkan kalian." ucap Rara berpamitan sekaligus meminta maaf.


"Iya Ra, kami sama sekali tidak kerepotan. kami malah senang karena kamu sudah mau tinggal disini." ucap Bu Susan


Rara bersalaman dengan keduanya. Bu Susan beberapa kali mencium kedua pipi Baby Zie. dia merasa kehilangan karena akan berpisah.


"Pak Juna, saya titip Rara dan Baby Zie yah." ucap Bu Susan


"Siap Bu, saya akan selalu menjaga mereka berdua."


Setelah berpamitan, Rara segera masuk ke dalam mobil milik Juna. Juna mengemudikan mobilnya menuju ke rumah baru yang akan


di tempati oleh Rara.


Tak lama kemudian mereka sudah sampai


didepan rumah super megah. bahkan lebih megah dari rumah milik Bu Farah.


"Ayo turun!" Juna mengajak Rara untuk turun.


Juna mengambil Baby Zie yang ada didalam gendongan Rara.


"Kok rumahnya besar sekali Mas?" Rara tampak kagum melihat rumah super mewah itu.


"Iya Ra, ini rumah kamu dan Baby Zie. sebentar lagi Mas juga ikut tinggal disini jika kita sudah menikah." ucap Juna


"Ayo masuk Ra!" Juna mengajak Rara untuk berjalan memasuki rumah itu.


Kedatangan mereka disambut oleh dua orang asisten rumah tangga yang berada di rumah itu.


"Selamat pagi Tuan, Nyonya." sapa mereka berdua.


"Pagi Bi" jawab Juna


"Ra, perkenalkan ini Bi Minah dan Bi Darmi. mereka akan membantu bersih-bersih rumah dan membantumu menjaga Baby Zie juga." ucap Juna memperkenalkan kedua pembantu dirumah barunya.


"Saya Rara" Rara bersalaman dengan keduanya.


Setelah memperkenalkan Rara dengan kedua pembantunya, Juna segera mengajak Rara untuk masuk kedalam rumah.


"Wah rumahnya bagus sekali Mas." Rara kagum melihat desain rumah yang sangat indah bahkan didalamnya banyak barang mewah yang dipajang di setiap sudut ruangan.


"Ayo lihat kamar kamu dan Baby Zie." Juna mengajak keduanya menuju kamar yang akan ditampati Rara.


Kamar itu letaknya ada dilantai satu. Juna sengaja menyiapkan kamar itu untuk Rara dan Baby Zie. dia tidak mau jika Baby Zie menempati kamar dilantai atas karena harus menaiki tangga. rencananya kamar yang sekarang itu akan menjadi kamar Baby Zie. sedangkan Rara akan menempati kamar dilantai atas bersamanya jika nanti mereka sudah menikah.

__ADS_1


"Wah banyak sekali bonekanya." Rara melihat kamar yang penuh dengan boneka warna merah muda.


"Ini semua milik Baby Zie."


Setelah menunjukan kamar itu, Juna mengajak Rara untuk berkeliling sekitar rumah. keduanya memutuskan untuk duduk bersantai di taman belakang setelah lelah berkeliling.


Bi Minah membawakan salad buah untuk mereka berdua.


"Silahkan Tuan, Nyonya" Bi Minah menaruh salad buah dan minuman yang dia bawa di meja bundar yang berada di taman.


"Terimakasih Bi, ayo Ra dimakan." Juna mengajak Rara untuk memakan salad buah itu.


Rara baru makan satu suapan nampak aneh dengan rasa yang dia rasakan.


"Kenapa Ra? kok tidak dimakan sih." tanya Juna


"Rasanya aneh, Rara tidak suka."


"Loh, ini sehat tahu, masa tidak enak sih." Juna tampak lahap memakan salad miliknya.


"Ya sudah untuk Mas saja." Rara memberikan salad buah miliknya.


Rara hanya memangku Baby Zie sambil memperhatikan Juna yang tampak lahap memakan salad buah miliknya.


"Kenapa melihatku seperti itu? apa kamu sudah jatuh cinta kepadaku? atau aku terlihat tampan?" Juna tampak merapihkan rambutnya.


"Apaan sih" Rara menunduk malu saat ketahuan sednag menatap Juna.


"Jangan pegang-pegang Mas." Rara menepis tangan Juna.


"Hm, Mas tidak boleh pegang yah. baiklah, tapi kalau sudah sah, Mas boleh pegang lebih dari ini kan?" ucap Juna menggoda Rara.


"Apaan sih, jangan mulai deh." Rara memalingkan wajahnya. dia tidak berani menatap Juna.


"Emm sayang, diam dong." Rara mengambil sendok bekas Juna makan salad yang sedang dimainkan oleh Baby Zie.


"Ayo masuk Ra, kita harus beristirahat. nanti siang kita akan pergi lagi."


"Kemana memangnya?" tanya Rara


"Mas akan mengajak kalian berdua jalan-jalan." ucap Juna


Juna mengambil alih Baby Zie yang berada


di pangkuan Rara. lalu dia menggendongnya hingga masuk ke dalam rumah.


°°°


Siang harinya mereka sudah bersiap untuk pergi. Rara tampak cantik memakai gamis yang dibelikan oleh Juna beberapa waktu lalu.

__ADS_1


setelah berpamitan dan menitipkan rumah kepada kedua pembantunya, Juna dan Rara segera beranjak pergi. Baby Zie tampak girang mamainkan bando yang Rara pakaian dikepalanya.


"Sayang, jangan dimainin dong."Rara membenarkan lagi bando yang dipakai anaknya .


Juna mengajak Rara dan Baby Zie ke salah satu Mall yang terkenal dikotanya.


Juna mengajak mereka ke tempat permainan anak-anak. Juna mengajak Baby Zie untuk mandi bola.


Rara hanya duduk menunggu Juna dan Baby Zie. karena merasa sudah cukup lama, Juna mengajak Baby Zie untuk pergi dari sana. namun Baby Zie malah menangis.


"Huwa ain ain" Baby Zie tampak terisak.


Rara yang melihat anaknya menangis segera menghampirinya.


"Sayang kenapa menangis cup cup." Rara menggendong Baby Zie.


"Ain..ain..."Baby Zie meminta Rara untuk menurunkannya lagi.


"Sayang, mainnya besok lagi yah. tadi sudah lama sekali loh mainnya." Rara membujuk anaknya agar menurut namun Baby Zie masih menangis.


"Mas, aku mau memberi Baby Zie ASI dulu. sepertinya dia rewel karena mau tidur."


"Baiklah"


Rara segera beranjak dari sana. Rara memasuki ruangan khusus untuk Busui.


Juna duduk di salah satu kursi yang berada di luar untuk menunggu Rara selesai.


Rara keluar dari ruangan dengan menggendong Baby Zie yang sudah tertidur.


"Ayo Mas kita pulang!"


"Tidak mau mampir makan dulu Ra."


"Tidak usah Mas, kita makan di rumah saja nanti. takutnya Baby Zie terbangun."


"Ya sudah, sinih biar Baby Zie digendong sama Mas."


"Tidak usah Mas" Rara menolak tawaran Juna. dia takut Baby Zie terbangun lagi karena tidurnya belum terlalu pulas.


Rara berjalan berdampingan dengan Juna meninggalkan Mall itu.


Bu Finda yang sedang berada di dalam restoran Mall bersama teman-teman sosialitanya, tidak sengaja melihat Juna jalan berdampingan dengan seorang wanita yang sedang menggendong anak kecil.


"Jeng, bukannya itu Juna anaknya Jeng Farah." salah satu ibu-ibu sosialita berkata kepada Bu Finda karena dia juga melihat Juna.


"Bukannya Juna calonnya Putri yah Jeng." ucap ibu-ibu lainnya.


"Hehe iya, mungkin yang tadi hanya orang yang kebetulan mirip saja." ucap Bu Farah yang mencoba meyakinkan mereka.

__ADS_1


Apa lelaki itu memang Juna? Apa hanya mirip saja." Bu Finda masih memikirkan sosok lelaki yang tadi dia lihat.


Bu Finda segera berpamitan dengan teman-temannya. lalu segera pergi ke toilet. Bu Finda segera menghubungi Bu Farah dan membicarakan mengenai semua yang dilihatnya.


__ADS_2